Wednesday, October 7, 2015

Penyelesaian dari Suatu Pertidaksamaan dalam Bentuk Garis Bilangan

Penyelesaian dari suatu pertidaksamaan dalam garis bilangan akan berbentuk seperti salah satu garis bilangan yang tampak pada gambar di samping ini. Tiga baris pertama menyatakan selang (interval) tertutup, sedangkan tiga baris terakhir menyatakan interval terbuka. "Bulatan penuh" (hitam) menyatakan bahwa nilai ujung interval termasuk dalam penyelesaian, sedangkan "bulatan kosong" (putih) menyatakan bahwa nilai ujung interval tidak termasuk dalam penyelesaian.

Kita akan menggambar penyelesaian tersebut dengan menggunakan paket tikz. Saya akan menggunakan "cara pelan-pelan" dalam membuatnya. Yang harus kita lakukan adalah:


Menggambar garis bilangan real. Dalam hal ini diwakili oleh ruas garis yang kita tetapkan dari dua koordinat, misalnya
\draw[thick] (-2,0) -- (2,0);
Menebalkan interval penyelesaian. Dalam hal ini diwakili oleh ruas garis yang kita tetapkan dari dua koordinat, dengan mencantumkan opsi ketebalan garis atau/dan anak panah. Untuk gambar pada baris 1 saya buat 
\draw[line width=1.87pt] (-.8,0) -- (.8,0);
Untuk gambar pada baris 5 dan 6 saya buat 
\draw[line width=1.87pt,-stealth] (-.8,0) -- (2,0);
\draw[line width=1.87pt,-stealth] (.8,0) -- (-2,0);
Menandai ujung interval dengan lingkaran kecil. Dalam hal ini kita tetapkan koordinat pada ruas garis tadi sebagai pusat lingkaran tersebut. Kemudian sekaligus kita tempatkan nilai bilangannya (di bawah). Agar tak bersentuhan dengan lingkaran itu, kita cantumkan opsi yshift dengan nilai negatif untuk menyusutkan ke arah bawah dari koordinat semula. Untuk gambar pada baris 1 saya buat
\filldraw (-.8,0) circle (3.25pt) node[below,yshift=-.1cm] {$a$};
\filldraw (.8,0) circle (3.25pt) node[below,yshift=-.1cm] {$b$};
Jika lingkarannya "kosong", kita cantumkan opsi fill dan thickUntuk gambar pada baris 3 saya buat
\filldraw (-.8,0) circle (3.25pt) node[below,yshift=-.1cm] {$a$};
\filldraw[fill=white,thick] (.8,0) circle (3.25pt) node[below,yshift=-.1cm] {$b$};
Demikianlah keseluruhan kemungkinan penyelesaian dari suatu pertidaksamaan dalam bentuk garis bilangan pada gambar di atas dibuat oleh pengkodean berikut ini.
\begin{tikzpicture}[]
\draw[thick] (-2,0) -- (2,0);
\draw[line width=1.87pt] (-.8,0) -- (.8,0);
\filldraw (-.8,0) circle (3.25pt) node[below,yshift=-.1cm] {$a$};
\filldraw (.8,0) circle (3.25pt) node[below,yshift=-.1cm] {$b$};
\end{tikzpicture}

\medskip
\begin{tikzpicture}[]
\draw[thick] (-2,0) -- (2,0);
\draw[line width=1.87pt] (-.8,0) -- (.8,0);
\filldraw[fill=white,thick] (-.8,0) circle (3.25pt) node[below,yshift=-.1cm] {$a$};
\filldraw[fill=white,thick] (.8,0) circle (3.25pt) node[below,yshift=-.1cm] {$b$};
\end{tikzpicture}

\medskip
\begin{tikzpicture}[]
\draw[thick] (-2,0) -- (2,0);
\draw[line width=1.87pt] (-.8,0) -- (.8,0);
\filldraw (-.8,0) circle (3.25pt) node[below,yshift=-.1cm] {$a$};
\filldraw[fill=white,thick] (.8,0) circle (3.25pt) node[below,yshift=-.1cm] {$b$};
\end{tikzpicture}

\medskip
\begin{tikzpicture}[]
\draw[thick] (-2,0) -- (2,0);
\draw[line width=1.87pt] (-.8,0) -- (.8,0);
\filldraw[fill=white,thick] (-.8,0) circle (3.25pt) node[below,yshift=-.1cm] {$a$};
\filldraw (.8,0) circle (3.25pt) node[below,yshift=-.1cm] {$b$};
\end{tikzpicture}

\medskip
\begin{tikzpicture}[]
\draw[thick] (-2,0) -- (2,0);
\draw[line width=1.87pt,-stealth] (-.8,0) -- (2,0);
\filldraw (-.8,0) circle (3.25pt) node[below,yshift=-.1cm] {$a$};
\end{tikzpicture}

\medskip
\begin{tikzpicture}[]
\draw[thick] (-2,0) -- (2,0);
\draw[line width=1.87pt,-stealth] (.8,0) -- (-2,0);
\filldraw[fill=white,thick] (.8,0) circle (3.25pt) node[below,yshift=-.1cm] {$b$};
\end{tikzpicture}

\medskip
\begin{tikzpicture}[]
\draw[thick] (-2,0) -- (2,0);
\draw[line width=1.87pt,-stealth] (-.8,0)--(-2,0);
\draw[line width=1.87pt,-stealth] (.8,0)--(2,0);
\filldraw (-.8,0) circle (3.25pt) node[below,yshift=-.1cm] {$a$};
\filldraw[fill=white,thick] (.8,0) circle (3.25pt) node[below,yshift=-.1cm] {$b$};
\end{tikzpicture}
Demikian semoga bermanfaat.

Adjie Gumarang Pujakelana 2015



Thursday, October 1, 2015

Chessboard dan Xskak: Menandai Langkah dengan Tanda Panah

Pendahuluan

Sifat dari belajar $\small\LaTeX$ yang membentuk kurva belajar telah membawa saya untuk memperoleh pengetahuan baru tentang tiga hal dari penggunaan paket xskak, yaitu:
  • mencantumkan titik pada penomoran langkah
  • membalik posisi papan, di mana pemain Hitam berada pada bagian bawah
  • menandai langkah terakhir pada permainan yang sedang berlangsung dengan menggunakan tanda panah


Penggunaan Paket Xskak

Menurut saya, salah satu cara untuk membuat dokumen tentang catur dalam $\small\LaTeX$ yang relatif mudah dan memadai adalah dengan menggunakan paket xskak. Paket ini biasa saya sandingkan dengan paket chessboard untuk pembuatan diagramnya. Kedua paket tersebut dibuat oleh seorang ahli, Ulrike Fischer.

Pada umumnya, untuk membuat dokumen tentang catur, dalam preamble kita muat 
\usepackage[LSBC4,T1]{fontenc}
\usepackage{xskak,chessboard}
\setboardfontencoding{LSBC4}
Pengaturan enkripsi huruf dengan LSBC4 menjadikan tampilan diagram (papan dan buah catur) tampak baik dan "halus". Pilihan lainnya adalah LSBC3, seperti yang saya gunakan dalam dokumen terlampir. Itu terjadi karena berkaitan dengan keseluruhan unsur dalam pengkodean untuk dokumen tersebut.

Naskah catur dengan 
xskak dan chessboard menggunakan pengkodean sebagai berikut:
\newchessgame[...] % dengan beberapa opsi, misalnya: result=1--0
\xskakset{...} % pengaturan tertentu
\mainline{...} % langkah-langkah
\variation[invar]{...} % variasi langkah
\variation{...} % variasi langkah lain
\mainline[outvar]{...} % kembali ke langkah teks
\xskakgetgame{result} % hasil permainan setelah mencantumkan opsi "result"
\chessboard[...] % menampilkan diagram dengan beberapa opsi
Penomoran langkah merupakan bagian dari penggunaan paket xskak. Untuk menunjukkan tanda (noktah) titik setelah angka pada nomor langkah kita gunakan
\xskakset{style=UF}
Sedangkan posisi papan merupakan bagian dari penggunaan paket chessboard. Untuk mengatur agar pihak Hitam yang terletak di bawah, kita gunakan
\chessboard[inverse]

Menandai Langkah dengan Tanda Panah

Seperti tampak pada dokumen terlampir, saya menunjukkan langkah terakhir dari permainan yang sedang berlangsung (langkah teks) dalam penggunaan paket xskak. Kemudian, dalam penggunaan paket chessboard, saya tunjukkan langkah terakhirnya dengan menggunakan tanda panah, dari petak semula (yang saya tandai dengan kotak berwarna) ke petak yang diduduki sekarang.
Untuk hal ini (agar sekali perintah dapat digunakan seterusnya di dalam penyusunan dokumen) saya menetapkan perintah baru di dalam preamble. Tanda panah ini berbentuk lurus, kecuali untuk langkah Kuda dibuat membelok.

  1. \newcommand{\lain}{\setchessboard{
  2.     lastmoveid=A,%tunjukkan langkah terakhir saja
  3.     pgfstyle=straightmove,%untuk langkah terakhir selain kuda
  4.     arrow=to,arrow=stealth,%bentuk panah
  5.     linewidth=0.1ex,%ketebalan garis
  6.     shortenstart=0ex,%letak awal pangkal panah
  7.     shortenend=5pt,%akhir ujung panah
  8.     inverse, %membalik papan
  9.     color=Crimson,%warna panah
  10.     markmoves=\xskakget{move},%menandai langkah
  11.     arrow=to, %arah panah
  12.     color=DodgerBlue, %warna petak semula
  13.     markstyle=border, %tanda (kotak) pada petak semula
  14.     markfield=\xskakget{movefrom}%pangkal panah
  15.     setfen=\xskakget{nextfen}%acuan langkah
  16.     }}

sehingga, di dalam dokumen, diagramnya saya buat dengan perintah
{\lain\chessboard}
A adalah identitas dari permainan yang saya tulis.
\newchessgame[id=A,result=1/2--1/2]
Selain dengan menggunakan kotak, petak asal juga dapat ditandai oleh lingkaran dengan opsi (pada baris 13)
markstyle=circle
Perintah kedua berdasarkan pengkodean di atas, untuk langkah Kuda, , saya tetapkan perintah \kuda pada baris 1, kemudian pada opsi (baris 3) saya tetapkan
pgfstyle=knightmove
Selain itu, karena untuk keterangan mengenai permainan disediakan oleh paket texmate, maka saya gunakan pula paket ini untuk "judul" permainan.

Penutup 

Dokumen di bawah ini saya susun dalam jaringan melalui Online LaTeX Editor ShareLaTeX dengan menggunakan cara-cara sebagaimana telah disebutkan di atas. Demikian semoga bermanfaat.

Adjie Gumarang Pujakelana 2015





Friday, September 11, 2015

Paket Exam: Membuat Naskah Soal Uraian

Ketika Anda (para guru) melakukan pengujian dengan bentuk soal uraian, apakah lembar jawabannya terpisah dari lembar soal? Apakah lembar jawaban itu Anda sediakan ataukah disediakan oleh siswa (peserta ujian)? 
Apakah lembar soal dari Anda itu sekaligus menyediakan ruang untuk jawabannya? Bila ya, apakah ruang untuk jawaban siswa itu polos atau bergaris?

Nah, kupasan kita kali berkaitan dengan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan di atas. Kita akan membuat naskah soal uraian dengan menggunakan paket exam, di mana naskah soal itu sekaligus menyediakan ruang untuk jawabannya. 

Dalam tulisan terdahulu telah diulas tentang pemanfaatan paket exam untuk membuat naskah soal ujian (ulangan), sekaligus saya tunjukkan contoh selingkung (template) naskah soal yang saya gunakan. Dengan demikian, teknis dasar dalam membuat naskah soal uraian dengan menggunakan paket exam akan merujuk kepada tulisan itu. Sebagai tambahannya, akan kita sediakan ruang untuk jawaban dari setiap soal dalam bentuk baris-baris bergaris. Bagaimana cara membuatnya?

Ruang untuk jawaban itu (bergaris) kita buat dengan perintah
\fillwithlines{kerenggangan}
setelah menuliskan butir soal dalam perintah \question. Kerenggangannya dapat kita isi dengan angka dan satuannya, misalnya cm atau in. Dalam contoh dokumen di bawah ini saya gunakan satuan cm. Kemudian pada kelas dokumen saya gunakan opsi kertas A4 dengan ukuran huruf 10pt. Untuk tata letak halaman saya gunakan paket geometry dengan beberapa opsi sebagaimana terlampir dalam pengkodean. Untuk jenis huruf saya gunakan palatino.
Dua buah soal yang saya tulis dalam contoh dokumen ini berasal dari Jenis Soal Uraian pada Olimpiade Matematika SD Tingkat Nasional 2004 yang telah dilaksanakan di Pekanbaru pada 24 s.d. 27 Agustus 2004.

Demikianlah, berikut ini pengkodean untuk contoh dokumen naskah soal uraian sebagaimana telah diulas di atas beserta dokumen yang dihasilkannya.
Semoga bermanfaat!

Adjie Gumarang Pujakelana 2015
\documentclass[a4paper,10pt]{exam}
\usepackage[bindingoffset=0cm,left=2cm,right=2cm,top=2cm,bottom=2cm,footskip=0.5cm]{geometry}
\usepackage{palatino}

\begin{document}

\begin{EnvFullwidth}
\textbf{Jawablah dengan jelas dan tepat!}
\end{EnvFullwidth}

\begin{questions}
\question
Harga sebatang sabun mandi di warung Bu Siti Rp900,00. Kalau membeli banyak, harga rata-rata sebatang sabun mandi di toko Pak Husin lebih murah Rp55,00. Berapa harga 144 batang sabun mandi kalau kita membeli di toko Pak Husin?

\medskip
\textbf{Jawaban}
\fillwithlines{5cm}
\question
Badru mempunyai satu bundel tiket sepak bola untuk dijual. Pada hari Minggu ia dapat menjual 10 lembar tiket kepada keluarganya. Pada hari Senin ia dapat menjual setengah dari banyak tiket yang tersisa. Pada hari Selasa ia menjual 5 tiket kepada teman sekolahnya dan 2 tiket terakhir kepada dua orang gurunya. Berapa lembar tiket yang ada dalam satu bundel?

\medskip
\textbf{Jawaban}
\fillwithlines{7cm}
\end{questions}

\end{document}


-->

Wednesday, September 9, 2015

Teknis Penulisan Huruf Arab dengan ArabXeTeX

Tulisan ini bermula dari permintaan anak saya, yang ditugasi oleh gurunya untuk menghafalkan Asma-ul-Husna, agar dicarikan tulisan tentang Asma-ul-Husna beserta artinya. Beruntung, sebelumnya, saya sudah mempelajari dan menggunakan paket arabxetex sehingga saya membuat sendiri untuk memenuhi permintaannya tersebut. Tulisan tentang penggunaan paket arabxetex pada blog ini adalah
Meskipun demikian baru kali ini saya merasa perlu untuk membuat panduan tentang teknis penulisan huruf Arab dengan menggunakan paket arabxetex ini. Panduan ringkas yang saya kutip dari dokumentasi paket arabxetex ini sangat berguna ketika saya menuliskan dokumen yang memuat huruf Arab, baik bervokal (harakat) maupun tanpa vokal. Berikut ini panduan yang saya maksud.


Karena Bahasa Arab bukanlah bahasa kita maka sudah sepantasnya bila kita berhati-hati dalam menuliskannya dan mengikuti tata tulis yang berlaku dalam bahasa tersebut. Khusus yang berkenaan dengan penulisan huruf Arab yang bersumber dari Al-Quran, saya mengacu dan memeriksa kebenaran dari tulisan yang saya buat ke situs quran.com.

Pengkodean berikut ini merupakan contoh penggunaan paket arabxetex dengan berpedoman kepada panduan di atas. Pada contoh ini saya menuliskan Surat Al-Fatihah, Surat A-Ikhlas, Surat Al-Falaq, dan Surat An-Naas. Dokumen ini saya susun di dalam TeX Live 2015 dengan compiler XeLaTeX.
\documentclass[a4paper,10pt]{article}

\usepackage[dvipsnames,svgnames,table]{xcolor}
\definecolor{blau}{RGB}{17,94,140}

\usepackage{fontspec}
\setromanfont[BoldFont={Gentium Basic Bold},ItalicFont={Gentium Italic}]{Gentium}

\usepackage[top=1cm,margin=2cm]{geometry}

\usepackage{arabxetex}
\newfontfamily\arabicfont[Script=Arabic]{Amiri}

\pagestyle{empty}
\parindent0em

\begin{document}

\section*{Surat Al-Fatihah}

\newcommand{\hamzaB}{\char"200D\char"0640\raise-.95ex\hbox{\char"0654}\char"200D}

\begin{arab}[fullvoc]
\Large\color{blau} BASMALA((1)) \\
'l-.hamdu li-ll-_ahi rabbi al-`AlamIna((2)) 
'l-rra.hm_ani 'l-rra.hImi((3)) 
m_aliki yawmi 'l-ddIni((4)) 
'iyyAka na`budu wa-'iyyAka nasta`Inu((5)) 
'ihdinA 'l-.s.sir_a.ta 'l-mustaqIma ((6)) 
.sir_a.ta 'lla_dIna 'an`amta `alayhim _kayri 'l-ma_k.dUbi `alayhim walaa 'l-.d.dA^MADDAllIna((7))
\end{arab}

\section*{Surat Al-Ikhlas}

\begin{arab}[fullvoc]
\Large\color{blau}BASMALA(()) \\
qul huwa 'l-ll-_ahu 'a.haduN((1)) 
'l-ll-_ahu 'l-.s.samadu((2)) 
lam yalid walam yUlad((3)) 
walam yakun llah_u kufuwaN 'a.hadu^MIM((4)) 
\end{arab}

\section*{Surat Al-Falaq}

\begin{arab}[fullvoc]
\Large\color{blau}BASMALA(()) \\
qul 'a`U_zu birabbi 'l-falaqi((1)) 
min ^sarri mA_halaqa((2)) 
wamin ^sarri _kAsiqiN 'i_zA waqaba((3)) 
wamin ^sarri 'l-nnaff_a_t_ati f.I 'l-`uqadu((4)) 
wamin ^sarri .hAsidiN 'i_zA .hasada((5))
\end{arab}

\section*{Surat An-Naas}

\begin{arab}[fullvoc]
\Large\color{blau}BASMALA(()) \\
qul 'a`U_zu birabbi 'l-nnAsi((1)) 
maliki 'l-nnAsi((2)) 
il_ahi 'l-nnAsi((3)) 
min ^sarri 'l-waswAsi 'l-_hannAsi((4)) 
'lla_d.I yuwaswisu f.I .sudUri 'l-nnAsi((5)) 
mina 'l-jinnaTi wa-'l-nnAsi((6))
\end{arab}

\end{document}
Untuk membandingkan dan memeriksa hasil penyusunan huruf Arab tersebut, Anda dapat membuka situs quran.com dan membuka tiap Surat tersebut. Berikut ini dokumen yang dihasilkan oleh pengkodean di atas.

Demikian semoga bermanfaat!

Adjie Gumarang Pujakelana 2015


-->

Monday, July 27, 2015

VideoScribe: SVG, LaTeX, dan Sparkol

Akhir-akhir ini VideoScribe mulai bermunculan, memikat, dan tampaknya cukup digemari. VideoScribe adalah perangkat lunak yang diluncurkan oleh perusahaan Inggris Sparkol pada tahun 2012 untuk membuat animasi pada "papan tulis" secara otomatis. Silakan Anda lihat video yang dibuat oleh pengguna VideoScribe pemula berikut ini.



Semula saya sekadar menikmati video jenis ini, tak lebih. Tetapi dalam dua hari terakhir ini menjadikannya sebuah tantangan. Mengapa? 
Karena, ternyata, unsur pendukung dalam pembuatan video ini adalah gambar-gambar berbentuk Scalable Vector Graphics (SVG). Saya coba dengan menggunakan gambar Portable Network Graphics, PNG, hasilnya tidak bagus. Tantangannya: dapatkah $\small\LaTeX$ menghasilkan gambar bentuk SVG?

Saya temukan jawabannya dalam kelas dokumen sekaligus paket standalone dari Martin Schar­rer. Meskipun demikian, karena hasil dari $\small\LaTeX$ berbentuk PDF, maka saya memerlukan pengubahan bentuk (convert) file dari PDF ke SVG. Saya lakukan itu secara daring (dalam jaringan) melalui situs ini. Berikut ini langkah-langkah yang saya lakukan untuk membuat video di atas.
  1. Mengunduh software VideoScribe
  2. Memasang software tersebut di komputer
  3. Mendaftarkan diri (membuat akun) di situs Sparkol
  4. Membuat 4 buah gambar untuk keperluan pembuatan video di atas, dengan pengkodean seperti terlihat di bawah ini
  5. Mengubah file PDF hasil dari langkah 4 ke file SVG melalui situs ini
  6. Membuat video dengan VideoScribe
Berikut ini pengkodean selingkung (templateuntuk gambar yang saya gunakan dalam video di atas.
%\PassOptionsToPackage{svgnames}{xcolor}
\documentclass[tikz,convert={outfile=\jobname.svg},border=10mm]{standalone}
%\usetikzlibrary{...}% paket tikz sudah termuat dalam opsi kelas dokumen
%Berikut ini pilihan paket (selain tikz) untuk membuat gambar:
%\usepackage{pgfplots}
%\pgfplotsset{compat=1.10}
%\usepgfplotslibrary{fillbetween}
%\usepgfplotslibrary{patchplots,colormaps}
%\usepackage{tkz-euclide}
%\usetkzobj{all}

\begin{document}

\begin{tikzpicture}[...]
...%pengkodean untuk gambar
\end{tikzpicture}

\end{document}
Demikian semoga bermanfaat.

Adjie Gumarang Pujakelana 2015

Friday, July 24, 2015

Konstruksi Lingkaran Luar Segitiga

Mungkin Anda sudah terbiasa dalam menggambar (konstruksi) lingkaran luar segitiga, baik dengan tangan maupun dengan dengan menggunakan software semacam GeoGebra. Kali ini kita akan menggambarnya dalam $\small\LaTeX$ untuk suatu dokumen tertulis dengan menggunakan paket tkz-euclide. Petunjuk selengkapnya tentang penggunaan paket ini dapat Anda pelajari pada dokumentasinya.

Berikut ini beberapa unsur yang dimuat dalam preamble.
Kita akan menggambarnya dalam kelas dokumen "yang umum", yaitu articledengan ukuran kertas A4 dan ukuran huruf 10pt.
\documentclass[a4paper,10pt]{article}
Untuk pengaturan margin kita gunakan
\usepackage[margin=2cm]{geometry}
Jenis huruf teks yang saya gunakan adalah utopia
\renewcommand{\rmdefault}{put}
sedangkan untuk jenis huruf dan modus matematis
\usepackage{newtxmath}
\usepackage{amsmath,amssymb}
Agar dokumen yang kita susun tidak menggunakan indentasi maka
\parindent0em
Untuk pewarnaan
\usepackage[dvipsnames,svgnames]{xcolor}
dan saya menetapkan satu warna baru yang akan digunakan
\definecolor{blau}{RGB}{17,94,140}
Paket utama untuk gambar geometris ini harus dicantumkan setelah paket xcolor.
\usepackage{tkz-euclide}
\usetkzobj{all}
Saya akan menyusun dua gambar yang berdampingan. Untuk keperluan ini saya gunakan environment minipage yang diatur oleh 
\usepackage{adjustbox}
dan untuk keterangan gambar (caption
\usepackage[labelformat=simple,textfont=small,labelfont={color=Sepia}]{caption}
Sekarang kita memasuki dokumen utama yang kita susun dalam environment
\begin{tikzpicture}
...
\end{tikzpicture}
Kita batasi bidang gambar sesuai dengan koordinat titik yang kita tetapkan,
\tkzInit[xmin=-1,xmax=6,ymin=-2,ymax=5]
\tkzClip
karena dari ketiga koordinat titik yang saya tetapkan (sebarang) berikut ini
\tkzDefPoint(0,0){A} 
\tkzDefPoint(5,-1){B} 
\tkzDefPoint(2,4){C} 
mencakup nilai $0 < x < 5$ dan $-1 < y < 4$.

Kita gambar $\triangle ABC$ dan mewarnai sisinya
\tkzDrawPolygon[color=LimeGreen](A,B,C)
Kita tunjukkan pula noktah titik $A$, $B$, $C$ beserta ukuran dan pewarnaannya
\tkzDrawPoints[size=.2cm,color=Sepia,fill=Yellow](A,B,C)
Kemudian kita menamai ketiga titik sesuai dengan nama pada definisi itu dan menetapkan letak nama titik itu
\tkzLabelPoints[above](C)
\tkzLabelPoints[left](A)
\tkzLabelPoints[right](B)
Hingga di sini, hasilnya seperti ini pada gambar 1 dalam dokumen terlampir di bawah ini.

Sekarang kita akan menggambar garis sumbu pada sisi $\overline{AB}$. Lebih dulu kita tetapkan $D$ sebagai titik tengah $\overline{AB}$.
\tkzDefMidPoint(A,B) \tkzGetPoint{D}
Lalu kita tetapkan garis sumbu yang tegak lurus $\overline{AB}$ di titik $D$ dan menetapkan sebuah titik pada garis sumbu ini, yaitu $P_1$.
\tkzDefLine[orthogonal=through D](A,B) \tkzGetPoint{P1}
Sekali lagi, kita lakukan hal yang sama seperti tadi pada sisi $\overline{AC}$.
Kita tetapkan $E$ sebagai titik tengah $\overline{AC}$.
\tkzDefMidPoint(A,C) \tkzGetPoint{E}
Lalu tetapkan garis sumbu yang tegak lurus $\overline{AC}$ di titik $E$ dan menetapkan sebuah titik pada garis sumbu ini, yaitu $P_2$.
\tkzDefLine[orthogonal=through E](A,C) \tkzGetPoint{P2}
(Perlakuan-perlakuan tersebut belum tampak dalam gambar, baru "tersimpan dalam pikiran".)

Cukup dua garis sumbu saja, sekarang kita dapat menetapkan titik pusat dari lingkaran luar $\triangle ABC$, yaitu perpotongan dari garis $\overline{DP_1}$ dan $\overline{EP_2}$ dan kita menetapkannya sebagai titik $O$.
\tkzInterLL(D,P1)(E,P2) \tkzGetPoint{O}
Kita tunjukkan noktah titik $O$ beserta ukuran dan pewarnaannya
\tkzDrawPoint[size=.2cm,color=Sepia,fill=Yellow](O)
dan namai titik $O$ sesuai dengan nama pada definisinya dan menetapkan letak namanya.
\tkzLabelPoints[above](O)
Sekarang kita dapat menggambar lingkaran luarnya yang berpusat di $O$ dan berjari-jari $\overline{OA}$
\tkzDrawCircle[radius,color=blau](O,A)
Dengan demikian kita telah berhasil menggambar lingkaran luar $\triangle ABC$ yang berpusat di titik $O$, seperti tampak pada gambar 2 dalam dokumen terlampir di bawah ini.

Demikianlah semoga bermanfaat. 
Dokumen di bawah ini saya susun dalam jaringan melalui Online LaTeX Editor ShareLaTeX. Berikut ini pengkodean selengkapnya untuk dokumen tersebut.

Adjie Gumarang Pujakelana 2015
\documentclass[a4paper,10pt]{article} 
\usepackage[indonesian]{babel} 
\usepackage[margin=2cm]{geometry}
\renewcommand{\rmdefault}{put}
\usepackage{newtxmath}
\usepackage{amsmath,amssymb}
\parindent0em
\usepackage[dvipsnames,svgnames]{xcolor}
\definecolor{blau}{RGB}{17,94,140}
\usepackage{tkz-euclide}
\usetkzobj{all}
\usepackage{adjustbox}
\usepackage[labelformat=simple,textfont=small,labelfont={color=Sepia}]{caption}

\begin{document}

\adjustbox{valign=t}{\begin{minipage}[t]{0.45\textwidth}
\centering
\begin{tikzpicture}
\tkzInit[xmin=-1,xmax=6,ymin=-2,ymax=5]
\tkzClip
\tkzDefPoint(0,0){A} 
\tkzDefPoint(5,-1){B} 
\tkzDefPoint(2,4){C} 
\tkzDrawPolygon[color=LimeGreen](A,B,C)
\tkzDrawPoints[size=.2cm,color=Sepia,fill=Yellow](A,B,C)
\tkzLabelPoints[above](C)
\tkzLabelPoints[left](A)
\tkzLabelPoints[right](B)
\end{tikzpicture}
\captionof{figure}{}
\end{minipage}}\hfill
%
\adjustbox{valign=t}{\begin{minipage}[t]{0.45\textwidth}
\centering
\begin{tikzpicture}
\tkzInit[xmin=-1,xmax=6,ymin=-2,ymax=5]
\tkzClip
\tkzDefPoint(0,0){A} 
\tkzDefPoint(5,-1){B} 
\tkzDefPoint(2,4){C} 
\tkzDrawPolygon[color=LimeGreen](A,B,C)
\tkzDrawPoints[size=.2cm,color=Sepia,fill=Yellow](A,B,C)
\tkzLabelPoints[above](C)
\tkzLabelPoints[left](A)
\tkzLabelPoints[right](B)
\tkzDefMidPoint(A,B) \tkzGetPoint{D}
\tkzDefLine[orthogonal=through D](A,B) \tkzGetPoint{P1}
\tkzDefMidPoint(A,C) \tkzGetPoint{E}
\tkzDefLine[orthogonal=through E](A,C) \tkzGetPoint{P2}
\tkzInterLL(D,P1)(E,P2) \tkzGetPoint{O}
\tkzDrawPoint[size=.2cm,color=Sepia,fill=Yellow](O)
\tkzLabelPoints[above](O)
\tkzDrawCircle[radius,color=blau](O,A)
\end{tikzpicture}
\captionof{figure}{}
\end{minipage}}\hfill

\end{document}




Monday, July 20, 2015

Tips 2: Menomori Soal dalam Artikel atau Buku




Bagi guru, soal merupakan salah satu perkakas (tool) yang sangat penting, sebagaimana senjata di tangan seorang tentara. Soal-soal dicari, dirakit (dibuat), disimpan di dalam komputer atau dalam bentuk tercetak, dan beberapa di antaranya digunakan dalam proses pembelajaran.

Suatu dokumen (dalam $\small\LaTeX$) pada umumnya terbagi dalam dua bentuk (kelas dokumen), yaitu book atau article. Tulisan ini akan mengulas penomoran soal secara terurut dan otomatis dalam kaitannya dengan nomor bab (pada buku) atau seksi (pada artikel). Dalam contoh dokumen di bawah ini sekaligus saya gunakan pula perintah untuk penulisan jawaban dari tiap soal tersebut. Salah satu pilihan yang saya gunakan adalah makro berikut ini.

  1. \newcounter{problem}
  2. \newcounter{solution}
  3. \newcommand\soal{%
  4.   \stepcounter{problem}%
  5.   \textbf{\color{blau} Soal \thechapter.\theproblem}~%
  6.   \setcounter{solution}{0}%
  7. }
  8. \newcommand\jawab{%
  9.   \textbf{\color{blau} Jawaban}\par%
  10. }

Bila makro ini digunakan dalam artikel maka pada baris 5, \thechapter diganti oleh \thesection. Karena penomoran ini melibatkan nomor bab atau nomor seksi, maka perintah \soal dan \jawab akan berfungsi setelah dimuat perintah judul bab \chapter{...} atau judul seksi \section{...}
Masih pada baris 5, label nomor soal dan butir soal terletak sebaris (inline) tetapi disekat jarak oleh kode ~. Jarak ini dapat diatur, misalnya dengan menggunakan ~~ atau \hspace{...}. Jika ingin butir soal terletak pada baris baru maka kita gunakan \par.
Tentang pewarnaan dapat kita gunakan paket xcolor. Dalam contoh ini, warna blau yang saya gunakan ditetapkan oleh
\definecolor{blau}{RGB}{17,94,140}
Berikut ini pengkodean untuk contoh pada gambar di atas. 
\chapter{Nilai Mutlak}

\soal Selesaikan $\ds| x+3|\le 5$.

\jawab 
$\ds| x+3|\le 5$ jika dan hanya
\begin{align*}
-5 &\le x + 3\le 5\\
-8 &\le x \le 2 && \text{Kurangi oleh 3}\
\end{align*}

Dalam notasi interval, penyelesaiannya adalah $\ds\left[-8, 2\right]$.

\soal Selesaikan $\ds| 3x + 2| < 1$.

\jawab 
$\ds| 3x + 2| < 1$ jika dan hanya
\begin{align*}
-1 &< 3x + 2 < 1\\
-3 &< 3x < -1 && \text{Kurangi oleh 2}\\
-1 &< x < -\frac{1}{3} && \text{Bagi oleh 3}
\end{align*}

Dalam notasi interval, penyelesaiannya adalah $\ds\left(-1, -\frac{1}{3}\right)$.

\soal Selesaikan $\ds| 5-3x| < 2$.

\jawab 
$\ds| 5-3x| < 2$ jika dan hanya
\begin{align*}
-2 &< 5-3x < 2\\
-7 &< -3x < -3 && \text{Kurangi oleh 5}\\
\frac{7}{3} &> x > 1 && \text{Bagi oleh $-3$}
\end{align*}

Dalam notasi interval, penyelesaiannya adalah $\ds\left(1, \frac{7}{3}\right)$.
Soal-soal dan jawabannya tersebut adalah bagian dari dokumen yang saya susun, berupa terjemahan dari Mendelson, Elliot. 1988. Schaum's Outline Series: 3000 Solved Problems in Calculus. New York: McGraw-Hill Companies, Inc.
Berikut ini satu halaman dari dokumen tersebut yang memuat soal pada gambar di atas.

Demikian semoga bermanfaat. 

Adjie Gumarang Pujakelana 2015




Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...