Mukadimah
Konsep matematis terhadap suatu jajaran atau barisan bilangan tertentu sering kali menampilkan ``keindahan''. Kadang, dalam suatu barisan bilangan, tidak nampak secara langsung bahwa itu merupakan suatu barisan aritmetika. Namun, setelah proses pengurutan beda-bedanya secara bertahap, pada akhirnya diperoleh bahwa dalam tingkatan tertentu nilai dari beda-beda itu tetap (konstan). Itulah yang disebut barisan/deret bilangan bertingkat.
Perhatikan gambar di samping, sebagai contoh. Secara visual-kontekstual, bilangan-bilangan dalam barisan tersebut dapat berupa susunan berbentuk segitiga dari batang-batang korek api (match). Kemudian dalam penyelesaiannya dapat ditampilkan pola-polanya seperti tampak pada gambar tersebut.
Apakah sudah terbayang bagaimana Anda membuatnya? Bagaimana membuat dan menyusun batang-batang korek api itu?
Ya, Anda akan membuatnya dengan menggunakan paket tikz.
Menggambar dan Menyusun Batang Korek Api
\usepackage{tikz}
\usetikzlibrary{decorations.pathreplacing}
Kemudian untuk menggambar batang korek api, kita pinjam saja makro yang telah dihadiahkan oleh pakar Mark Wibrow di forum sebagai berikut.
\pgfdeclaredecoration{match stick}{draw}{
\state{draw}[width=\pgfdecoratedinputsegmentlength]{
\tikzset{x=\pgfdecoratedinputsegmentlength/10, y=\pgfdecorationsegmentamplitude/2}
\begin{scope}[transparency group, match shadow/.try]
\path [fill=match shadow, match stick path/.try];
\path [fill=match shadow, match head path/.try];
\end{scope}
\path [match stick/.try, match stick path/.try];
\path [match head/.try, match head path/.try];
}
}
\tikzset{
match/.style={
decoration={match stick, amplitude=2pt}, decorate
},
% The match stick is scaled so that
% 1 x-unit = \pgfdecoratedinputsegmentlength/10
% 1 y-unit = \pgfdecorationsegmentamplitude/2
match stick path/.style={
insert path={(1.375,-1) rectangle (8.375,1)}
},
match head path/.style={
insert path={(8.375,0) ellipse [x radius=0.625, y radius=1.25]}
},
match shadow color/.code=\colorlet{match shadow}{#1},
match shadow color=gray,
match shadow/.style={
transform canvas={shift=(330:1pt)},
opacity=0.5,
},
match stick/.style={
fill=yellow
},
match head/.style={
fill=red
}
}
Makro tersebut menetapkan perintah match, sebagai opsi dalam perintah \draw, untuk setiap batang korek api yang kita buat/susun.
Sekarang Anda telah siap untuk menggambar batang-batang korek api itu dan menyusunnya dalam bentuk segitiga. Perhatikan Gambar 1. Mula-mula Anda berada pada koordinat (0,0) sebagai pangkal dari batang korek api. Kemudian (Anda gunakan koordinat kutub) Anda letakkan ``kepala'' batang korek api itu dalam arah 60∘ dengan panjang 1cm. Sambungkan/hubungkan batang korek api kedua dengan pangkal di titik itu dan berujung pada koordinat (1,0). Batang korek api ketiga berpangkal di (0,0) dan berujung di (1,0). Anda tuliskan itu sebagai berikut.
\begin{tikzpicture}
\path[match] (0:0)--(60:1)--(0:1) (0:0)--(0:1);
\end{tikzpicture}
Sekarang perhatikan Gambar 2. Pandanglah ``segitiga besar'' (bagian luar) yang sisi-sisinya tersusun oleh dua batang korek api.
- \begin{tikzpicture}
- \path[match] (0,0)--(60:1)--(60:2)%sisi kiri
- (0:0)--(0:1)--(0:2) %sisi bawah
- (60:2)--([shift={(60:2)}]-60:1)--([shift={(60:2)}]-60:2) %sisi kanan
- (60:1)--([shift={(60:1)}]0:1) %tengah atas
- (60:1)--([shift={(60:1)}]-60:1)%tengah kiri
- (0:1)--([shift={(0:1)}]60:1);%tengah kanan
- \end{tikzpicture}
Sisi kiri (dalam arah 60∘) Anda buat dengan menghubungkan tiga koordinat tersebut. Sisi bawahnya juga demikian (lihat baris 3).
Untuk menggambar sisi kanan (perhatikan baris 4), pusat koordinat Anda berada pada koordinat (60∘:2), oleh opsi shift. Anda rangkaikan ketiga koordinat tersebut.
Sekarang Anda akan menggambar ``segitiga kecil'' (bagian tengah). Mula-mula sisi atasnya (perhatikan baris 5), pusat koordinat Anda berada pada koordinat (60∘:1). Anda hubungkan kedua koordinat itu. Demikian seterusnya (baris 6 dan 7) untuk kedua sisi lainnya.
Bagaimana untuk Gambar 3 dan 4? Anda dapat mencoba untuk menggambarnya, bukan?
Dalam penyelesaian masalah tersebut, banyak batang korek api dalam setiap pola itu dinyatakan oleh bilangan (perhatikan Gambar 5).
- \begin{tikzpicture}[scale=.8]
- \draw[thick,Red3] (0,0) circle (.4) node[black] {3};
- \draw[thick] (1.5,0) circle (.4) node[] {9};
- \draw[thick] (3,0) circle (.4) node[] {18};
- \draw[thick] (4.5,0) circle (.4) node[] {30};
- \end{tikzpicture}
Dalam jarak tertentu (misalnya 1.5cm), Anda buat lingkaran berjari-jari 0.4cm kemudian pada pusatnya Anda isi oleh node berupa teks, yaitu banyak batang korek api itu.
Untuk menandai perubahan nilai/banyak batang korek api (mencari beda), Anda membuat ``garis lengkung'' antara dua koordinat dengan menetapkan satu koordinat tempat melengkungkannya. Hal itu (dengan mudah) dapat dibuat berkat perintah parabola bend.
\draw[thick,-stealth] (0,-.5) parabola bend (.7,-.75) (1.5,-.5) ;
Lingkaran pertama berpusat di (0,0) dan lingkaran kedua berpusat di (1.5,0) sedangkan tiap jari-jarinya 0.4cm. Oleh karena itu pangkal dan ujung garis lengkung itu dapat ditetapkan ``turun'' 0.5cm dari pusat kedua lingkaran itu dan melengkung pada koordinat (0.7,−0.75). Sedangkan tanda panahnya ditetapkan oleh opsi -stealth. Kedua garis lengkung bertanda panah berikutnya ditetapkan oleh
\draw[thick,-stealth] (1.5,-.5) parabola bend (2.22,-.75) (3,-.5) ;
\draw[thick,-stealth] (3,-.5) parabola bend (3.72,-.75) (4.5,-.5) ;
Selanjutnya penamaan a (lihat Gambar7) dengan garis penanda dapat dibuat berkat opsi pin oleh perintah node.
\node[pin={[pin edge={PineGreen},pin distance=.3cm]200:{$a$}}] at (-.18,-.18) {};
Berawal dari suatu koordinat, misalnya, (−0.18,−0.18) Anda tetapkan letak ke arah 200∘ yang dihubungkan oleh ruas garis sepanjang 0.3cm dan pada letak itu diisi oleh teks a.
Nah, dengan demikian, Anda sudah dapat membayangkan dan membuat gambar seperti tampak pada Gambar 8, bukan?
Penutup
Saya rasa yang perlu dikukuhkan adalah pemahaman tentang penggunaan koordinat kutub dan ``imajinasi'' tentang ``pusat koordinat'' dalam penggunaan koordinat kutub itu. Terakhir, penulis tunjukkan kepada Anda masalah beserta penyelesaiannya terkait barisan bilangan bertingkat tersebut.
Demikian semoga bermanfaat.
◻ Adjie Gumarang Pujakelana 2019
No comments:
Post a Comment