Tuesday, June 14, 2016

Gambar "Sederhana"

Mukadimah

Kemarin saya disodori gambar seperti tampak di samping ini. Menarik, bukan?
Kita diajak untuk menandai (dengan warna atau arsiran) suatu daerah yang dibatasi oleh dua ruas garis lurus dan satu busur seperempat lingkaran (kenapa?)
Kita dapat membuat gambar tersebut dengan menggunakan paket TikZ.
Sebagai pembanding, dapat pula Anda baca beberapa tulisan yang bertalian dengan hal ini, yaitu:


Menggambar Segitiga ABC

Kita ikuti "coretan" pada gambar di atas bahwa panjang AB=2=BC, sehingga kita dapat menempatkan titik B pada koordinat (0,0), titik C pada (2,0), dan titik A pada (0,2). Dengan demikian, secara ringkas, segitiga ABC kita gambar oleh 
\draw[thick] 
(0,0) coordinate (B) node[below] {B} --
(2,0) coordinate (C) node[right] {C} --
(0,2) coordinate (A) node[above] {A} --cycle;
Hasilnya tampak pada Gambar 1 dalam dokumen terlampir di bawah ini. Jelas bahwa ABC siku-siku dan sama kaki itu mengakibatkan besar sudut ACB=BAC=45.


Menggambar Busur BD

Pada suatu arah putar, kita akan menggambar busur BD, yang berjalan dari titik B ke titik D sejauh DCB dengan pusat di titik C. Mengacu pada sumbu CX+, titik B diperoleh dari suatu titik pada CX+ dengan memutarnya sejauh 180 dan titik D diperoleh dari suatu titik pada CX+ dengan memutarnya sejauh 135 (karena DCB=ACB=45). Dalam koordinat kutub dengan jari-jari 2cm, kita gambar busur BD oleh
\draw[thick] (B) arc(180:135:2cm) node[black,above,xshift=.1cm] {D};
dan sekaligus menamai titik ujungnya sebagai D. Hasilnya dapat dilihat pada Gambar 2 dalam dokumen terlampir.


Menggambar Busur BE

Dengan pemahaman seperti tadi, kita akan menggambar busur BE, yang berjalan dari titik B ke titik E sejauh BAC dengan pusat di titik A. Mengacu pada sumbu AX+, titik B diperoleh dari suatu titik pada AX+ dengan memutarnya sejauh 270 dan titik E diperoleh dari suatu titik pada AX+ dengan memutarnya sejauh 315 (karena BAE=BAC=45). Dalam koordinat kutub dengan jari-jari 2cm, kita gambar busur BE oleh
\draw[Crimson,thick] (B) arc(270:315:2cm) node[black,above,xshift=.1cm] {E};
dan sekaligus menamai titik ujungnya sebagai E. Hasilnya dapat dilihat pada Gambar 3 dalam dokumen terlampir.


Arsiran

Perhatikan daerah ABD pada gambar di atas. Daerah itu dilingkupi oleh ruas garis ¯AB, busur BD, dan ruas garis ¯DA. Oleh karena itu perintah untuk menggambar busur BD kita gunakan kembali tetapi dalam hal ini dalam perintah path, agar ruas garisnya tidak tercetak dua kali. (Untuk mengarsir kita harus memuat kepustakaan TikZ, patterns, di dalam mukadimah.) Perintah untuk mengarsir daerah ABD adalah
\path[pattern=north east lines] (A)--(B) arc(180:135:2cm)--cycle;
Hasilnya tampak pada pada Gambar 4 dalam dokumen terlampir.

Daerah CBE dilingkupi oleh ruas garis ¯CB, busur BE, dan ruas garis ¯EC. Oleh karena itu perintah untuk menggambar busur BE kita gunakan kembali tetapi dalam perintah path. Perintah untuk mengarsir daerah CBE adalah
\path[pattern=north east lines] (C)--(B) arc(270:315:2cm)--cycle;
Hasilnya tampak pada pada Gambar 5 dalam dokumen terlampir.


Tanda Sudut Siku-siku

Untuk menandai sudut siku-siku kita harus memuat kepustakaan TikZ, calc, angles, dan quotes di dalam mukadimah (preamble). Untuk hal ini saya gunakan makro (yang dicantumkan di dalam mukadimah) sebagai berikut.
\newcommand{\siku}[4][.15cm]% #1=size (optional), #2-#4 three points: \angle #2#3#4
{\coordinate (tempa) at ($(#3)!#1!(#2)$);
 \coordinate (tempb) at ($(#3)!#1!(#4)$);
 \coordinate (tempc) at ($(tempa)!0.5!(tempb)$);%midpoint
 \draw[darkgray] (tempa) -- ($(#3)!2!(tempc)$) -- (tempb);
}
Kemudian dalam penggunaanya (dalam arah berlawanan dengan arah putar jarum jam) dinyatakan oleh
\siku{C}{B}{A}


Penutup

Berikut ini pengkodean selengkapnya untuk membuat gambar tersebut dan hasilnya seperti tampak pada Gambar 6.
Demikian semoga tulisan ini bermanfaat.

\documentclass[10pt]{article}
\usepackage[a4paper,margin=2cm]{geometry}
\usepackage[svgnames,dvipsnames]{xcolor}
\usepackage[indonesian]{babel}
\usepackage{charter}
\usepackage{tikz}
\usetikzlibrary{patterns}
%-------------------------------------------
\usetikzlibrary{calc,angles,quotes}
\newcommand{\siku}[4][.15cm]% #1=size (optional), #2-#4 three points: \angle #2#3#4
{\coordinate (tempa) at ($(#3)!#1!(#2)$);
 \coordinate (tempb) at ($(#3)!#1!(#4)$);
 \coordinate (tempc) at ($(tempa)!0.5!(tempb)$);%midpoint
 \draw[darkgray] (tempa) -- ($(#3)!2!(tempc)$) -- (tempb);
}
%-------------------------------------------
\pagestyle{empty}

\begin{document}

\centering
\begin{tikzpicture}[scale=2]
\draw[thick] 
(0,0) coordinate (B) node[below] {B} --
(2,0) coordinate (C) node[right] {C} --
(0,2) coordinate (A) node[above] {A} --cycle;
\draw[thick] (B) arc(270:315:2cm) node[black,above,xshift=.1cm] {E};
\path[pattern=north east lines] (C)--(B) arc(270:315:2cm)--cycle;
\end{tikzpicture}
\captionof{figure}{}
\end{minipage}}%
    \hfill
\adjustbox{valign=t}{\begin{minipage}{0.45\textwidth}
\centering
\begin{tikzpicture}[scale=2]
\draw[thick] 
(0,0) coordinate (B) node[below] {B} --
(2,0) coordinate (C) node[right] {C} --
(0,2) coordinate (A) node[above] {A} --cycle;
\draw[thick] (B) arc(180:135:2cm) node[black,above,xshift=.1cm] {D};
\path[pattern=north east lines] (A)--(B) arc(180:135:2cm)--cycle;
\draw[thick] (B) arc(270:315:2cm) node[black,above,xshift=.1cm] {E};
\path[pattern=north east lines] (C)--(B) arc(270:315:2cm)--cycle;
\siku{C}{B}{A}
\end{tikzpicture}

\end{document}

Adjie Gumarang Pujakelana 2016


3 comments:

Gunanto said...

Keren.. saya mempraktekkan yang membuat sudut simbol siku-siku, dan hari ini baru berhasil. Terima kasih Pak..

Gunanto said...

Sepertinya kurang \usepackage{caption} ya Pak?

Eman Sulaeman said...

Karena pengkodean itu hanya untuk satu gambar, seperti tampak pada Gambar 6.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...