Showing posts with label beamer. Show all posts
Showing posts with label beamer. Show all posts

Saturday, June 6, 2015

Wronki

Lagi tidak ada pekerjaan, saya berjalan-jalan, eh ... bertemu dengan selingkung (template) Beamer yang memikat. Ini karya dari kaszkowiak.eu, yang "kaya warna" dan berlatar gelap. Seperti disebutkan oleh pembuatnya, sekilas orang tidak akan segera tahu bahwa presentasi yang dihasilkannya disusun oleh $\small\LaTeX$. Itu disebabkan oleh tampilan presentasinya yang berbeda dengan hasil dari selingkung Beamer pada umumnya. 

Penyusunan presentasi ini menggunakan compiler $\small\textrm{Lua}\LaTeX$, sehingga memungkinkan digunakannya beragam jenis huruf (font). Untuk contoh dokumen di bawah ini saya masih menggunakan jenis huruf yang ditawarkan oleh pembuat selingkung, yaitu Libel Suit dan Chinatoo dari Dafont.

Dalam penggunaannya saya uji dengan memuat materi catur. Sumber materi ini adalah penelitian (riset) kepelatihan FIDE, yaitu Knight endings and Pawn endings: the difference, sebuah tulisan dari Vereslav EingornUntuk menyusunnya saya gunakan $\small\TeX\, \textrm{Live 2014}$.
Sesuai dengan sifat dari jenis huruf yang digunakan, pembuat selingkung menyiasati cara untuk teks dalam bentuk tebal (bold) dan miring (italic). Perintah \textbf{...} menghasilkan teks berwarna hitam dengan latar putih, sedangkan perintah \textit{...} menghasilkan teks berwarna "hijau daun pisang". Dengan demikian pada naskah catur tersebut, untuk langkah utama saya gunakan perintah \textit{...} agar berbeda dengan langkah variasi.
Selain itu, untuk diagram papan catur perlu saya atur ulang pewarnaan petak dan buahnya agar bersesuaian dengan latar frame yang berwarna hitam.
Dalam memadukan jenis huruf teks dan penggunaan paket xskak dan chessboard dalam selingkung oleh $\small\textrm{Lua}\LaTeX$ ini ternyata saya harus meniadakan paket fontenc.

Nah, selanjutnya saya tunjukkan pengkodean selengkapnya untuk Anda pelajari, beserta dokumen yang dihasilkannya. Sumber selingkung (template) ini dapat Anda unduh di sini
Demikian semoga bermanfaat. 

Adjie Gumarang Pujakelana 2015
\PassOptionsToPackage{dvipsnames,svgnames}{xcolor} 
\PassOptionsToPackage{colorlinks,link color=RosyBrown, url color=RosyBrown}{hyperref}
\documentclass[hyperref={pdfpagemode=FullScreen},xcolor=dvipsnames]{beamer}
%http://kaszkowiak.eu/wronki-a-new-beamer-template/
\usepackage[utf8]{inputenc}
\usepackage[indonesian]{babel} 
\usetheme{Wronki}
%----------------------------------------------
%\usepackage[T1]{fontenc}
\usepackage{chessboard}
\usepackage{xskak}
%\setboardfontencoding{LSBC4}
%----------------------------------------------
\usepackage{adjustbox}
\usepackage{ragged2e}
\justifying

\title{Permainan Akhir Kuda dan \\\textbf{Permainan Akhir Bidak}\\ \textit{Perbedaannya}}
\author{Viacheslav Eingorn \& Adjie Gumarang Pujakelana}

\begin{document}

\kTitleFrame

\kTOCFrame{Tinjauan}

\begin{frame}
\begin{alertblock}{Gagasan}
Kalimat ``Permainan akhir Kuda adalah permainan akhir bidak'' dikenal sebagai rumus Botwinnik dan (menurut Dvoretsky) itu berarti bahwa sebagian besar teknik permainan akhir bidak sama berlaku pada permainan akhir Kuda. Perbandingan ini timpang (\textit{lame}). Beberapa contoh berikut ini menunjukkan sifat lain dari posisi tersebut dalam aspek yang sangat berbeda, tetapi ada juga satu fitur umum yang layak untuk mendapatkan perhatian Anda: \textit{tanpa Kuda hasil dari setiap permainan yang dipilih dapat diperkirakan dengan mudah sementara dengan Kuda di atas papan Anda tidak mendapatkan gambaran yang jelas dalam pikiran}.
\end{alertblock}
\end{frame}

\section{Keuntungan dari posisi raja mungkin bukan faktor yang menentukan}

\kSectionFrame{butterfly}{Keuntungan dari posisi raja mungkin bukan faktor yang menentukan}

\subsection{Contoh 1}

\begin{frame}
    \frametitle{Contoh 1}
\adjustbox{valign=t}{\begin{minipage}[t]{0.46\textwidth}
{\bfseries Alburt L. : Kholmov R.}, Daugavpils 1978
\styleB
\newchessgame[id=A,
  setfen=8/6k1/4Knp1/5p1p/3N1P1P/6P1/8/8 w - - 0 1,
  moveid=57b]
\def\mycolor{white}
\chessboard[smallboard,moverstyle=triangle,
whitepiececolor=PaleGreen!40,
blackpiececolor=Chocolate,
setfontcolors]

Tanpa Kuda: menang mudah untuk Putih.\\
Dengan Kuda: imbang.
\end{minipage}}\hfill
%
\adjustbox{valign=t}{\begin{minipage}[t]{0.44\textwidth}
Kelemahan yang terlihat dari bidak g3 tidak harus menyesatkan siapa pun: duduk di sudut raja Hitam terancam oleh mat atau mutlak kehilangan bidak.\\
\textit{\mainline{57...Ng8}}\\
Untuk saat ini, ini merupakan salah satu dari dua lanjutan yang sesuai. Jalur yang lebih sederhana adalah \variation[invar]{57...Ne4}, misalnya \variation{58.Ke7 Ng3 59.Ne6 Kh7! 60.Kf7 Ne4 61.Nf8 Kh6 62.Ng6 Nc3 63.Ne7 Ne2 64.Ng8 Kh7 65.Nf6 Kh6 66.Nd5 Nd4 67.Ne3 Ne2 68.Ng2 Ng1 69.Kf6 Nf3 70.Kf5 Kg7} dan Putih tidak bisa menang.
\end{minipage}}\hfill
\end{frame}

\begin{frame}
\textit{\mainline[outvar]{58.Nb5 Nf6 59.Nc7 Ng8?}}\\
Bukan begitu! Begini \variation[invar]{59...Ne4 60.Ke7 Ng3 61.Ne6 Kh7} adalah wajib.\\
\textit{\mainline[outvar]{60.Ne8 Kf8 61.Nf6 Nh6 62.Nd7 Kg7 63.Ke7 Ng8}}\\
Juga buruk bagi Hitam adalah \variation[invar]{63...Ng4 64.Nf8 Nf2 65.Ne6 Kh7 66.Kf7 Ne4 67.Ng5 Kh8 68.Kg6}.\\
\textit{\mainline[outvar]{64.Ke8 Nh6 65.Nf8 Kf6 66.Nh7 Kg7 67.Ng5 Ng4 68.Ke7 Nf2 69.Ne6 Kg8}}\\
Atau \variation[invar]{69...Kh6 70.Kf7} dan kemudian 71 \king g8, 72 \knight g5, 73 \knight f7 \#.\\
\textit{\mainline[outvar]{70.Kf6 Ne4 71.Kg6 Ng3 72.Nd4 Kf8 73.Nf5 Ne2 74.Kg5}}\\ 
\textbf{1 : 0}
\end{frame}

\section{Arti dari setiap bidak bebas mungkin jauh lebih penting}

\kSectionFrame{butterfly2}{Arti dari setiap bidak bebas mungkin jauh lebih penting}

\subsection{Contoh 2}

\begin{frame}
    \frametitle{Contoh 2}
\adjustbox{valign=t}{\begin{minipage}[t]{0.46\textwidth}
{\bfseries Barcza G. : Simagin V.}, Budapest 1949
\styleB
\newchessgame[id=B,
  setfen=6k1/p5pp/8/8/2NpnP2/6P1/P6P/6K1 w - - 0 1,
  moveid=39b]
\def\mycolor{white}
\chessboard[smallboard,moverstyle=triangle,
whitepiececolor=PaleGreen!40,
blackpiececolor=Chocolate,
setfontcolors]

Kuda adalah pemain tim dan dengan langkah berikutnya Hitam merakit semua kekuatan bersamaan.
\end{minipage}}\hfill
%
\adjustbox{valign=t}{\begin{minipage}[t]{0.44\textwidth}
\textit{\mainline{39...Kf7! 40.Ne5?}}\\ 
Dengan memainkan \variation[invar]{40.Nb2 Ke6 41.Kg2 Kd5 42.Kf3} Putih dapat mencoba untuk membentuk pertahanan, tetapi ia mengikuti rencana lain.\\
\textit{\mainline[outvar]{40...Ke6 41.Nc6 Kd5 42.Na7 d3 43.Kf1}}\\
Sekarang teknik Kuda yang khas akan ditunjukkan: tidak ada kesamaan dengan permainan akhir bidak!\\
\textit{\mainline{43...Nc3!}}\\
Hitam membuat Kuda lawannya menjauh dari bidak ``d'' yang akan dinobatkan.\\
\textit{\mainline{44.Ke1 Kd4 45.Kd2 Ne4 46.Kc1 Nd6! 47.Kd2 Nc4 48.Kc1 d2 49.Kc2 Ke3 50.Nb5 Na3!}}\\
\textbf{0 : 1}
\end{minipage}}\hfill
\end{frame}

\section{Berlebih bidak mungkin berguna dalam posisi dengan materi terbatas}

\kSectionFrame{dragon}{Berlebih bidak mungkin berguna dalam posisi dengan materi terbatas}

\subsection{Contoh 3}

\begin{frame}
    \frametitle{Contoh 3}
\adjustbox{valign=t}{\begin{minipage}[t]{0.46\textwidth}
{\bfseries Kasparov G. : Adams M.}, Linares 1999
\styleB
\newchessgame[id=C,
  setfen=6k1/8/7p/1p6/3N4/P1n3PP/7K/8 w - - 0 1,
  moveid=48b]
\def\mycolor{white}
\chessboard[smallboard,moverstyle=triangle,
whitepiececolor=PaleGreen!40,
blackpiececolor=Chocolate,
setfontcolors]

Tanpa Kuda: menang mudah untuk Putih.\\
Dengan Kuda: imbang.
\end{minipage}}\hfill
%
\adjustbox{valign=t}{\begin{minipage}[t]{0.44\textwidth}
Posisi Hitam adalah sulit tetapi bukan tanpa harapan.\\
\textit{\mainline{48...h5?}}\\
Ini adalah gagasan yang tepat pada waktu yang salah! Jalur yang benar adalah \variation[invar]{48...Kg7 49.g4} (atau \variation{49.Kg2 Kf6 50.Kf3 Ke5 51.Nc6 Kf6 52.Na7 h5 53.Ke3 b4 54.Kd3 h4 55.g4 Nd5 56.axb4 Nf4 57.Ke3 Nh3}) \variation{49...Kf6 50.Kg3 Ke5} (mengendali Kuda Putih menjauh dari posisi serangan) \variation{51.Nc6 Kf6 52.Nb4} (\variation{52.Na7 h5}$=$) \variation{52...h5}.\\
\textit{\mainline[outvar]{49.h4?}}\\
Balas budi. Hitam akan menghadapi masalah yang tak terpecahkan dalam hal \variation[invar]{49.Kg2! Kf7 50.Kf3 Kf6 51.Ke3 and 52.Kd3}.
\end{minipage}}\hfill
\end{frame}

\begin{frame}
\textit{\mainline[outvar]{49...Kf7 50.Kh3 Kf6 51.g4 hg4 52.Kg4 Kg6}}\\
Setelah pertukaran bidak Hitam memegang kendali; namun, untuk melakukannya ia harus memainkan permainan akhir ini dengan sempurna!\\
\textit{\mainline{53.h5 Kh7}}\\
Dari pandangan manusiawi murni tampaknya lebih aman untuk mencegah raja itu keluar dari sudut (\variation[invar]{53...Kf6 54.Kh4 Kf7 55.Kg5 Ne4}), tetapi sejauh ini Hitam memiliki satu pilihan.\\
\textit{\mainline[outvar]{54.Kh4 Kg8}}\\
Berbahaya tetapi masih memungkinkan! Di sini \variation[invar]{54...Kh6 55.Nf5 Kh7 56.Nd6 Kh6 57.Kg4 Nd5! 58.Nb5 Ne3 59.Kf4 Nc4 60.a4 Kh5} adalah alternatif manusiawi terakhir.\\
\textit{\mainline[outvar]{55.h6 Kh7 56.Kh5 Ne4?}}\\
Kisah pilu. Seharusnya Hitam konsisten: \variation[invar]{56...Kh8!! 57.Kg6 Kg8 58.h7 Kh8}.\\
\textit{\mainline[outvar]{57.Nb5 Nf6 58.Kg5 Ne4 59.Kf5 Nc5 60.Ke5 Kh6}}\\
Akan sangat berguna untuk membandingkan secara rinci situasi ini dengan posisi terakhir dalam komentar untuk langkah ke-54. Sekarang Putih berada di atas!\\
\textit{\mainline{61.Kd4! Na6}}\\
Atau \variation[invar]{61...Na4 62.Nc3 Nb2 63.Nd1!} (pengorbanan paksa yang khas) \variation{63...Nd1 64.a4}. Kuda Hitam tidak dapat berjuang sendirian melawan semua pasukan Putih.\\
\textit{\mainline[outvar]{62.Kd5 Kg6 63.Nd4 Kf6 64.Kd6 Kf7 65.Ne6}}\\
\textbf{1 : 0}
\end{frame}

\section{Keuntungan posisi yang nyata mungkin belum cukup untuk kemenangan}

\kSectionFrame{lion}{Keuntungan posisi yang nyata mungkin belum cukup untuk kemenangan}

\subsection{Contoh 4}

\begin{frame}
    \frametitle{Contoh 4}
\adjustbox{valign=t}{\begin{minipage}[t]{0.46\textwidth}
{\bfseries Lasker E. : Nimzowitsch A.}, Zuerich 1934
\styleB
\newchessgame[id=D,
  setfen=6k1/pp5p/8/8/3nP3/8/PP6/1K4N1 w - - 0 1,
  moveid=35b]
\def\mycolor{white}
\chessboard[smallboard,moverstyle=triangle,
whitepiececolor=PaleGreen!40,
blackpiececolor=Chocolate,
setfontcolors]

Tanpa Kuda: menang mudah untuk Hitam.\\
Dengan Kuda: Kedudukan Hitam lebih baik.
\end{minipage}}\hfill
%
\adjustbox{valign=t}{\begin{minipage}[t]{0.44\textwidth}
Di sini akan kita lihat permainan klasik yang ``tak lekang oleh waktu'' (\textit{``evergreen''}). Hitam memiliki bidak bebas terpencil dan permainan Nimzowitsch dalam permainan akhir ini mendekati sempurna. Tetapi bisakah dia menang melawan pertahanan terbaik dari lawannya? Tidak terbukti.\\
\textit{\mainline{35...Kf7 36.Kc1 Kf6 37.Kd2 Ke5 38.Ke3 h5 39.a3}}.\\
Langsung \variation[invar]{39.Nh3} dan kemudian \variation{39...Ne6} (\variation{39...Nc2 40.Kf3 Kb4? 41.Nf4}) \variation{40.Nf2 Nf4 41.Kf3} (atau \variation{41.Nd1}) terlihat lebih logis. Tidak ada alasan untuk menyentuh bidak sayap menteri tanpa keharusan.\\
\textit{\mainline[outvar]{39...a5 40.Nh3 Nc2?!}}
\end{minipage}}\hfill
\end{frame}

\begin{frame}
\adjustbox{valign=t}{\begin{minipage}[t]{0.45\textwidth}
Ini adalah pelanggaran disiplin: Kuda Hitam bertolak untuk mencapai sesuatu secara mudah (\textit{cakewalk}), bukannya mengikuti urutan umumnya: \variation[invar]{40...Ne6 41.Nf2 Nf4}.\\
\textit{\mainline[outvar]{41.Kd3 Ne1 42.Ke2 Ng2 43.Kf3 Nh4 44.Ke3 Ng6 45.Ng5?!}}\\
Oh, kuda-kuda itu keras kepala! Putih melewatkan satu kesempatan yang baik sekali untuk bertukar bidak setelah \variation[invar]{45.b4!? axb4} (\variation{45...a4 46.Ng1!}) \variation{46.axb4}.\\
\textit{\mainline[outvar]{45...Kf6 46.Nh7 Kg7 47.Ng5 Kf6 48.Nh7 Ke7 49.Ng5 Ne5}}\\
Hitam tergesa-gesa dalam memulihkan pengendaliannya dari petak penting e5. Mungkin dia tidak menyukai variasi \variation[invar]{49...a4 50.Nf3 Kd6 51.b3! axb3 52.Nd2 Ne5 53.Nb3}.
\end{minipage}}\hfill
%
\adjustbox{valign=t}{\begin{minipage}[t]{0.45\textwidth}
\textit{\mainline[outvar]{50.Kd4 Kd6 51.Nh3?!}}\\
Di sini langkah 51 b3 diperlukan (\textit{called for}): sangat tidak aman untuk Putih berdiam diri dan membiarkan lawannya memperbaiki sayap menteri tanpa pertukaran bidak!\\
\textit{\mainline[outvar]{51...a4 52.Nf4 h4 53.Nh3}}

\def\mycolor{white}
\chessboard[smallboard,moverstyle=triangle,
whitepiececolor=PaleGreen!40,
blackpiececolor=Chocolate,
setfontcolors]
\end{minipage}}\hfill
\end{frame}

\begin{frame}
Hitam telah membuat kemajuan dan sekarang jalur sederhana \variation[invar]{53...Nc6 54.Kd3} (\variation{54.Kc4 Ke5}) \variation{54...Kc5} terlihat kuat. Namun demikian, setelah \variation{55.Ng1! Ne5 56.Kc3 b5 57.b3!} Putih berada di ambang bencana. Nimzowitsch mencoba untuk mendapatkan tempo tambahan dengan langkah ...b5.\\
\textit{\mainline[outvar]{53...b6 54.Nf4 b5 55.Nh3?!}}\\
Tentu saja, langkah Raja yang baik \variation[invar]{55.Kc3} (Dvoretsky) lebih baik. Tetapi (cukup mengejutkan dan sangat berguna sebagai pelajaran bagi kita!) bahkan setelah membuat pilihan yang lebih lemah itu sama saja Lasker membuat kemungkinan adanya ketahanan.\\
\textit{\mainline[outvar]{55...Nc6 56.Ke3?}}\\
Sekarang pertahanan Putih runtuh. Satu-satunya cara yang mungkin adalah \variation[invar]{56.Kc3 Ke5 57.Kd3}, dan kemudian setelah \variation{57...Na5 58.Ng1! Kf4 59.e5 Kf5 60.e6 Nc6 61.Kd2!} (tetapi bukan \variation{61.Kc3? Kf6}, menjadi Zugzwang) Hitam masih akan jauh dari sasaran. Izinkan saya menggambarkan perhatian Anda terhadap posisi akhir dari variasi ini: itu contoh yang bagus dari kerjasama yang baik untuk buah catur terpencil.\\
\textit{\mainline[outvar]{56...Kc5 57.Kd3 b4! 58.axb4}}\\
Pertukaran ini menyelamatkan sayap menteri tetapi membuka rute untuk raja Hitam.\\
\textit{\mainline{58...Kb4 59.Kc2 Nd4 60.Kb1 Ne6 61.Ka2 Kc4 62.Ka3 Kd4 63.Ka4 Ke4 64.b4 Kf3 65.b5 Kg2}}\\
\textbf{0 : 1}
\end{frame}

\section{Kesimpulan}

\kSectionFrame{phoenix}{Kesimpulan}

\begin{frame}
\begin{alertblock}{Kesimpulan}
Mungkin pengamat yang lebih teliti akan melihat lebih jauh perbedaan antara permainan akhir bidak dan Kuda, tetapi itu hal yang sulit. Kata kuncinya adalah ``mungkin'', sehingga kita memiliki alasan untuk mengubah (\textit{modify}) rumus Botvinnik sebagai berikut:
\begin{center} 
\textit{``Permainan akhir Kuda mungkin permainan akhir bidak.''}
\end{center}
Ini berarti bahwa sebagian besar teknik permainan akhir bidak sama berlaku pada permainan akhir Kuda, tetapi tidak ada jaminan hasilnya sama.
\end{alertblock}
\end{frame}

\section{Rujukan}

\kSectionFrame{dragon}{Rujukan}

\begin{frame}[t]
\frametitle{Rujukan}
\begin{thebibliography}{9}
\setbeamertemplate{bibliography item}[online]
\bibitem{A} Eingorn. 2015. \textit{Knight endings and Pawn endings: the difference}, \url{http://trainers.fide.com/surveys.html}, \\
(diakses 4 s.d. 6 Juni 2015)
\end{thebibliography}
\end{frame}

\kQuestionsFrame{\textit{Terimakasih!}}

\end{document}%--------------------------------------------------
:



Thursday, April 2, 2015

Rumus Kimia dalam Dr. Bunsen

Saya akan memperkenalkan satu lagi tema BeamerKali ini datang dari Dr. Bunsen. Perhatikan halaman depannya di samping ini, cantik bukan?
Tema Bunsen ini disusun oleh XeLaTeX sehingga kita dapat memuat dan menggunakan jenis huruf yang kita inginkan. Dalam contoh dokumen di bawah ini saya masih menggunakan tema aslinya, termasuk gambar di halaman depan (front page) dan jenis hurufnya.

Meskipun "di luar jalur", Kimia selalu menarik minat saya. Saya gunakan tema ini untuk menyusun terjemahan dari paket mhchem karya Martin Hensel. Ini adalah (salah satu pilihan dalam $\small\LaTeX$) paket untuk menuliskan rumus, molekul, dan penamaan bahan kimia. Tak seluruhnya saya terjemahkan, hanya bagian yang berkaitan dengan teknis penulisannya saja. Dokumentasi paket ini seutuhnya dapat Anda unduh di sini.

Untuk dapat "menikmati" presentasi a la Beamer ini, saya sarankan Anda menggunakan Adobe Reader. Setelah dokumen ini terbuka, pilihlah menu View > Full Screen Mode. Berikut ini dokumennya, yang saya susun melalui Online LaTeX Editor ShareLaTeX
Demikian semoga bermanfaat.

Adjie Gumarang Pujakelana 2015



Sunday, August 3, 2014

Standar Guru di Inggris

Tulisan ini saya angkat sebagai bahan perbandingan, terutama untuk para guru di Indonesia. Sebelumnya saya sudah menuliskan tentang hal ini di sini. Kali ini saya menampilkannya dalam $\small\LaTeX$ dengan kelas dokumen Beamer.
Pada dokumen ini saya kembali menggunakan tema dan warna tema seperti yang telah saya terbitkan di sini. Unsur-unsur yang saya tambahkan adalah:
  • meletakkan gambar pada sudut kanan-bawah pada tiap frame (slide).
    \usepackage{mwe}
    \logo{\fbox{\includegraphics[width=1.5cm]{Pujakelana}}}
  • teks jajar kiri-kanan (justifying), kecuali dalam pengurutan (enumerate/itemize)
    \usepackage{ragged2e}
    \justifying
    \setlength{\parindent}{2em}
  • satu judul (frametitle) untuk beberapa frame
    \makeatletter
    \setbeamertemplate{frametitle continuation}{\gdef\beamer@frametitle{}}
    \makeatother
  • menggunakan font family Utopia untuk teks dan Computer Modern untuk modus Matematika. (Daftar nama font selengkapnya dapat Anda unduh di sini.)
    \renewcommand\rmdefault{put}
    \renewcommand\mathfamilydefault{cmr}
Selain itu, karena muatan teks yang agak panjang, sehubungan dengan urutan ketiga pada tambahan di atas, saya gunakan pilihan allowframebreaks
\begin{frame}[allowframebreaks]
\frametitle{............}
... teks ...
\end{frame}
dan pemisah frame
\framebreak
Dokumen di bawah ini saya susun melalui Online LaTeX Editor ShareLaTeX.
Demikian semoga tulisan ini bermanfaat, terutama, untuk rekan-rekan guru di Indonesia.

Adjie Gumarang Pujakelana 2014
\documentclass[compress,red]{beamer}
\mode {
\usetheme{Warsaw}
\usecolortheme{whale}
}
\usepackage[utf8]{inputenc}
\usepackage[T1]{fontenc}
\renewcommand\rmdefault{put}
\renewcommand\mathfamilydefault{cmr}
\usefonttheme{serif}

\usepackage{mwe}
\logo{\fbox{\includegraphics[width=1.5cm]{Pujakelana}}}

\usepackage{ragged2e}
\justifying
\setlength{\parindent}{2em}

\usepackage[indonesian]{babel}
\usepackage{graphicx} % untuk menyertakan gambar
\usepackage{booktabs} % untuk menggunakan \toprule, \midrule and \bottomrule pada tabel
\usepackage{pifont}

\makeatletter
\setbeamertemplate{frametitle continuation}{\gdef\beamer@frametitle{}}
\makeatother

%----------------------------------------------------------------------------------------
%   TITLE PAGE
%----------------------------------------------------------------------------------------

\title[Standar Guru]{Standar Guru di Inggris} % Judul singkat muncul di bagian bawah setiap slide, judul lengkap hanya pada halaman judul

\author{Sulaeman, S.Pd.} % Nama Anda
\institute[Sumbawa] 
{
SMK Negeri 2 Sumbawa Besar \\ 
\medskip
\textit{kalakaypalid@gmail.com} % Your email address
}
\date{\today} % Tanggal dapat diubah 

\begin{document}

\begin{frame}[plain,t]
\titlepage % Menampilkan halaman judul sebagai slide pertama
\end{frame}

\begin{frame}
\frametitle{Tinjauan} 
\tableofcontents % Daftar Isi yang menampilkan \section dan \subsection
\end{frame}

%----------------------------------------------------------------------------------------
%   SLIDE PRESENTASI
%----------------------------------------------------------------------------------------

%------------------------------------------------
\section{MUKADIMAH} 

\begin{frame}
\frametitle{Mukadimah}
Guru menjadikan pendidikan terhadap para siswanya sebagai perhatian utama, dan bertanggung jawab untuk mencapai standar setinggi mungkin dalam pekerjaan dan perilaku. Guru bertindak dengan kejujuran dan integritas, memiliki pengetahuan mata pelajaran yang kuat, mempertahankan pengetahuan dan keterampilan sebagai guru yang terbarukan (\emph{up-to-date}) dan kritis terhadap diri sendiri, menjalin hubungan profesional yang positif, dan bekerja dengan orang tua siswa demi kepentingan terbaik bagi siswa.
\end{frame}

\section{PENGAJARAN} 

\begin{frame}[allowframebreaks]
\frametitle{Pengajaran}
Seorang guru harus:
\begin{enumerate}
\item {\bfseries Menetapkan harapan tinggi yang menimbulkan inspirasi, motivasi dan tantangan terhadap siswa}
    \begin{itemize}
    \item Menciptakan lingkungan yang aman dan mendorong (\emph{stimulating}) bagi siswa, berakar pada saling menghormati
    \item Menetapkan tujuan yang luas dan menantang siswa dari semua latar belakang, kemampuan, dan kebiasaan
    \item Menunjukkan secara konsisten sikap positif, norma, dan perilaku yang diharapkan siswa
    \end{itemize}
\item {\bfseries Meningkatkan kemajuan dan hasil baik yang diper-

oleh siswa}
\begin{itemize}
    \item Bertanggung jawab terhadap pencapaian, kemajuan, 
    
    dan hasil siswa
    \item Menyadari kemampuan dan pengetahuan siswa sebelumnya, dan merencanakan pengajaran yang dibangun atas dasar hal tersebut
    \item Memandu siswa untuk menunjukkan kemajuan yang telah mereka buat dan kebutuhan mereka yang muncul
    \item Menunjukkan pengetahuan dan pemahaman tentang cara siswa belajar dan dampaknya terhadap pengajaran
    \item Mendorong siswa untuk memiliki sikap bertanggung jawab dan teliti dalam bekerja dan belajar
    \end{itemize}

\item {\bfseries Menunjukkan pengetahuan yang baik tentang mata pelajaran dan kurikulum}
\begin{itemize}
    \item Memiliki pengetahuan yang terjamin atas (satu atau beberapa) mata pelajaran yang relevan dan ruang 
    
    lingkup kurikulum, mengembangkan dan mempertahankan minat siswa terhadap mata 
    
    pelajaran, dan mengatasi kesalahpahaman siswa
    \framebreak
    \item Menunjukkan pemahaman kritis terhadap perkem-
    
    bangan mata pelajaran dan ruang lingkup kurikulum, 
    
    dan meningkatkan nilai prestasi akademik (\emph{scholarship})
    \item Menunjukkan pemahaman dan tanggung jawab dalam meningkatkan standar tinggi terhadap kecakapan menulis dan membaca (\emph{literacy}) , berbicara (\emph{articulacy}), dan penggunaan Bahasa Inggris baku yang benar, apa pun mata pelajaran spesialis guru
    \item Dalam pengajaran dasar membaca, menunjukkan pemahaman yang jelas terhadap sistematik, sintetik, fonetik
    \item Dalam pengajaran dasar matematika, menunjukkan pemahaman yang jelas terhadap strategi pengajaran 
    
    yang sesuai
    \end{itemize}
    
\item {\bfseries Merencanakan dan mengajarkan pelajaran dengan terstruktur secara benar}
\begin{itemize}
    \item Menanamkan pengetahuan dan mengembangkan pemahaman dengan menggunakan jam pelajaran 
    
    yang efektif
    \item Meningkatkan minat belajar dan keingintahuan intelektual siswa
    \item Mengatur pekerjaan rumah dan rencana kegiatan luar-kelas lainnya untuk menggabungkan dan memperluas pengetahuan dan pemahaman yang telah diperoleh siswa
    \item Menunjukkan secara sistematis keefektifan pelajaran 
    
    dan pendekatan pengajaran
    \item Mendukung dalam perancangan dan penyediaan kurikulum yang menarik dalam lingkup (satu atau beberapa) mata pelajaran terkait
    \end{itemize}
\item {\bfseries Menyesuaikan pengajaran untuk menanggapi (\emph{respond}) kekuatan dan kebutuhan semua siswa}
\begin{itemize}
    \item Mengetahui kapan dan cara membedakan dengan 
    
    tepat, penggunaan pendekatan yang memungkinkan siswa diajari secara efektif
    \item Memiliki pemahaman yang terjamin tentang cara berbagai faktor dapat menghambat kemampuan 
    
    belajar siswa dan cara terbaik untuk mengatasinya
    \item Menunjukkan kesadaran terhadap perkembangan fisik, sosial, dan intelektual siswa, dan mengetahui cara menyesuaikan pengajaran untuk mendukung pendi-
    
    dikan siswa pada tahap perkembangan yang berbeda
    \item Memiliki pemahaman yang jelas tentang kebutuhan semua siswa, termasuk mereka yang memerlukan pendidikan khusus, yang berkemampuan tinggi, 
    
    yang berbahasa Inggris sebagai bahasa asing, yang
    
    cacat, dan dapat menggunakan dan menilai pende-
    
    katan pengajaran khusus yang dilakukan dan men-
    
    dukung mereka
    \end{itemize}

\item {\bfseries Memanfaatkan penilaian secara akurat dan produktif}
\begin{itemize}
    \item Mengetahui dan memahami cara melakukan 
    
    penilaian dalam mata pelajaran dan ruang lingkup kurikulum yang terkait, termasuk kaidah penilaian 
    
    yang disyaratkan
    \item Menggunakan penilaian formatif dan sumatif untuk menjamin kemajuan siswa
    \item Menggunakan data terkait untuk memantau kemajuan, menetapkan tujuan, dan rencana pelajaran selanjutnya
    \item Memberikan umpan balik terhadap siswa secara teratur, baik secara lisan mau pun melalui perbaikan yang tepat, dan mendorong siswa untuk menanggapi umpan balik tersebut
    \end{itemize}

\item {\bfseries Mengendalikan perilaku efektif untuk memastikan lingkungan belajar yang baik dan aman}
\begin{itemize}
    \item Memiliki aturan dan rutinitas yang jelas untuk perilaku di kelas dan bertanggung jawab untuk meningkatkan perilaku yang baik dan sopan baik di kelas maupun di lingkungan sekolah, sesuai dengan kebijakan perilaku di sekolah
    \item Memiliki harapan yang tinggi atas perilaku dan menetapkan kerangka kerja untuk kedisiplinan
    
    dengan berbagai strategi, menggunakan pujian,
    
    sanksi, dan penghargaan secara konsisten dan adil
    \item Mengelola kelas secara efektif, dengan menggunakan pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan siswa dengan melibatkan dan memotivasi mereka
    \item Menjaga hubungan baik dengan siswa, melaksanakan kewenangan yang sesuai, dan bertindak tegas bila diperlukan
    \end{itemize}

\item {\bfseries Memenuhi tanggung jawab profesional yang lebih luas}
\begin{itemize}
    \item Memberikan dukungan positif yang lebih luas terhadap kehidupan dan etos sekolah
    \item Mengembangkan hubungan profesional yang efektif dengan rekan kerja, mengetahui cara dan kapan
    
    harus mendayagunakan nasihat dan dukungan ahli
    \item Mengerahkan berbagai pendukung secara efektif
    \item Bertanggung jawab dalam meningkatkan pengajaran melalui pengembangan profesional yang sesuai, menanggapi saran dan masukan dari rekan kerja
    \item Berkomunikasi secara efektif dengan orang tua siswa berkaitan dengan prestasi dan kesejahteraan siswa
    \end{itemize}
\end{enumerate}
\end{frame}

%------------------------------------------------
\section{PERILAKU PRIBADI DAN PROFESIONAL}
\begin{frame}[allowframebreaks]
\frametitle{Perilaku Pribadi dan Profesional}
Seorang guru diharapkan untuk menunjukkan secara konsisten standar tinggi atas perilaku pribadi dan profesional. Pernyataan berikut mendefinisikan perilaku dan sikap yang menetapkan standar yang disyaratkan atas perilaku selama menjalani karier guru.
\setbeamertemplate{itemize items}[square]
\begin{itemize}
    \item {\bfseries Guru menjunjung kepercayaan masyarakat atas profesinya dan mempertahankan standar tinggi etika dan perilaku, di dalam dan di luar sekolah}, dengan:
    {\setbeamertemplate{itemize items}[ball]
    \begin{itemize}
    \item Memperlakukan siswa secara bermartabat, membangun hubungan yang berakar pada saling menghormati, dan setiap saat mengamati batas-batas yang tepat sesuai dengan posisi profesional guru
    \item Memperhatikan perlindungan yang dibutuhkan ter-
    
    hadap kesejahteraan siswa, sesuai dengan ketentuan peraturan
    \item Menunjukkan toleransi dan penghormatan terhadap hak-hak orang lain
    \item Tidak merusak norma-norma dasar bangsa Inggris, termasuk demokrasi, aturan hukum, kebebasan individu, dan saling menghormati dan bertoleransi terhadap orang-orang dengan berbagai agama dan keyakinan
    \item Memastikan bahwa keyakinan pribadi tidak dinyatakan dalam cara yang memanfaatkan kerentanan siswa atau mungkin membawa mereka untuk melanggar hukum
    \end{itemize}
    }
    \item Guru harus berpenampilan layak dan profesional terhadap etos, kebijakan, dan tradisi sekolah tempatnya mengajar dan menjaga standar tinggi dalam 
    
    kehadiran dan ketepatan waktu
    \item Guru harus memiliki pemahaman dan selalu bertin-
    
    dak dalam, kerangka peraturan yang mengatur tugas
    
    dan tanggung jawab profesionalnya
    \end{itemize}
\end{frame}

%------------------------------------------------

\begin{frame}
\frametitle{Daftar Pustaka}
\footnotesize{
\begin{thebibliography}{99} % Beamer does not support BibTeX so references must be inserted manually as below
\bibitem[GOV.UK]{a} Department for Education. 2013.
\newblock \emph{Teachers' standards},
\newblock \url{https://www.gov.uk/government/publications/teachers-standards}. (Diakses 27 Februari 2013)
\end{thebibliography}
}
\end{frame}

%------------------------------------------------

\begin{frame}
\Huge{\centerline{Selesai}}
\end{frame}

%----------------------------------------------------------------------------------------

\end{document} 





Friday, June 20, 2014

Presentasi Bergaya Keynote

Ini salah satu tema presentasi Beamer yang saya sukai. Tema ini mengacu pada gaya presentasi Keynote dari Apple.
Tak usah galau, tema ini tersedia pada ShareLaTeX dan dapat langsung digunakan. Bila Anda berniat untuk memanfaatkannya, silakan mendaftar di sini:
Online LaTeX Editor ShareLaTeX

Seperti Anda lihat di samping, materi yang saya tampilkan ditujukan kepada para Guru Matematika yang sudah atau akan menerapkan Kurikulum 2013 (K13) di sekolahnya. 

Untuk menyesuaikan dengan warna pada logo K13 (dan warna latar foto saya, hehehe ...), saya gunakan pewarnaan dengan svgnames:
\documentclass[10pt,svgnames]{beamer}
lalu memilih warna SteelBlue:
\setbeamercolor{structure}{fg=SteelBlue}
Untuk huruf saya gunakan Palatino:
\renewcommand\sfdefault{ppl}
\renewcommand\familydefault{\sfdefault}
\usepackage{mathpazo}
Logo K13 saya tempatkan pada tiap slide dengan menggunakan texpos:
\usepackage{textpos} 
\addtobeamertemplate{frametitle}{}{%
    \begin{textblock*}{100mm}(\textwidth,-1cm)
        \includegraphics[height=1cm,width=1cm]{K13}
    \end{textblock*}}
tetapi saya tak ingin memuat judul slide pada halaman judul (titlepage), maka saya gunakan [plain,t]:
\begin{frame}[plain,t]
  \titlepage
\end{frame}
Adapun materi yang tercantum pada dokumen ini bersumber dari Buku Guru MATEMATIKA SMA/MA/SMK/MAK Kelas X Edisi Revisi 2014, dengan beberapa perbaikan redaksional.
Demikian semoga bermanfaat.

Adjie Gumarang Pujakelana 2014
\documentclass[10pt,svgnames]{beamer}
\usepackage{mathpazo}

\usepackage{amsmath, amsfonts, epsfig, xspace}
\usepackage{algorithm,algorithmic}
\usepackage{pstricks,pst-node}
\usepackage{multimedia}
\usepackage[normal,tight,center]{subfigure}
\setlength{\subfigcapskip}{-.5em}
\usepackage{beamerthemesplit}
\usetheme{lankton-keynote}
\usepackage[indonesian]{babel}
\usepackage{ragged2e}
\justifying
\usepackage{textpos} 

\addtobeamertemplate{frametitle}{}{%
    \begin{textblock*}{100mm}(\textwidth,-1cm)
        \includegraphics[height=1cm,width=1cm]{K13}
    \end{textblock*}}

\author[Sulaeman]{\includegraphics[scale=0.3]{Pujakelana} \\Sulaeman, S.Pd.}

\title[Model Pembelajaran\hspace{2em}\insertframenumber/\inserttotalframenumber]{Unsur Utama\\ Model Pembelajaran}

\date{\today} %leave out for today's date to be insterted

\institute{SMK Negeri 2 Sumbawa Besar}

\begin{document}
\begin{frame}[plain,t]
  \titlepage
\end{frame}
 
\begingroup
  \begin{frame}
  \frametitle{Ikhtisar}
  \tableofcontents[sectionstyle=show/show,subsectionstyle=show/show/shaded]
  \end{frame}
  \endgroup

\section{Pengantar}  % add these to see outline in slides

\begin{frame}
  \frametitle{Pengantar}
Model pembelajaran yang diterapkan dalam Kurikulum 2013 dilandasi oleh teori pembelajaran yang menganut paham konstruktivistik, seperti 
  \begin{itemize}
\item \emph{Project-Based Learning},
\item \emph{Problem- Based Learning}, dan
\item \emph{Discovery Learning} 
\end{itemize}
dengan pendekatan \emph{scientific learning} melalui proses mengamati, menanya, menalar, mencoba, membangun jejaring dan menghubungkan berbagai informasi terkait pemecahan masalah \emph{real world}, analisis data, dan menarik kesimpulan. Proses pembelajaran memberi perhatian pada aspek-aspek kognisi dan mengangkat berbagai masalah \emph{real world} yang sangat mempengaruhi aktivitas dan perkembangan mental siswa selama proses pembelajaran dengan prinsip bahwa
\end{frame}

\begin{frame}
  \frametitle{Prinsip Pembelajaran}
  \begin{enumerate}
  \item<1-> setiap anak lahir, tumbuh dan berkembang dalam matriks sosial tertentu dan telah memiliki potensi, 
  \item<2-> cara berpikir, bertindak, dan persepsi setiap orang dipengaruhi nilai budayanya, 
  \item<3-> matematika adalah hasil konstruksi sosial dan sebagai alat penyelesaian masalah kehidupan, dan 
\item<4-> matematika adalah hasil abstraksi pikiran manusia.
  \end{enumerate}
\end{frame}

\begin{frame}
  \frametitle{Metode Pembelajaran}
Metode pembelajaran yang diterapkan antara lain: 
\begin{itemize}
\item metode penemuan,
\item pemecahan masalah, 
\item tanya-jawab, 
\item diskusi dalam kelompok heterogen, \item pemberian tugas produk, 
\item unjuk kerja, dan 
\item projek. 
\end{itemize}

\medskip
Pembelajaran matematika yang diharapkan dalam praktik pembelajaran di kelas adalah
\end{frame}

\begin{frame}
  \frametitle{Praktik Pembelajaran}
  \begin{enumerate}
  \item pembelajaran berpusat pada aktivitas siswa,\pause
  \item siswa diberi kebebasan berpikir memahami masalah, membangun strategi penyelesaian masalah, mengajukan ide-ide secara bebas dan terbuka,\pause
\item guru melatih dan membimbing siswa berpikir kritis dan kreatif dalam menyelesaikan masalah,\pause
\item upaya guru mengorganisasikan bekerjasama dalam kelompok belajar, melatih siswa berkomunikasi menggunakan grafik, diagram, skema, dan variabel,\pause
\item seluruh hasil kerja selalu dipresentasikan di depan kelas untuk menemukan berbagai konsep, hasil penyelesaian masalah, aturan matematika yang ditemukan melalui proses pembelajaran.
  \end{enumerate}
\end{frame}

\section{Unsur Utama}
\begin{frame}
  \frametitle{Unsur Utama Pembelajaran}
Rancangan model pembelajaran yang diterapkan mengikuti 5 (lima) komponen utama model pembelajaran yang dijabarkan sebagai berikut.
\begin{enumerate}
\item {\color{Gold!50!Orange}Sintaks 
\item Sistem Sosial
\item Prinsip Reaksi
\item Sistem Pendukung
\item Dampak Instruksional dan Pengiring yang Diharapkan}
\end{enumerate}
\end{frame}

\subsection{Sintaks}
\begin{frame}
  \frametitle{Sintaks}
Pengelolaan pembelajaran terdiri 5 tahapan pembelajaran, yaitu:
\begin{itemize}
\item  {\color{Gold!50!Orange}Apersepsi}\\
Tahap apersepsi diawali dengan menginformasikan kepada siswa kompetensi dasar dan indikator yang akan dicapai siswa melalui pembelajaran materi yang akan diajarkan. Kemudian guru menumbuhkan persepsi positif dan motivasi belajar pada diri siswa melalui pemaparan manfaat materi matematika yang dipelajari dalam penyelesaian masalah kehidupan serta meyakinkan siswa, jika siswa terlibat aktif dalam merekonstruksi konsep dan prinsip matematika melalui penyelesaian masalah yang bersumber dari fakta dan lingkungan kehidupan siswa dengan strategi penyelesaian yang menerapkan pola interaksi sosial yang pahami siswa dan guru. 
\end{itemize}
\end{frame}

\begin{frame}
  \frametitle{Sintaks}
  \begin{itemize}
  \item[] Dengan demikian, siswa akan lebih baik menguasai materi yang diajarkan, imformasi baru berupa pengetahuan lebih bertahan lama di dalam ingatan siswa, dan pembelajaran lebih bermakna sebab setiap informasi baru dikaitkan dengan apa yang diketahui siswa dan menunjukkan secara nyata kegunaan konsep dan prinsip matematika yang dipelajari dalam kehidupan.
  \end{itemize}
  \end{frame}
  
\begin{frame}
  \frametitle{Sintaks}  
\begin{itemize}
\item {\color{Gold!50!Orange}Interaksi Sosial di antara Siswa, Guru, dan Masalah}\\
Pada tahap orientasi masalah dan penyelesaian masalah, guru meminta siswa
mencoba memahami masalah dan mendiskusikan hasil pemikiran melalui belajar kelompok. Pembentukan kelompok belajar menerapkan prinsip kooperatif, yakni keheterogenan anggota kelompok dari segi karakteristik (kemampuan dan jenis kelamin) siswa, berbeda budaya, berbeda agama dengan tujuan agar siswa terlatih bekerjasama, berkomunikasi, menumbuhkan rasa toleransi dalam perbedaan, saling memberi ide dalam penyelesaian masalah, saling membantu dan berbagi informasi. Guru memfasilitasi siswa dengan buku siswa, Lembar Aktivitas Siswa (LAS) dan Asesmen Otentik. 
  \end{itemize}
\end{frame}

\begin{frame}
  \frametitle{Sintaks}  
\begin{itemize}
\item[] Selanjutnya guru mengajukan permasalahan matematika yang bersumber dari lingkungan kehidupan siswa. Guru menanamkan nilai-nilai matematis (jujur, konsisten, tangguh menghadapi masalah) dan nilai-nilai budaya agar para siswa saling berinteraksi secara sosiokultural, memotivasi dan mengarahkan jalannya diskusi agar lebih efektif, serta mendorong siswa bekerjasama. 

Selanjutnya, guru memusatkan pembelajaran pada siswa dalam kelompok
belajar untuk menyelesaikan masalah. Guru meminta siswa memahami masalah secara individu dan mendiskusikan hasil pemikirannya dalam kelompok, dan dilanjutkan berdialog secara interaktif (berdebat, bertanya, mengajukan ide-ide, berdiskusi) dengan kelompok lain dengan arahan guru.
  \end{itemize}
\end{frame} 

\begin{frame}
  \frametitle{Sintaks}  
\begin{itemize}
\item[] Antar anggota kelompok saling bertanya-jawab, berdebat, merenungkan hasil pemikiran teman, mencari ide dan jalan keluar penyelesaian masalah. Setiap kelompok memadu hasil pemikiran dan menuangkannya dalam sebuah LAS yang dirancang guru. Jika semua anggota kelompok mengalami kesulitan memahami dan menyelesaikan masalah, maka salah seorang dari anggota kelompok bertanya pada guru sebagai panutan. Selanjutnya guru memberi \emph{scaffolding}, yaitu berupa pemberian petunjuk, memberi kemudahan pengerjaan siswa, contoh analogi, struktur, bantuan jalan keluar sampai saatnya siswa dapat mengambil alih tugas-tugas penyelesaian masalah.
  \end{itemize}
\end{frame}

% \section{Conclusion} % add these to see outline in slides

\begin{frame}
  \frametitle{Sintaks}  
\begin{itemize}
\item {\color{Gold!50!Orange}Mempresentasikan dan Mengembangkan Hasil Kerja}\\
Pada tahapan ini, guru meminta salah satu kelompok mempresentasikan hasil
kerjanya di depan kelas dan memberi kesempatan pada kelompok lain memberi tanggapan berupa kritikan disertai alasan-alasan, masukan bandingan pemikiran. Sesekali guru mengajukan pertanyaan menguji pemahaman/penguasaan penyaji dan dapat ditanggapi oleh kelompok lain. Kriteria untuk memilih hasil diskusi kelompok yang akan dipresentasikan antara lain: jawaban kelompok berbeda dengan jawaban dari kelompok lain, ada ide penting dalam hasil diskusi kelompok yang perlu mendapat perhatian khusus. Dengan demikian kelompok penyaji bisa lebih dari satu. 
  \end{itemize}
\end{frame}

\begin{frame}
  \frametitle{Sintaks}  
\begin{itemize}
\item[] Selama presentasi hasil kerja, guru mendorong terjadinya diskusi kelas dan mendorong siswa mengajukan ide-ide secara terbuka dengan menanamkan nilai \emph{soft skill}.

Tujuan tahapan ini adalah untuk mengetahui keefektifan hasil diskusi dan hasil kerja kelompok pada tahapan sebelumnya. Dalam penyajiannya, kelompok penyaji akan diuji oleh kelompok lain dan guru tentang penguasaan dan pemahaman mereka atas penyelesaian masalah yang dilakukan. Dengan cara tersebut dimungkinkan tiap- tiap kelompok mendapatkan pemikiran-pemikiran baru dari kelompok lain atau alternatif jawaban yang lain yang berbeda. Sehingga pertimbangan-pertimbangan secara objektif akan muncul di antara siswa.
  \end{itemize}
\end{frame}

\begin{frame}
  \frametitle{Sintaks}  
\begin{itemize}
\item[] Tujuan lain tahapan ini adalah melatih siswa terampil menyajikan hasil kerjanya melalui penyampaian ide-ide di depan umum (teman satu kelas). Keterampilan menghubungkan ide-ide tersebut adalah salah satu kompetensi yang dituntut dalam pembelajaran berdasarkan masalah, untuk memampukan siswa berinteraksi/berkolaborasi dengan orang lain.
  \end{itemize}
\end{frame}

\begin{frame}
  \frametitle{Sintaks}  
\begin{itemize}
\item {\color{Gold!50!Orange}Temuan Objek Matematika dan Penguatan Skemata Baru}\\
Objek-objek matematika berupa model (contoh konsep) yang diperoleh dari proses dan hasil penyelesaian masalah dijadikan bahan inspirasi dan abstraksi konsep melalui penemuan ciri-ciri konsep oleh siswa dan mengkonstruksi konsep secara ilmiah. Setelah konsep ditemukan, guru melakukan teorema pengontrasan melalui pengajuan contoh dan bukan contoh. Dengan mengajukan sebuah objek, guru meminta siswa memberi alasan, apakah objek itu termasuk contoh atau bukan contoh konsep.

Guru memberi kesempatan bertanya atas hal-hal yang kurang dipahami. Sesekali guru menguji pemahaman siswa atas konsep dan prinsip yang ditemukan, serta melengkapi hasil pemikiran siswa dengan memberikan contoh dan bukan contoh konsep. 
  \end{itemize}
\end{frame} 

\begin{frame}
  \frametitle{Sintaks}  
\begin{itemize}
\item[] Berdasar konsep yang ditemukan/direkonstruksi, diturunkan beberapa sifat dan aturan-aturan. Selanjutnya siswa diberi kesempatan mengerjakan soal-soal tantangan untuk menunjukkan kebergunaan konsep dan prinsip matematika yang dimiliki.
\item {\color{Gold!50!Orange}Menganalisis dan Mengevaluasi Proses dan Hasil Penyelesaian Masalah}\\
Pada tahapan ini, guru membantu siswa atau kelompok mengkaji ulang hasil
penyelesaian masalah, menguji pemahaman siswa dalam proses penemuan konsep dan prinsip. Selanjutnya, guru melakukan evaluasi materi akademik dengan pemberian kuis atau meminta siswa membuat peta konsep atau memberi tugas dirumah atau membuat peta materi yang dipelajari.
  \end{itemize}
\end{frame}

\subsection{Sistem Sosial}
\begin{frame}
  \frametitle{Sistem Sosial}
Pengorganisasian siswa selama proses pembelajaran menerapkan pola
pembelajaran kooperatif. Dalam interaksi sosio kultural di antara siswa dan temannya, guru selalu menanamkan nilai-nilai \emph{soft skill} dan nilai matematis. Siswa dalam kelompok saling bekerjasama dalam menyelesaikan masalah, saling bertanya/ berdiskusi antara siswa yang lemah dan yang pintar, kebebasan mengajukan pendapat, berdialog dan berdebat, guru tidak boleh terlalu mendominasi siswa, bersifat membantu dan gotong royong) untuk menghasilkan penyelesaian masalah yang disepakati bersama. Dalam interaksi sosiokultural, para siswa diizinkan berbahasa daerah dalam menyampaikan pertanyaan, kritikan, pendapat terhadap temannya maupun pada guru.
\end{frame}

\subsection{Prinsip Reaksi}
\begin{frame}
  \frametitle{Prinsip Reaksi}
Model pembelajaran yang diterapkan dalam Kurikulum 2013 dilandasi teori konstruktivistik dan nilai budaya dimana siswa belajar yang memberi penekanan pembelajaran berpusat pada siswa, sehingga fungsi guru sebagai fasilitator, motivator dan mediator dalam pembelajaran. Tingkah laku guru dalam menanggapi hasil pemikiran siswa berupa pertanyaan atau kesulitan yang dialami dalam menyelesaikan masalah harus bersifat mengarahkan, membimbing, memotivasi dan membangkitkan semangat belajar siswa.\\
Untuk mewujudkan tingkah laku tersebut, guru harus memberikan kesempatan pada siswa untuk mengungkapkan hasil pemikirannya secara bebas dan terbuka, mencermati pemahaman siswa atas objek matematika yang diperoleh dari proses dan hasil penyelesaian masalah,  
\end{frame}

\begin{frame}
  \frametitle{Prinsip Reaksi}
menunjukkan kelemahan atas pemahaman siswa dan memancing mereka menemukan jalan keluar untuk mendapatkan penyelesaian masalah yang sesungguhnya. Jika ada siswa yang bertanya, sebelum guru memberikan penjelasan/bantuan, guru terlebih dahulu memberi kesempatan pada siswa lainnya memberikan tanggapan dan merangkum hasilnya. Jika keseluruhan siswa mengalami kesulitan, maka guru saatnya memberi penjelasan atau bantuan/memberi petunjuk sampai siswa dapat mengambil alih penyelesaian masalah pada langkah berikutnya. Ketika siswa bekerja menyelesaikan tugas-tugas, guru mengendalikan jalannya diskusi dan memberikan motivasi agar siswa tetap berusaha menyelesaikan tugas-tugasnya.
\end{frame}

\subsection{Sistem Pendukung}
\begin{frame}
  \frametitle{Sistem Pendukung}
Agar model pembelajaran ini dapat terlaksana secara praktis dan efektif, guru diwajibkan membuat suatu rancangan pembelajaran yang dilandasi teori pembelajaran konstruktivis dan nilai \emph{soft skill} matematis yang diwujudkan dalam setiap langkah-langkah pembelajaran yang ditetapkan dan menyediakan fasilitas belajar yang cukup. Dalam hal ini dikembangkan buku model yang berisikan teori- teori pendukung dalam melaksanakan pembelajaran, komponen-komponen model, petunjuk pelaksanaan dan seluruh perangkat pembelajaran yang digunakan seperti rencana pembelajaran, buku guru, buku siswa, lembar kerja siswa, objek-objek abstraksi dari lingkungan budaya, dan media pembelajaran yang diperlukan.
\end{frame}

\subsection{Dampak Instruksional dan Pengiring yang Diharapkan}
\begin{frame}
  \frametitle{Dampak Instruksional dan Pengiring yang Diharapkan}
Dampak langsung penerapan pembelajaran ini adalah memampukan siswa merekonstruksi konsep dan prinsip matematika melalui penyelesaian masalah dan terbiasa menyelesaikan masalah nyata di lingkungan siswa. Pemahaman siswa terhadap obek-objek matematika dibangun berdasarkan pengalaman budaya dan pengalaman belajar yang telah dimiliki sebelumnya. Kebermaknaan pembelajaran yang melahirkan pemahaman, dan pemahaman mendasari kemampuan siswa mentransfer pengetahuannya dalam menyelesaikan masalah, berpikir kritis dan kreatif. Kemampuan menyelesaikan masalah tidak rutin menyadarkan siswa akan kebergunaan matematika. Kebergunaan akan menimbulkan motivasi belajar secara internal dari dalam diri siswa dan rasa memiliki terhadap matematika akan muncul sebab matematika yang dipamami adalah hasil rekonstruksi pemikirannya sendiri. Motivasi belajar secara internal akan menimbulkan kecintaan terhadap dewi matematika. 
\end{frame}

\begin{frame}
  \frametitle{Dampak Instruksional dan Pengiring yang Diharapkan}
Bercinta dengan dewi matematika berarti penyatuan diri dengan keab-strakan yang tidak memiliki batas atas dan batas bawah tetapi bekerja dengan simbol-simbol.

Selain dampak di atas, siswa terbiasa menganalisis secara logis dan kritis
memberikan pendapat atas apa saja yang dipelajari menggunakan pengalaman belajar yang dimiliki sebelumnya. Penerimaan individu atas perbedaan-perbedaan yang terjadi (perbedaan pola pikir, pemahaman, daya lihat dan kemampuan), serta berkembangnya kemampuan berkolaborasi antara siswa. Retensi pengetahuan matematika yang dimiliki siswa dapat bertahan lebih lama sebab siswa terlibat aktif di dalam proses penemuannya.
Dampak pengiring yang akan terjadi dengan penerapan model pembelajaran
berbasis konstruktivistik adalah siswa mampu menemukan kembali berbagai konsep dan aturan matematika dan menyadari betapa tingginya manfaat matematika bagi kehidupan sehingga dia tidak merasa terasing dari lingkungannya. 
\end{frame}  
  
\begin{frame}
  \frametitle{Dampak Instruksional dan Pengiring yang Diharapkan}  
Matematika sebagai ilmu pengetahuan tidak lagi dipandang sebagai hasil pemikiran dunia luar tetapi berada pada lingkungan budaya siswa yang bermanfaat dalam menyelesaikan permasalahan di lingkungan budayanya. Dengan demikian terbentuk dengan sendirinya rasa memiliki, sikap, dan persepsi positif siswa terhadap matematika dan budayanya. Siswa memandang bahwa matematika terkait dan inklusif di dalam budaya. Jika matematika bagian dari budaya siswa, maka suatu saat diharapkan siswa memiliki cara tersendiri memeliharanya dan menjadikannya \textbf{Landasan Makna} (Landasan makna dalam hal ini berpihak pada sikap, kepercayaan diri, cara berpikir, cara bertingkah laku, cara mengingat apa yang dipahami oleh siswa sebagai pelaku- pelaku budaya). Dampak pengiring yang lebih jauh adalah hakikat tentatif keilmuan, keterampilan proses keilmuan, otonomi dan kebebasan berpikir siswa, toleransi terhadap ketidakpastian dan masalah-masalah nonrutin.
\end{frame}

\begin{frame}
\Huge{\centerline{Selesai}}
\end{frame}

\end{document}




Tuesday, June 17, 2014

Presentasi Materi Catur?

Masih tentang presentasi, ini tulisan ketiga setelah ini dan itu. Kali ini saya menerapkannya pada bidang lain yang saya gemari, yaitu catur!
Sebagai permulaan saya ingin menjajaki tentang penulisan game dan diagram catur untuk materi presentasi dengan menggunakan kelas dokumen Beamer. Saya susun dokumen ini melalui ShareLaTeX. Gratis kok, silakan mendaftar dan manfaatkan situs tersebut untuk belajar menulis dokumen $\small\LaTeX$, seperti saya.

Untuk dokumen ini saya gunakan tema PaloAlto hasil kemasan Thomas Jansson dari Universitas Copenhagen. (Anda dapat menemukan tema ini pada ShareLaTeX dalam menu LaTeX Templates.)
Saya pilih paket xskak dan chessboard untuk menuliskan game dan diagram catur, sedangkan untuk menyandingkan keduanya saya gunakan paket adjustbox dan environment minipage dengan kode:
\adjustbox{valign=t}{\begin{minipage}{...\textwidth}
...teks/gambar...
\end{minipage}}%
    \hfill
\adjustbox{valign=t}{\begin{minipage}{...\textwidth}
...teks/gambar...
\end{minipage}}
Secara bawaan kelas dokumen Beamer mengatur teks jajar-kiri, sehingga saya mendapatkan bantuan Gonzalo Medina, di forum, untuk membuatnya jajar-kiri-kanan dengan paket dan perintah ini:
\usepackage{ragged2e}
\justifying
Enaknya, dalam Beamer kita bebas memilih warna, sehingga saya menyertakan ini pada kelas dokumen:
\documentclass[10pt,svgnames]{beamer}
Satu lagi, dan ini yang paling utama: materi dalam dokumen ini saya kutip sepenuhnya (sekadar untuk percontohan dalam proses saya belajar) dari tulisan Eugene Rusin, seorang anggota situs catur chess.com. Sedangkan gambar-gambar yang termuat berasal dari Wikipedia.

Demikian semoga bermanfaat.

Adjie Gumarang Pujakelana 2014
\documentclass[10pt,svgnames]{beamer}
\usepackage{pgf}

\usepackage[indonesian]{babel}
\usepackage[utf8]{inputenc}
\usepackage[T1]{fontenc}
\renewcommand\rmdefault{pplx}
\renewcommand\mathfamilydefault{cmr}
\usefonttheme{serif}

\usepackage{beamerthemesplit}
\usepackage{graphics,epsfig, subfigure}
\usepackage{url}
\usepackage{srcltx}
\usepackage{hyperref}

\usepackage[controls]{animate}
\usepackage{chessboard, xskak}

\usepackage{ragged2e}
\justifying

\usepackage[export]{adjustbox}
\usepackage{array}

\newlength\mywidth
\settowidth\mywidth{\boardfont QZ0Z}

\definecolor{kugreen}{RGB}{50,93,61}
\definecolor{kugreenlys}{RGB}{132,158,139}
\definecolor{kugreenlyslys}{RGB}{173,190,177}
\definecolor{kugreenlyslyslys}{RGB}{214,223,216}
\setbeamercovered{transparent}
\mode
\usetheme[numbers,totalnumber,compress,sidebarshades]{PaloAlto}
\setbeamertemplate{footline}[frame number]

  \usecolortheme[named=kugreen]{structure}
  \useinnertheme{circles}
  \setbeamercovered{transparent}
  \setbeamertemplate{blocks}[rounded][shadow=true]

\logo{\includegraphics[width=1.6cm]{Raja}}
%\useoutertheme{infolines} 
\title{Mengenali Orangutan}
\author{Adjie Gumarang Pujakelana}
\institute{Dapur Catur \\ Sumbawa}
\date{\today}

\setbeameroption[section]{show notes}

\begin{document}

\frame{\titlepage \vspace{-0.5cm}
}

\frame
{
\frametitle{Ikhtisar}
\tableofcontents%[pausesection]
}

\section{Pengantar}
\frame{
\frametitle{Pengantar}
Pembukaan Sokolsky \textbf{1.b4} (juga dikenal sebagai Pembukaan Polandia, Serangan Polandia, \textbf{Pembukaan Orangutan}) berkaitan dengan pembukaan tertutup dan dianggap sebagai pembukaan tak beraturan. Ini peringkat kesembilan dalam popularitas dan jarang dimainkan dalam permainan tingkat atas dan turnamen resmi. Dengan demikian pembukaan 1.b4 adalah bercak putih lain dalam teori catur di antara pembukaan-pembukaan catur yang tidak jelas yang dipelajari.
}

\section{Sejarah}
\frame{
\frametitle{Sejarah}
\begin{minipage}[t]{3.5cm}  
\centering
\includegraphics[height=3.5cm, width=3.3cm]{soko}\\
\textbf{Alexey Sokolsky} (1908--1969)
\end{minipage}\hfill%
\begin{minipage}{6.4cm}
\small Salah satu yang pertama kali meneliti secara mendalam pembukaan ini adalah \href{http://en.wikipedia.org/wiki/Alexey_Sokolsky}{\textbf{Alexey Sokolsky}} (1908--1969), seorang pemain catur Soviet dan ahli teori pembukaan berkekuatan Master International. Sokolsky menulis sebuah buku dalam bahasa Rusia tentang pembukaan ini (\textbf{"Debyut 1. B2-b4"}, 1963) di mana dia memberikan pendekatan teoritis terhadap ide-ide utama dan variasi pembukaan 1.b4. Dia juga berhasil menggunakan pembukaan ini dalam permainannya. Karena fakta-fakta ini pembukaan 1.b4 mengusung nama Sokolsky. Namun Alexey Sokolsky bukanlah yang pertama yang menggunakan pembukaan ini dalam turnamen resmi. Sebelumnya 1.b4 telah dimainkan oleh Hunt, Bugayev, Englisch, Schlechter dan kemudian Tartakower. 
\end{minipage}
}

\frame{
\frametitle{Sejarah}
\begin{minipage}{6.3cm}
\small
Pembukaan sering disebut \emph{Polandia} untuk menghormati \href{http://en.wikipedia.org/wiki/Tartakower}{Savielly Tartakower} (yang hanya kadang-kadang memainkan pembukaan ini). \emph{Game} yang paling terkenal di mana Tartakower menggunakan pembukaan ini adalah pertandingan melawan G\'{e}za Mar\'{o}czy dan pertandingan melawan Richard R\'{e}ti.

\bigskip
Adapun \emph{Orangutan}, nama lucu ini muncul setelah pertandingan antara Tartakower dan Mar\'{o}czy yang dimainkan pada tahun 1924. Sehari sebelum pertandingan ini kedua pemain catur itu mengunjungi sebuah kebun binatang di mana Tartakower bertanya (sebagai lelucon) kepada seekor orangutan disebut Suzanna tentang apa langkah pertama yang harus dia mainkan dalam pertempuran catur mendatang. 
\end{minipage}\hfill%
\begin{minipage}[t]{3.5cm}
\centering
\includegraphics[height=3.5cm, width=3cm]{tarta}\\
\textbf{Savielly Tartakower} (1887--1956)
\end{minipage}
}

\frame{
\frametitle{Sejarah}
\adjustbox{valign=t}{\begin{minipage}{0.4\textwidth} 
\begin{center}
\includegraphics[height=3.5cm, width=4cm]{otan}
\end{center}
\small\textbf{Suzanna}, suatu ekspresi termenung di wajahnya ketika Tartakower bertanya langkah apa yang lebih baik untuk membuka permainannya.
\end{minipage}}%
    \hfill
\adjustbox{valign=t}{\begin{minipage}{0.58\textwidth}
\small Beberapa orang di internet beranggapan gambar di samping ini adalah gambar langka dari orangutan sesungguhnya yang Tartakower dan Mar\'{o}czy temui di kebun binatang tersebut.

\bigskip
Pertandingan itu dimulai dengan 1.b4 dan berakhir imbang. Sejak itu ketika seseorang menyebut pembukaan \emph{Orangutan}, mereka biasanya menggarisbawahi sikapnya terhadap langkah ini sebagai tak biasa, aneh, dan bahkan lucu.
\end{minipage}}
}

\section{Teori Pembukaan Orangutan}
\frame{
\frametitle{Teori Pembukaan \emph{Orangutan}}
Mendorong maju bidak-b dua petak bukanlah langkah acak untuk mengejutkan lawan dengan pembukaan yang tidak biasa. 

Langkah 1.b4 menciptakan tekanan langsung pada sayap menteri. 

Dalam \textbf{pertandingan hebat antara \href{http://en.wikipedia.org/wiki/Alexander_Alekhine}{Alekhine} dan Drewitt} berikut ini, Putih memainkan b4 pada langkah kedua! Dalam permainan ini Alekhine tidak memajukan bidak-b ke b5 (yang begitu khas dari Sokolsky) tetapi menukarnya di c5. 

Wajarlah muncul pertanyaan: "Dapatkah Putih memulai penyerangan pada sayap menteri dengan segera tanpa persiapan?" 

Ide utama 1.b4 adalah untuk \textbf{mendapatkan keuntungan ruang pada sayap menteri} tersebut. Bidak b4 menyerang petak yang dekat dengan pusat; Gajah Putih di b2 dan Kuda Putih di f3 menyerang petak-petak pusat. Putih berencana untuk memajukan bidak-b ke b5 dan mendukungnya dengan a2-a4 dan c2-c4.
}

\frame{
\frametitle{\emph{Game} hebat Alekhine--Drewitt}
\adjustbox{valign=t}{\begin{minipage}{0.53\textwidth}
\small
\xskakset{style=styleB}
\newchessgame[id=A]
\mainline{1.Nf3 d5 2.b4}

\medskip
Gagasan 2.b4 adalah jika Hitam memainkan c7-c5 Putih akan mampu untuk mendapatkan keuntungan di pusat setelah pertukaran di c5.

\medskip
\mainline{2...e6 3.Bb2 Nf6 4.a3 c5 5.bxc5 Bxc5 6.e3 O-O 7.c4 Nc6 8.d4 Bb6}

\medskip
\variation[invar]{9... Bd6} tampaknya lebih alami. Meskipun Putih akan meraih sedikit keuntungan setelah \variation{9. Nbd2}. 

\medskip
\variation{8...Bd6 9.Nbd2 Re8 10.c5 Bc7 11.Bb5!}

\medskip
\mainline[outvar]{9.Nbd2 Qe7 10.Bd3 Rd8}
\end{minipage}}%
    \hfill
\adjustbox{valign=t}{\begin{minipage}{0.45\textwidth}
\centering\small
    \textbf{Alekhine--Drewitt} \\
    \textit{Portsmouth/Southsea 1923} 

\xskakset{id=A,style=styleC}
\setchessboard{boardfontsize=13pt,labelfontsize=7pt,showmover=false}
\newchessgame[id=A]
\hidemoves{1.Nf3 d5 2.b4 e6 3.Bb2 Nf6 4.a3 c5 5.bxc5 Bxc5 6.e3 O-O 7.c4 Nc6 8.d4 Bb6 9.Nbd2 Qe7 10.Bd3 Rd8}

\chessboard

Setelah 10...\symrook d8


\end{minipage}}
}

\frame{
\frametitle{\emph{Game} hebat Alekhine--Drewitt}
\adjustbox{valign=t}{\begin{minipage}{0.54\textwidth}
\small
\xskakset{style=styleB}
\resumechessgame[id=A]
Jika Hitam memainkan \variation{10... Bc7} mempersiapkan e6-e5, Putih dapat memilih antara \variation{11.Ne5} dan \variation{11.e4}.

\medskip
\mainline[outvar]{11.O-O Bd7 12.Ne5!}

\medskip
Seharusnya Hitam menangkap Kuda di e5, Kuda Hitam di f6 tidak akan bisa mundur ke d7.

\medskip
\mainline{12...Be8 13.f4 Rac8 14.Rc1 Nd7}

\medskip
Ini memungkinkan Putih untuk meraih keuntungan yang penting. Hitam sedang diserang dan tidak memiliki pertahanan yang jelas.

\medskip
\mainline{15.Nxc6! Rxc6}
\end{minipage}}%
    \hfill
\adjustbox{valign=t}{\begin{minipage}{0.45\textwidth}
\centering\small
    \textbf{Alekhine--Drewitt} \\
    \textit{Portsmouth/Southsea 1923} 

\xskakset{id=A,style=styleC}
\setchessboard{boardfontsize=13pt,labelfontsize=7pt,showmover=false}
\newchessgame[id=A]
\hidemoves{1.Nf3 d5 2.b4 e6 3.Bb2 Nf6 4.a3 c5 5.bxc5 Bxc5 6.e3 O-O 7.c4 Nc6 8.d4 Bb6 9.Nbd2 Qe7 10.Bd3 Rd8 11.O-O Bd7 12.Ne5! Be8 13.f4 Rac8 14.Rc1 Nd7 15.Nxc6! Rxc6}

\chessboard

Setelah 15...\symrook xc6
\end{minipage}}
}

\frame{
\frametitle{\emph{Game} hebat Alekhine--Drewitt}
\adjustbox{valign=t}{\begin{minipage}{0.54\textwidth}
\small
\xskakset{style=styleB}
\resumechessgame[id=A]
\variation[invar]{15...bxc6 16.c5 Ba5 17.Nb3 Bc7 18.Bc3 Rb8 19.Na5 Nf8 20.Qa4}

\medskip
Putih memiliki keunggulan posisional yang menentukan pada sayap menteri.

\medskip
\mainline[outvar]{16.c5 Nxc5} 

\medskip
\variation[invar]{16...Ba5 17.Nb3 Bc7 18.Bb5}

\medskip
\mainline[outvar]{17.dxc5 Bxc5 18.Rf3! Bxa3 19.Rxc6 Bxc6 20.Bxh7+!}

\medskip
Suatu pengorbanan dua Gajah serupa juga terjadi dalam pertandingan Lasker -- Bauer pada tahun 1889. Sangat menarik di sini cara Putih mampu menyamarkan rencananya untuk menyerang sayap raja dengan menunjukkan aktivitas pada sayap menteri.
\end{minipage}}%
    \hfill
\adjustbox{valign=t}{\begin{minipage}{0.45\textwidth}
\centering\small
    \textbf{Alekhine--Drewitt} \\
    \textit{Portsmouth/Southsea 1923} 

\xskakset{id=A,style=styleC}
\setchessboard{boardfontsize=13pt,labelfontsize=7pt,showmover=false}
\newchessgame[id=A]
\hidemoves{1.Nf3 d5 2.b4 e6 3.Bb2 Nf6 4.a3 c5 5.bxc5 Bxc5 6.e3 O-O 7.c4 Nc6 8.d4 Bb6 9.Nbd2 Qe7 10.Bd3 Rd8 11.O-O Bd7 12.Ne5! Be8 13.f4 Rac8 14.Rc1 Nd7 15.Nxc6! Rxc6 16.c5 Nxc5 17.dxc5 Bxc5 18.Rf3! Bxa3 19.Rxc6 Bxc6 20.Bxh7+!}

\chessboard

Setelah 20.\symbishop xh7+!
\end{minipage}}
}

\frame{
\frametitle{\emph{Game} hebat Alekhine--Drewitt}
\adjustbox{valign=t}{\begin{minipage}{0.53\textwidth}
\small
\xskakset{style=styleB}
\resumechessgame[id=A]
\mainline{20...Kxh7 21.Rh3+ Kg8 22.Bxg7!}\#

\textbf{1--0}\ Hitam menyerah.

\medskip
\mainline{22...Kxg7}

\medskip
\variation[invar]{22...f6 23.Bh6 Qh7 24.Qh5 Bf8 25.Qg4+ Kf7 26.Bxf8 Qg6 27.Qxg6+ Kxg6 28.Rh6+ Kf7 29.Ba3 Kg7 30.Rh3 a5 31.Nf3 Rc8 32.g4 Kg6 33.g5 fxg5 34.fxg5 Kf5 35.Rh6 e5 36.Rf6+ Ke4 37.Bb2 Kxe3 38.Nxe5 d4 39.h4 Bd5 40.h5 Ke4 41.Nf3 a4 42.h6 Rh8 43.Nxd4 a3 44.Ba1 Bc4 45.Nf5 Kf4 46.g6 Kg5 47.h7 Bg8 48.hxg8=Q Rxg8 49.Ne7 Rxg6 50.Rxg6+ Kf4 51.Kf2 b5 52.Re6 a2 53.Re5 Kg4 54.Nd5 b4 55.Nf6+ Kf4 56.Rh5 b3 57.Be5}\#\ Chessmaster (2925) vs Chessmaster (2925), 20 menit per pemain.
\end{minipage}}%
    \hfill
\adjustbox{valign=t}{\begin{minipage}{0.45\textwidth}
\centering\small
    \textbf{Alekhine--Drewitt} \\
    \textit{Portsmouth/Southsea 1923} 

\xskakset{id=A,style=styleC}
\setchessboard{boardfontsize=13pt,labelfontsize=7pt,showmover=false}
\newchessgame[id=A]
\hidemoves{1.Nf3 d5 2.b4 e6 3.Bb2 Nf6 4.a3 c5 5.bxc5 Bxc5 6.e3 O-O 7.c4 Nc6 8.d4 Bb6 9.Nbd2 Qe7 10.Bd3 Rd8 11.O-O Bd7 12.Ne5! Be8 13.f4 Rac8 14.Rc1 Nd7 15.Nxc6! Rxc6 16.c5 Nxc5 17.dxc5 Bxc5 18.Rf3! Bxa3 19.Rxc6 Bxc6 20.Bxh7+! Kxh7 21.Rh3+ Kg8 22.Bxg7!}

\chessboard

Setelah 22.\symbishop xg7!
\end{minipage}}
}

\section{Langkah Lanjutan}
\frame{
\frametitle{Langkah Lanjutan}
\small
Berikut ini beberapa variasi yang paling populer dari Pembukaan Sokolsky disertai tautannya dan beberapa jalur langka.
\begin{itemize}
\item \href{http://www.chess.com/blog/Eugen/sokolskypolish-opening-1b4---the-exchange-variation?ref_id=1285}{Variasi Tukar} (1.b4 e5 2.\symbishop b2 \symbishop xb4 \symbishop xe5)
\item \href{http://www.chess.com/blog/Eugen/sokolskypolish-opening-1b4---czech-defense?ref_id=1285}{Pertahanan Ceko} (1.b4 e5 2.\symbishop b2 d6)
\item \href{http://www.chess.com/blog/Eugen/sokolskypolish-opening-1b4---outflank-variation}{Variasi Sayap} (1. b4 c6)
\item \href{http://www.chess.com/blog/Eugen/sokolskypolish-opening-1b4---main-line?ref_id=1285}{Jalur Utama} (1.b4 \symknight f6 2.\symbishop b2 d5 (atau e6 diikuti oleh d5))
\item \href{http://www.chess.com/blog/Eugen/sokolskypolish-opening-1b4---baltic-defense?ref_id=1285}{Pertahanan Baltik} (1.b4 d5 2.\symbishop b2 \symbishop f5)
\item \href{http://www.chess.com/blog/Eugen/sokolskypolish-opening-1b4---kings-indian-variation?ref_id=1285}{Variasi India Raja} (1.b4 \symknight f6 2.\symbishop b2 g6)
\item \href{http://www.chess.com/blog/Eugen/sokolskypolish-opening-1b4---ware-defense}{Pertahanan Ware} (1.b4 a5)
\item \href{http://www.chess.com/blog/Eugen/sokolskypolish-opening-1b4---german-defense?ref_id=1285}{Pertahanan Jerman} (1.b4 d5 2.\symbishop b2 \symqueen d6)
\item \href{http://www.chess.com/blog/Eugen/sokolskypolish-opening-1b4---bugayev-advance-variation?ref_id=1285}{Variasi Lanjut Bugayev} (1.b4 e5 2.\symbishop b2 f6 3.b5)
\item \href{http://www.chess.com/blog/Eugen/sokolskypolish-opening-1b4---the-sokolsky-gambit-accepted?ref_id=1285}{Gambit Sokolsky Diterima} (1.b4 e5 2.\symbishop b2 f6 3.e4 \symbishop xb4)
\item \href{http://www.chess.com/blog/Eugen/sokolskypolish-opening-1b4---sokolsky-gambit-declined}{Gambit Sokolsky Ditolak} (1.b4 e5 2.\symbishop b2 f6 3.e4 X)
\end{itemize}
}

\frame{
\frametitle{Langkah Lanjutan}
\small
\begin{itemize}
\item \href{http://www.chess.com/blog/Eugen/sokolskypolish-opening-1b4---queens-indian-variation?ref_id=1285}{Variasi India Menteri} (1.b4 \symknight f6 2.\symbishop b2 e6 3.b5 b6)
\item \href{http://www.chess.com/blog/Eugen/sokolskypolish-opening-1b4---dutch-defense?ref_id=1285}{Pertahanan Belanda} (1.b4 f5)
\item \href{http://www.chess.com/blog/Eugen/sokolskypolish-opening-1b4---advance-variation}{Variasi Lanjut} (1.b4 e5 2.\symbishop b2 e4)
\item \href{http://www.chess.com/blog/Eugen/sokolskypolish-opening-1b4---grigorian-variation}{Variasi Grigorian} (1.b4 \symknight c6)
\end{itemize}
}

\section{Rujukan}
\begin{frame}
\frametitle{Rujukan}
\footnotesize{
\begin{thebibliography}{9} % Beamer does not support BibTeX so references must be inserted manually as below
\bibitem[Eugene Rusin, 2014]{} Eugene Rusin (2014)
\newblock \emph{Sokolsky/Polish Opening (1.b4). Basic Opening Theory.}
\newblock \url{http://www.chess.com/article/view/sokolskypolish-opening-1b4-basic-opening-theory2},

(diakses 16--17 Juni 2014)
\end{thebibliography}
}
\end{frame}

\begin{frame}
\Huge{\centerline{Selesai}}
\end{frame}

\end{document}





Monday, June 16, 2014

Tampil Keren dengan Beamer

Seperti telah disebutkan pada tulisan terdahulu, saat ini saya sedang menikmati citarasa presentasi dengan menggunakan kelas dokumen Beamer. Karena tumben, saya sangat antusias untuk menelusuri segala hal tentang Beamer, termasuk macam-macam tampilan yang dapat disajikannya.

Dengan Beamer kita dapat memilih tema dan warna tema yang sesuai dengan selera kita, sasaran presentasi, atau materi presentasi. Cukup banyak tema dan warna tema yang dapat kita pilih dan gunakan untuk membuat presentasi, dan terus akan bertambah banyak lagi.
Daftar tema dasar yang tersedia dapat Anda lihat di sini dan daftar warna tema dapat dilihat di sana, sedangkan tampilan "utuh" untuk tiap "pasangan" tema dan warna tema dapat Anda lihat di situ.

Contoh di bawah ini menunjukkan salah satu dari tema dan warna tema yang saya pilih. Saya gunakan tema Warsaw dan warna tema whale. Anda dapat menikmati citarasa yang lainnya dengan menghapus tanda persen (%) masing-masing pada daftar tema dan warna tema dalam pengkodeannya.
Dalam contoh ini bukan tampilan dasar lagi yang saya tunjukkan, karena sudah saya tambahkan beberapa unsur, yaitu:
[compress,red]
untuk menikmati nuansa warna merah-hitam,
\usepackage[utf8]{inputenc}
\usepackage[T1]{fontenc}
\renewcommand\rmdefault{pplx}
\renewcommand\mathfamilydefault{cmr}
\usefonttheme{serif}
untuk memilih jenis huruf, dan
\usepackage[indonesian]{babel}
untuk mengubah struktur ke dalam Bahasa Indonesia.

Akhirnya, selamat menjelajahi wilayah Beamer, selamat menikmati pesona keindahannya, dan selamat membuat presentasi!
Demikian semoga bermanfaat.

Adjie Gumarang Pujakelana 2014
\documentclass[compress,red]{beamer}
\mode<presentation>{

% Kelas dilengkapi dengan sejumlah tema slide standar yang mengubah warna dan tata letak slide.
% Di bawah ini adalah daftar semua tema, hilangkan tanda komentar (%) untuk menggunakan dan melihat penampilannya.

%\usetheme{default}
%\usetheme{AnnArbor}
%\usetheme{Antibes}
%\usetheme{Bergen}
%\usetheme{Berkeley}
%\usetheme{Berlin}
%\usetheme{Boadilla}
%\usetheme{CambridgeUS}
%\usetheme{Copenhagen}
%\usetheme{Darmstadt}
%\usetheme{Dresden}
%\usetheme{Frankfurt}
%\usetheme{Goettingen}
%\usetheme{Hannover}
%\usetheme{Ilmenau}
%\usetheme{JuanLesPins}
%\usetheme{Luebeck}
%\usetheme{Madrid}
%\usetheme{Malmoe}
%\usetheme{Marburg}
%\usetheme{Montpellier}
%\usetheme{PaloAlto}
%\usetheme{Pittsburgh}
%\usetheme{Rochester}
%\usetheme{Singapore}
%\usetheme{Szeged}
\usetheme{Warsaw}

%Selain tema, kelas Beamer memiliki sejumlah warna tema untuk setiap tema slide. Hilangkan tanda komentar (%) untuk menggunakan dan melihat penampilannya.

%\usecolortheme{albatross}
%\usecolortheme{beaver}
%\usecolortheme{beetle}
%\usecolortheme{crane}
%\usecolortheme{dolphin}
%\usecolortheme{dove}
%\usecolortheme{fly}
%\usecolortheme{lily}
%\usecolortheme{orchid}
%\usecolortheme{rose}
%\usecolortheme{seagull}
%\usecolortheme{seahorse}
\usecolortheme{whale}
%\usecolortheme{wolverine}

%\setbeamertemplate{footline} % Untuk menghapus baris footer pada semua slide
%\setbeamertemplate{footline}[page number] % Untuk mengganti baris footer pada semua slide dengan hitungan slide 

%\setbeamertemplate{navigation symbols}{} % Untuk menghapus simbol navigasi pada bagian bawah dari semua slide
}
\usepackage[utf8]{inputenc}
\usepackage[T1]{fontenc}
\renewcommand\rmdefault{pplx}
\renewcommand\mathfamilydefault{cmr}
\usefonttheme{serif}

\usepackage[indonesian]{babel}
\usepackage{graphicx} % untuk menyertakan gambar
\usepackage{booktabs} % untuk menggunakan \toprule, \midrule and \bottomrule pada tabel

%----------------------------------------------------------------------------------------
%   TITLE PAGE
%----------------------------------------------------------------------------------------

\title[Judul singkat]{Judul lengkap} % Judul singkat muncul di bagian bawah setiap slide, judul lengkap hanya pada halaman judul

\author{Sulaeman, S.Pd.} % Nama Anda
\institute[Sumbawa] 
{
SMK Negeri 2 Sumbawa Besar \\ 
\medskip
\textit{kalakaypalid@gmail.com} % Your email address
}
\date{\today} % Tanggal dapat diubah 

\begin{document}

\begin{frame}
\titlepage % Menampilkan halaman judul sebagai slide pertama
\end{frame}

\begin{frame}
\frametitle{Daftar Isi} 
\tableofcontents % Daftar Isi yang menampilkan \section dan \subsection
\end{frame}

%----------------------------------------------------------------------------------------
%   SLIDE PRESENTASI
%----------------------------------------------------------------------------------------

%------------------------------------------------
\section{Seksi Pertama} 
%------------------------------------------------

\subsection{Subseksi} % 

\begin{frame}
\frametitle{Judul $e = m.c^2$}
Sed iaculis dapibus gravida. Morbi sed tortor erat, nec interdum arcu. Sed id lorem lectus. Quisque viverra augue id sem ornare non aliquam nibh tristique. Aenean in ligula nisl. Nulla sed tellus ipsum. Donec vestibulum ligula non lorem vulputate fermentum accumsan neque mollis.\\~\\

Sed diam enim, sagittis nec condimentum sit amet, ullamcorper sit amet libero. Aliquam vel dui orci, a porta odio. Nullam id suscipit ipsum. Aenean lobortis commodo sem, ut commodo leo gravida vitae. Pellentesque vehicula ante iaculis arcu pretium rutrum eget sit amet purus. Integer ornare nulla quis neque ultrices lobortis. Vestibulum ultrices tincidunt libero, quis commodo erat ullamcorper id.
\end{frame}

%------------------------------------------------

\begin{frame}
\frametitle{Judul $(a+b)^2 = a^2 + 2.a.b+ b^2$}
\begin{itemize}
\item Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit
\item Aliquam blandit faucibus nisi, sit amet dapibus enim tempus eu
\item Nulla commodo, erat quis gravida posuere, elit lacus lobortis est, quis porttitor odio mauris at libero
\item Nam cursus est eget velit posuere pellentesque
\item Vestibulum faucibus velit a augue condimentum quis convallis nulla gravida
\end{itemize}
\end{frame}

%------------------------------------------------

\begin{frame}
\frametitle{Teks yang disorot}
\begin{block}{Satu}
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Integer lectus nisl, ultricies in feugiat rutrum, porttitor sit amet augue. Aliquam ut tortor mauris. Sed volutpat ante purus, quis accumsan dolor.
\end{block}

\begin{block}{Dua}
Pellentesque sed tellus purus. Class aptent taciti sociosqu ad litora torquent per conubia nostra, per inceptos himenaeos. Vestibulum quis magna at risus dictum tempor eu vitae velit.
\end{block}

\begin{block}{Tiga}
Suspendisse tincidunt sagittis gravida. Curabitur condimentum, enim sed venenatis rutrum, ipsum neque consectetur orci, sed blandit justo nisi ac lacus.
\end{block}
\end{frame}

%------------------------------------------------

\begin{frame}
\frametitle{Kolom-kolom}
\begin{columns}[c] % The "c" option specifies centered vertical alignment while the "t" option is used for top vertical alignment

\column{.45\textwidth} % Left column and width
\textbf{Heading}
\begin{enumerate}
\item Statement
\item Explanation
\item Example
\end{enumerate}

\column{.5\textwidth} % Right column and width
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Integer lectus nisl, ultricies in feugiat rutrum, porttitor sit amet augue. Aliquam ut tortor mauris. Sed volutpat ante purus, quis accumsan dolor.

\end{columns}
\end{frame}

%------------------------------------------------
\section{Seksi Kedua}
%------------------------------------------------

\begin{frame}
\frametitle{Tabel}
\begin{table}
\begin{tabular}{l l l}
\toprule
\textbf{Treatments} & \textbf{Response 1} & \textbf{Response 2}\\
\midrule
Treatment 1 & 0.0003262 & 0.562 \\
Treatment 2 & 0.0015681 & 0.910 \\
Treatment 3 & 0.0009271 & 0.296 \\
\bottomrule
\end{tabular}
\caption{Keterangan tabel}
\end{table}
\end{frame}

%------------------------------------------------

\begin{frame}
\frametitle{Teorema}
\begin{theorem}[Mass--energy equivalence]
$E = mc^2$
\end{theorem}
\end{frame}

%------------------------------------------------

\begin{frame}[fragile] % Need to use the fragile option when verbatim is used in the slide
\frametitle{Verbatim}
\begin{example}[Theorem Slide Code]
\begin{verbatim}
\begin{frame}
\frametitle{Theorem}
\begin{theorem}[Mass--energy equivalence]
$E = mc^2$
\end{theorem}
\end{frame}\end{verbatim}
\end{example}
\end{frame}

%------------------------------------------------

\begin{frame}
\frametitle{Gambar}
Hilangkan tanda "persen" untuk menggunakannya. Gambar harus berada pada folder yang sama dengan file tex ini.
%\begin{figure}
%\includegraphics[width=0.8\linewidth]{test}
%\end{figure}
\end{frame}

%------------------------------------------------

\begin{frame}[fragile] % Need to use the fragile option when verbatim is used in the slide
\frametitle{Rujukan}
Perintah \verb|\cite| merujuk pada sumber rujukan dalam presentasi ini, contoh:\\~

Pernyataan ini merujuk pada \cite{p1}.
\end{frame}

%------------------------------------------------

\begin{frame}
\frametitle{Daftar Pustaka}
\footnotesize{
\begin{thebibliography}{99} % Beamer does not support BibTeX so references must be inserted manually as below
\bibitem[Smith, 2012]{p1} John Smith (2012)
\newblock Judul tulisannya
\newblock \emph{Nama Jurnal} 12(3), 45 -- 678.
\end{thebibliography}
}
\end{frame}

%------------------------------------------------

\begin{frame}
\Huge{\centerline{Selesai}}
\end{frame}

%----------------------------------------------------------------------------------------

\end{document} 




Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...