Friday, October 9, 2015

Pengukuran Sudut

Sekarang kita akan mengacu pada gambar di samping dan kembali kita gunakan paket tikz dan tkz-euclide.
\usepackage{tkz-euclide}
\usetkzobj{all}
\usepackage{tikz}
Untuk itu kita akan menggambar sebuah juring dengan:
  • menyatakan koordinat kutub (polar) dari suatu titik
  • membuat busur dengan menggunakan koordinat kutub
  • membuat bangun datar tertutup yang dibentuk oleh ruas garis, busur, dan ruas garis
  • menetapkan beberapa koordinat (sekaligus) dengan perintah path
  • menempatkan teks untuk menamai panjang ruas garis, panjang busur, dan besar sudut

Dalam sistem koordinat kutub, titik asal/the origin $\small(0,0)$ merupakan titik acuan. Koordinat dari suatu titik $P$ dinyatakan dengan $(\alpha:r)$, dengan $\alpha$ menyatakan besar $\small\angle X_+OP$ dan $r$ menyatakan panjang ruas garis $\small\overline{OP}$ (sebagai jari-jari). Sedangkan gambar suatu busur dinyatakan dengan $arc(\alpha:\beta:r)$, di mana $\alpha$ menyatakan besar sudut pada koordinat titik awal, $\beta$ menyatakan besar sudut pada koordinat titik akhir, dan $r$ menyatakan jari-jarinya.


Untuk menggambar bangun geometris tertutup kita berikan perintah
\draw (koordinat) -- (koordinat) -- (koordinat) -- cycle;
Banyak koordinat bergantung pada bangun geometris yang kita gambar.

Nah, mari kita gambar juring tersebut.
\draw (0,0) -- (27.52:4.28) arc (27.52:67.19:4.28) node[midway,above] {$s$} -- cycle;
Dari titik asal $\small(0,0)$ kita buat ruas garis (yang bawah) ke titik $\small(27.52:4.28)$, kemudian dari titik ini dilanjutkan membuat busur ke titik $\small(67.19:4.28)$, lalu kembali ke titik asal (dengan menghasilkan ruas garis/jari-jari kedua). Untuk ini kita gunakan jari-jari sepanjang $\small4.28$. Pada busur sekaligus saya tempatkan ukuran panjangnya $s$ tepat di tengah-tengah pada bagian atasnya, dengan perintah node. (Perlu diketahui, dalam contoh ini, koordinat-koordinat dan jari-jari tersebut ditetapkan secara sebarang, sesuai dengan selera.)

Untuk penggunaan selanjutnya, koordinat-koordinat itu saya namai dengan perintah path, sekaligus juga menempatkan ukuran panjang jari-jari $r$ tepat di tengah-tengah pada bagian bawah ruas garis $\small\overline{OB}$.
\path (67.19:4.28) coordinate (A) (0,0) coordinate (O) -- (27.52:4.28) coordinate (B) node[midway,below] {$r$};
Berikutnya, seperti telah dilakukan sebelumnya, kita tandai sudut pusatnya. 
\tkzMarkAngle[fill=coklat,opacity=.2](B,O,A);
Terakhir kita tempatkan ukuran sudutnya $\theta$ sejauh $\small1.2$ dari koordinat titik sudutnya.
\tkzLabelAngle[pos=1.2](B,O,A){$\theta$};
Berikut ini pengkodean selengkapnya untuk gambar di atas.
\begin{figure}[!ht]
\centering
\begin{tikzpicture}
\draw (0,0) -- (27.52:4.28) arc (27.52:67.19:4.28) node[midway,above] {$s$} -- cycle ;
\path (67.19:4.28) coordinate (A) (0,0) coordinate (O) -- (27.52:4.28) coordinate (B) node[midway,below] {$r$} ;
\tkzMarkAngle[fill=coklat,opacity=.2](B,O,A);
\tkzLabelAngle[pos=1.2](B,O,A){$\theta$};
\end{tikzpicture}
\caption{}
\end{figure}
Contoh dokumen tersebut saya susun dalam jaringan melalui Online LaTeX Editor ShareLaTeX. 
Demikian semoga bermanfaat.

Adjie Gumarang Pujakelana 2015



Definisi Sudut

Pada tulisan ini kita akan mengacu pada gambar di samping. Dengan menggunakan paket tikz, kita akan:
  • menetapkan beberapa koordinat (sekaligus) dengan perintah path
  • menggunakan perintah node untuk menempatkan teks
  • menggambar sinar (ruas garis berarah) dan menamainya
Selain itu kita juga gunakan paket tkz-euclide untuk menandai sudut, dengan mewarnainya.


Dalam environment gambar tikz, perintah node berguna untuk menempatkan teks atau gambar (image) pada suatu koordinat yang ditetapkan. Pada opsinya kita dapat mengarahkan letaknya (di kiri, kanan, atas, bawah, pusat) terhadap koordinat tersebut, mewarnainya, dll.

Kita mulai saja untuk menggambar. Salah satu cara untuk menetapkan koordinat adalah dengan menggunakan perintah path. Dengan perintah ini kita dapat menetapkan beberapa koordinat sekaligus. Penetapan ini berguna dalam penggunaan selanjutnya, kita cukup menuliskan nama dari koordinat yang telah kita tetapkan itu. 
\path (0,0) coordinate (O) node[left] {titik sudut}  (4.5,0.94) coordinate (A) (3.12,2.62) coordinate (B);
Kita menetapkan tiga koordinat untuk $O$, $A$, dan $B$. Kemudian di kiri $O$ kita letakkan teks "titik sudut".

Sinar adalah ruas garis berarah, sehingga kita menggambar ruas garis dengan mencantumkan opsi "mata panah". Opsi ini dapat berupa -stealth, -latex, atau ->. Kemudian tepat di tengah-tengah ruas garis ini (di bawahnya) kita letakkan teks "kaki sudut".
\draw[-stealth] (O)--(A) node[midway,sloped,below] {kaki sudut}; 
Kita menggambar sinar dengan pangkal $O$ dan ujung $A$. Opsi midway menempatkan teks tepat di tengah ruas garisnya, opsi sloped menempatkan teks bersesuaian dengan kemiringan ruas garisnya, dan opsi below menempatkan teks di bawah ruas garis itu.

Dengan cara yang sama kita gambar kaki sudut yang kedua.
\draw[-stealth] (O)--(B) node[midway,sloped,above] {kaki sudut};
Untuk menandai sudut saya pilih paket tkz-euclide, karena (menurut saya) lebih praktis.
\tkzMarkAngle[fill=coklat,opacity=.2](A,O,B);
Dengan perintah tkzMarkAngle, kita tuliskan tiga koordinat pembentuk sudut itu dalam arah berlawanan dengan arah putar jarum jam. Saya tandai dengan warna coklat bagian daerah sudut itu dengan "tingkat keburaman" $0.2$. Warna coklat saya tetapkan dalam preamble dengan paket xcolor sebagai
\definecolor{coklat}{rgb}{.6,0,0}
Adapun keterangan gambar (caption), yaitu "Gambar 1", dihasilkan oleh paket caption dengan opsi (agar tertera hanya nama dan nomor gambar) sebagaimana tercantum di bawah ini, dan dinyatakan dalam Bahasa Indonesia oleh paket babel.
\usepackage[indonesian]{babel}
\usepackage[compatibility=false,labelformat=simple]{caption}
Nah, berikut ini pengkodean selengkapnya untuk gambar di atas.
\begin{figure}[!ht]
\centering
\begin{tikzpicture}
\path (0,0) coordinate (O) node[left] {titik sudut}  (4.5,0.94) coordinate (A) (3.12,2.62) coordinate (B);
\draw[-stealth] (O)--(A) node[midway,sloped,below] {kaki sudut}; 
\draw[-stealth] (O)--(B) node[midway,sloped,above] {kaki sudut};
\tkzMarkAngle[fill=coklat,opacity=.2](A,O,B);
\end{tikzpicture}
\caption{}
\end{figure}
Contoh dokumen tersebut saya susun dalam jaringan melalui Online LaTeX Editor ShareLaTeX. 
Demikian semoga bermanfaat.

Adjie Gumarang Pujakelana 2015



Thursday, October 8, 2015

Pencarian Akar-akar Persamaan Kuadrat

Tulisan kali ini merujuk pada Nasution, Andi Hakim dkk. 1993. Matematika 1 untuk Sekolah Menengah Umum Kelas 1. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, seperti tampak pada gambar di samping. Pada halaman 54 tertulis:
"Dalam hal persamaan kuadratnya berbentuk $ax^2+bx+c=0$, dan koefisien $a$, $b$, dan $c$ merupakan bilangan bulat, maka salah satu tahap awal untuk menyelesaikannya ialah dengan mencari dua faktor dari $ac$ yang jumlahnya sama dengan $b$ agar persamaan kuadrat tersebut dapat ditulis sebagai hasil kali dua faktor ...."
Ya, yang dimaksud adalah menyelesaikan persamaan kuadrat dengan cara memfaktorkan.
Memfaktorkan persamaan kuadrat $ax^2 + bx + c = 0$ berarti mengubah bentuknya menjadi $p(x - x_1)(x - x_2)=0$, dengan $p\neq0$. Untuk membentuk pemfaktoran itu, kita cari dua bilangan $m$ dan $n$ yang hasil kalinya sama dengan nilai $a.c$ dan jumlahnya sama dengan nilai $b$. (Selanjutnya kita dapat menemukan bahwa kedua akar persamaan kuadrat itu adalah $x_1=-\frac{m}{a}$ dan $x_2=-\frac{n}{a}$). 

Nah, sekarang akan kita tunjukkan pencarian tersebut secara visual. Dalam hal ini kita gunakan paket tikz. Sebagai contoh, mari kita selesaikan persamaan $2x^2-3x-2=0$ dengan cara memfaktorkan.
Saya tulis penyelesaiannya dalam environment minipage dan paket adjustbox agar tampak seperti di atas.
\adjustbox{valign=t}{\begin{minipage}{0.5\textwidth}
...
\end{minipage}}\hfill
%
\adjustbox{valign=t}{\begin{minipage}{0.4\textwidth}
...
\end{minipage}}
Pada bagian kiri, visualisasi faktor dari $ac$, pada dasarnya hanya memerlukan penetapan koordinat (dengan "coba-coba" hingga hasilnya tampak baik) untuk menggambar lingkaran dengan jari-jari tertentu sehingga dapat memuat node berupa huruf ($m$ dan $n$) dan bilangan ($-4$ dan $-3$) pada koordinat tersebut.
\draw (0,0) circle (.35cm) node {$m$};
\draw (0,-1) circle (.35cm) node {$n$};
\draw (-1.85,-.5) circle (.35cm) node {$-4$};
\draw (0,-2.2) circle (.35cm) node {$-3$};
Kita juga menggunakan perintah node untuk menempatkan beberapa unsur lainnya.
\node[left] at (-2.2,-.5) {$a\cdot c=2\cdot(-2)=$};
\node at (-.5,-.5) {$\times$};
\node[left] at (-0.3,-2.2) {$b=$};
Kemudian kita memilih koordinat yang pas untuk menggambar dua ruas garis yang menghubungkan ketiga lingkaran.
\draw (-1.5,-.5) -- (-0.3,-.15) (-1.5,-.5) -- (-0.3,-.85);
Terakhir kita buat ruas garis yang menyertakan tanda $+$ di kanannya.
\draw (-.5,-1.6) -- (.5,-1.6) node[right] {$+$} ;
Demikianlah berikut ini pengkodean selengkapnya untuk contoh di atas.
\adjustbox{valign=t}{\begin{minipage}{0.5\textwidth}
Dari $2x^2-3x-2=0$ kita ketahui $a = 2$,  $b=-3$, $c =-2$, sehingga

\begin{tikzpicture}[thick]
\draw[] (0,0) circle (.35cm) node[] {$m$};
\draw[] (0,-1) circle (.35cm) node[] {$n$};
\draw[] (-1.5,-.5) -- (-0.3,-.15) (-1.5,-.5) -- (-0.3,-.85);
\draw[] (-1.85,-.5) circle (.35cm) node[] {$-4$};
\node[left] at (-2.2,-.5) {$a\cdot c=2\cdot(-2)=$};
\node[] at (-.5,-.5) {$\times$};
\draw[] (-.5,-1.6) -- (.5,-1.6) node[right] {$+$} ;
\draw[] (0,-2.2) circle (.35cm) node[] {$-3$};
\node[left] at (-0.3,-2.2) {$b=$};
\end{tikzpicture}

Nilai $m$ dan $n$ yang tepat adalah $m=-4$ dan $n=1$
\end{minipage}}\hfill
%
\adjustbox{valign=t}{\begin{minipage}{0.4\textwidth}
Dengan memfaktorkan diperoleh\\[.5em]
$\begin{aligned}[t]
2x^2-3x-2 &= 0\\
2x^2-4x+1x-2 &= 0\\
2x(x-2)+1(x-2) &= 0\\
(x-2)(2x+1) &= 0\\
x-2=0\:\: &\textrm{atau}\:\: 2x+1=0\\
x=2\:\: &\textrm{atau}\:\: 2x=-1\\
x=2\:\: &\textrm{atau}\:\: x=-\frac{1}{2}
\end{aligned}$
\end{minipage}}
Demikian semoga bermanfaat.

Adjie Gumarang Pujakelana 2015



Wednesday, October 7, 2015

Penyelesaian dari Suatu Pertidaksamaan dalam Bentuk Garis Bilangan

Penyelesaian dari suatu pertidaksamaan dalam garis bilangan akan berbentuk seperti salah satu garis bilangan yang tampak pada gambar di samping ini. Tiga baris pertama menyatakan selang (interval) tertutup, sedangkan tiga baris terakhir menyatakan interval terbuka. "Bulatan penuh" (hitam) menyatakan bahwa nilai ujung interval termasuk dalam penyelesaian, sedangkan "bulatan kosong" (putih) menyatakan bahwa nilai ujung interval tidak termasuk dalam penyelesaian.

Kita akan menggambar penyelesaian tersebut dengan menggunakan paket tikz. Saya akan menggunakan "cara pelan-pelan" dalam membuatnya. Yang harus kita lakukan adalah:


Menggambar garis bilangan real. Dalam hal ini diwakili oleh ruas garis yang kita tetapkan dari dua koordinat, misalnya
\draw[thick] (-2,0) -- (2,0);
Menebalkan interval penyelesaian. Dalam hal ini diwakili oleh ruas garis yang kita tetapkan dari dua koordinat, dengan mencantumkan opsi ketebalan garis atau/dan anak panah. Untuk gambar pada baris 1 saya buat 
\draw[line width=1.87pt] (-.8,0) -- (.8,0);
Untuk gambar pada baris 5 dan 6 saya buat 
\draw[line width=1.87pt,-stealth] (-.8,0) -- (2,0);
\draw[line width=1.87pt,-stealth] (.8,0) -- (-2,0);
Menandai ujung interval dengan lingkaran kecil. Dalam hal ini kita tetapkan koordinat pada ruas garis tadi sebagai pusat lingkaran tersebut. Kemudian sekaligus kita tempatkan nilai bilangannya (di bawah). Agar tak bersentuhan dengan lingkaran itu, kita cantumkan opsi yshift dengan nilai negatif untuk menyusutkan ke arah bawah dari koordinat semula. Untuk gambar pada baris 1 saya buat
\filldraw (-.8,0) circle (3.25pt) node[below,yshift=-.1cm] {$a$};
\filldraw (.8,0) circle (3.25pt) node[below,yshift=-.1cm] {$b$};
Jika lingkarannya "kosong", kita cantumkan opsi fill dan thick. Untuk gambar pada baris 3 saya buat
\filldraw (-.8,0) circle (3.25pt) node[below,yshift=-.1cm] {$a$};
\filldraw[fill=white,thick] (.8,0) circle (3.25pt) node[below,yshift=-.1cm] {$b$};
Demikianlah keseluruhan kemungkinan penyelesaian dari suatu pertidaksamaan dalam bentuk garis bilangan pada gambar di atas dibuat oleh pengkodean berikut ini.
\begin{tikzpicture}[]
\draw[thick] (-2,0) -- (2,0);
\draw[line width=1.87pt] (-.8,0) -- (.8,0);
\filldraw (-.8,0) circle (3.25pt) node[below,yshift=-.1cm] {$a$};
\filldraw (.8,0) circle (3.25pt) node[below,yshift=-.1cm] {$b$};
\end{tikzpicture}

\medskip
\begin{tikzpicture}[]
\draw[thick] (-2,0) -- (2,0);
\draw[line width=1.87pt] (-.8,0) -- (.8,0);
\filldraw[fill=white,thick] (-.8,0) circle (3.25pt) node[below,yshift=-.1cm] {$a$};
\filldraw[fill=white,thick] (.8,0) circle (3.25pt) node[below,yshift=-.1cm] {$b$};
\end{tikzpicture}

\medskip
\begin{tikzpicture}[]
\draw[thick] (-2,0) -- (2,0);
\draw[line width=1.87pt] (-.8,0) -- (.8,0);
\filldraw (-.8,0) circle (3.25pt) node[below,yshift=-.1cm] {$a$};
\filldraw[fill=white,thick] (.8,0) circle (3.25pt) node[below,yshift=-.1cm] {$b$};
\end{tikzpicture}

\medskip
\begin{tikzpicture}[]
\draw[thick] (-2,0) -- (2,0);
\draw[line width=1.87pt] (-.8,0) -- (.8,0);
\filldraw[fill=white,thick] (-.8,0) circle (3.25pt) node[below,yshift=-.1cm] {$a$};
\filldraw (.8,0) circle (3.25pt) node[below,yshift=-.1cm] {$b$};
\end{tikzpicture}

\medskip
\begin{tikzpicture}[]
\draw[thick] (-2,0) -- (2,0);
\draw[line width=1.87pt,-stealth] (-.8,0) -- (2,0);
\filldraw (-.8,0) circle (3.25pt) node[below,yshift=-.1cm] {$a$};
\end{tikzpicture}

\medskip
\begin{tikzpicture}[]
\draw[thick] (-2,0) -- (2,0);
\draw[line width=1.87pt,-stealth] (.8,0) -- (-2,0);
\filldraw[fill=white,thick] (.8,0) circle (3.25pt) node[below,yshift=-.1cm] {$b$};
\end{tikzpicture}

\medskip
\begin{tikzpicture}[]
\draw[thick] (-2,0) -- (2,0);
\draw[line width=1.87pt,-stealth] (-.8,0)--(-2,0);
\draw[line width=1.87pt,-stealth] (.8,0)--(2,0);
\filldraw (-.8,0) circle (3.25pt) node[below,yshift=-.1cm] {$a$};
\filldraw[fill=white,thick] (.8,0) circle (3.25pt) node[below,yshift=-.1cm] {$b$};
\end{tikzpicture}
Demikian semoga bermanfaat.

Adjie Gumarang Pujakelana 2015



Thursday, October 1, 2015

Chessboard dan Xskak: Menandai Langkah dengan Tanda Panah

Pendahuluan

Sifat dari belajar $\small\LaTeX$ yang membentuk kurva belajar telah membawa saya untuk memperoleh pengetahuan baru tentang tiga hal dari penggunaan paket xskak, yaitu:
  • mencantumkan titik pada penomoran langkah
  • membalik posisi papan, di mana pemain Hitam berada pada bagian bawah
  • menandai langkah terakhir pada permainan yang sedang berlangsung dengan menggunakan tanda panah


Penggunaan Paket Xskak

Menurut saya, salah satu cara untuk membuat dokumen tentang catur dalam $\small\LaTeX$ yang relatif mudah dan memadai adalah dengan menggunakan paket xskak. Paket ini biasa saya sandingkan dengan paket chessboard untuk pembuatan diagramnya. Kedua paket tersebut dibuat oleh seorang ahli, Ulrike Fischer.

Pada umumnya, untuk membuat dokumen tentang catur, dalam preamble kita muat 
\usepackage[LSBC4,T1]{fontenc}
\usepackage{xskak,chessboard}
\setboardfontencoding{LSBC4}
Pengaturan enkripsi huruf dengan LSBC4 menjadikan tampilan diagram (papan dan buah catur) tampak baik dan "halus". Pilihan lainnya adalah LSBC3, seperti yang saya gunakan dalam dokumen terlampir. Itu terjadi karena berkaitan dengan keseluruhan unsur dalam pengkodean untuk dokumen tersebut.

Naskah catur dengan 
xskak dan chessboard menggunakan pengkodean sebagai berikut:
\newchessgame[...] % dengan beberapa opsi, misalnya: result=1--0
\xskakset{...} % pengaturan tertentu
\mainline{...} % langkah-langkah
\variation[invar]{...} % variasi langkah
\variation{...} % variasi langkah lain
\mainline[outvar]{...} % kembali ke langkah teks
\xskakgetgame{result} % hasil permainan setelah mencantumkan opsi "result"
\chessboard[...] % menampilkan diagram dengan beberapa opsi
Penomoran langkah merupakan bagian dari penggunaan paket xskak. Untuk menunjukkan tanda (noktah) titik setelah angka pada nomor langkah kita gunakan
\xskakset{style=UF}
Sedangkan posisi papan merupakan bagian dari penggunaan paket chessboard. Untuk mengatur agar pihak Hitam yang terletak di bawah, kita gunakan
\chessboard[inverse]

Menandai Langkah dengan Tanda Panah

Seperti tampak pada dokumen terlampir, saya menunjukkan langkah terakhir dari permainan yang sedang berlangsung (langkah teks) dalam penggunaan paket xskak. Kemudian, dalam penggunaan paket chessboard, saya tunjukkan langkah terakhirnya dengan menggunakan tanda panah, dari petak semula (yang saya tandai dengan kotak berwarna) ke petak yang diduduki sekarang.
Untuk hal ini (agar sekali perintah dapat digunakan seterusnya di dalam penyusunan dokumen) saya menetapkan perintah baru di dalam preamble. Tanda panah ini berbentuk lurus, kecuali untuk langkah Kuda dibuat membelok.

  1. \newcommand{\lain}{\setchessboard{
  2.     lastmoveid=A,%tunjukkan langkah terakhir saja
  3.     pgfstyle=straightmove,%untuk langkah terakhir selain kuda
  4.     arrow=to,arrow=stealth,%bentuk panah
  5.     linewidth=0.1ex,%ketebalan garis
  6.     shortenstart=0ex,%letak awal pangkal panah
  7.     shortenend=5pt,%akhir ujung panah
  8.     inverse, %membalik papan
  9.     color=Crimson,%warna panah
  10.     markmoves=\xskakget{move},%menandai langkah
  11.     arrow=to, %arah panah
  12.     color=DodgerBlue, %warna petak semula
  13.     markstyle=border, %tanda (kotak) pada petak semula
  14.     markfield=\xskakget{movefrom}, %pangkal panah
  15.     setfen=\xskakget{nextfen}%acuan langkah
  16.     }}

sehingga, di dalam dokumen, diagramnya saya buat dengan perintah
{\lain\chessboard}
A adalah identitas dari permainan yang saya tulis.
\newchessgame[id=A,result=1/2--1/2]
Selain dengan menggunakan kotak, petak asal juga dapat ditandai oleh lingkaran dengan opsi (pada baris 13)
markstyle=circle
Perintah kedua berdasarkan pengkodean di atas, untuk langkah Kuda, , saya tetapkan perintah \kuda pada baris 1, kemudian pada opsi (baris 3) saya tetapkan
pgfstyle=knightmove
Selain itu, karena untuk keterangan mengenai permainan disediakan oleh paket texmate, maka saya gunakan pula paket ini untuk "judul" permainan.

Penutup 

Dokumen di bawah ini saya susun dalam jaringan melalui Online LaTeX Editor ShareLaTeX dengan menggunakan cara-cara sebagaimana telah disebutkan di atas. Demikian semoga bermanfaat.

Adjie Gumarang Pujakelana 2015





Friday, September 11, 2015

Paket Exam: Membuat Naskah Soal Uraian

Ketika Anda (para guru) melakukan pengujian dengan bentuk soal uraian, apakah lembar jawabannya terpisah dari lembar soal? Apakah lembar jawaban itu Anda sediakan ataukah disediakan oleh siswa (peserta ujian)? 
Apakah lembar soal dari Anda itu sekaligus menyediakan ruang untuk jawabannya? Bila ya, apakah ruang untuk jawaban siswa itu polos atau bergaris?

Nah, kupasan kita kali berkaitan dengan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan di atas. Kita akan membuat naskah soal uraian dengan menggunakan paket exam, di mana naskah soal itu sekaligus menyediakan ruang untuk jawabannya. 

Dalam tulisan terdahulu telah diulas tentang pemanfaatan paket exam untuk membuat naskah soal ujian (ulangan), sekaligus saya tunjukkan contoh selingkung (template) naskah soal yang saya gunakan. Dengan demikian, teknis dasar dalam membuat naskah soal uraian dengan menggunakan paket exam akan merujuk kepada tulisan itu. Sebagai tambahannya, akan kita sediakan ruang untuk jawaban dari setiap soal dalam bentuk baris-baris bergaris. Bagaimana cara membuatnya?

Ruang untuk jawaban itu (bergaris) kita buat dengan perintah
\fillwithlines{kerenggangan}
setelah menuliskan butir soal dalam perintah \question. Kerenggangannya dapat kita isi dengan angka dan satuannya, misalnya cm atau in. Dalam contoh dokumen di bawah ini saya gunakan satuan cm. Kemudian pada kelas dokumen saya gunakan opsi kertas A4 dengan ukuran huruf 10pt. Untuk tata letak halaman saya gunakan paket geometry dengan beberapa opsi sebagaimana terlampir dalam pengkodean. Untuk jenis huruf saya gunakan palatino.
Dua buah soal yang saya tulis dalam contoh dokumen ini berasal dari Jenis Soal Uraian pada Olimpiade Matematika SD Tingkat Nasional 2004 yang telah dilaksanakan di Pekanbaru pada 24 s.d. 27 Agustus 2004.

Demikianlah, berikut ini pengkodean untuk contoh dokumen naskah soal uraian sebagaimana telah diulas di atas beserta dokumen yang dihasilkannya.
Semoga bermanfaat!

Adjie Gumarang Pujakelana 2015
\documentclass[a4paper,10pt]{exam}
\usepackage[bindingoffset=0cm,left=2cm,right=2cm,top=2cm,bottom=2cm,footskip=0.5cm]{geometry}
\usepackage{palatino}

\begin{document}

\begin{EnvFullwidth}
\textbf{Jawablah dengan jelas dan tepat!}
\end{EnvFullwidth}

\begin{questions}
\question
Harga sebatang sabun mandi di warung Bu Siti Rp900,00. Kalau membeli banyak, harga rata-rata sebatang sabun mandi di toko Pak Husin lebih murah Rp55,00. Berapa harga 144 batang sabun mandi kalau kita membeli di toko Pak Husin?

\medskip
\textbf{Jawaban}
\fillwithlines{5cm}
\question
Badru mempunyai satu bundel tiket sepak bola untuk dijual. Pada hari Minggu ia dapat menjual 10 lembar tiket kepada keluarganya. Pada hari Senin ia dapat menjual setengah dari banyak tiket yang tersisa. Pada hari Selasa ia menjual 5 tiket kepada teman sekolahnya dan 2 tiket terakhir kepada dua orang gurunya. Berapa lembar tiket yang ada dalam satu bundel?

\medskip
\textbf{Jawaban}
\fillwithlines{7cm}
\end{questions}

\end{document}


-->

Wednesday, September 9, 2015

Teknis Penulisan Huruf Arab dengan ArabXeTeX

Tulisan ini bermula dari permintaan anak saya, yang ditugasi oleh gurunya untuk menghafalkan Asma-ul-Husna, agar dicarikan tulisan tentang Asma-ul-Husna beserta artinya. Beruntung, sebelumnya, saya sudah mempelajari dan menggunakan paket arabxetex sehingga saya membuat sendiri untuk memenuhi permintaannya tersebut. Tulisan tentang penggunaan paket arabxetex pada blog ini adalah
Meskipun demikian baru kali ini saya merasa perlu untuk membuat panduan tentang teknis penulisan huruf Arab dengan menggunakan paket arabxetex ini. Panduan ringkas yang saya kutip dari dokumentasi paket arabxetex ini sangat berguna ketika saya menuliskan dokumen yang memuat huruf Arab, baik bervokal (harakat) maupun tanpa vokal. Berikut ini panduan yang saya maksud.


Karena Bahasa Arab bukanlah bahasa kita maka sudah sepantasnya bila kita berhati-hati dalam menuliskannya dan mengikuti tata tulis yang berlaku dalam bahasa tersebut. Khusus yang berkenaan dengan penulisan huruf Arab yang bersumber dari Al-Quran, saya mengacu dan memeriksa kebenaran dari tulisan yang saya buat ke situs quran.com.

Pengkodean berikut ini merupakan contoh penggunaan paket arabxetex dengan berpedoman kepada panduan di atas. Pada contoh ini saya menuliskan Surat Al-Fatihah, Surat A-Ikhlas, Surat Al-Falaq, dan Surat An-Naas. Dokumen ini saya susun di dalam TeX Live 2015 dengan compiler XeLaTeX.
\documentclass[a4paper,10pt]{article}

\usepackage[dvipsnames,svgnames,table]{xcolor}
\definecolor{blau}{RGB}{17,94,140}

\usepackage{fontspec}
\setromanfont[BoldFont={Gentium Basic Bold},ItalicFont={Gentium Italic}]{Gentium}

\usepackage[top=1cm,margin=2cm]{geometry}

\usepackage{arabxetex}
\newfontfamily\arabicfont[Script=Arabic]{Amiri}

\pagestyle{empty}
\parindent0em

\begin{document}

\section*{Surat Al-Fatihah}

\newcommand{\hamzaB}{\char"200D\char"0640\raise-.95ex\hbox{\char"0654}\char"200D}

\begin{arab}[fullvoc]
\Large\color{blau} BASMALA((1)) \\
'l-.hamdu li-ll-_ahi rabbi al-`AlamIna((2)) 
'l-rra.hm_ani 'l-rra.hImi((3)) 
m_aliki yawmi 'l-ddIni((4)) 
'iyyAka na`budu wa-'iyyAka nasta`Inu((5)) 
'ihdinA 'l-.s.sir_a.ta 'l-mustaqIma ((6)) 
.sir_a.ta 'lla_dIna 'an`amta `alayhim _kayri 'l-ma_k.dUbi `alayhim walaa 'l-.d.dA^MADDAllIna((7))
\end{arab}

\section*{Surat Al-Ikhlas}

\begin{arab}[fullvoc]
\Large\color{blau}BASMALA(()) \\
qul huwa 'l-ll-_ahu 'a.haduN((1)) 
'l-ll-_ahu 'l-.s.samadu((2)) 
lam yalid walam yUlad((3)) 
walam yakun llah_u kufuwaN 'a.hadu^MIM((4)) 
\end{arab}

\section*{Surat Al-Falaq}

\begin{arab}[fullvoc]
\Large\color{blau}BASMALA(()) \\
qul 'a`U_zu birabbi 'l-falaqi((1)) 
min ^sarri mA_halaqa((2)) 
wamin ^sarri _kAsiqiN 'i_zA waqaba((3)) 
wamin ^sarri 'l-nnaff_a_t_ati f.I 'l-`uqadu((4)) 
wamin ^sarri .hAsidiN 'i_zA .hasada((5))
\end{arab}

\section*{Surat An-Naas}

\begin{arab}[fullvoc]
\Large\color{blau}BASMALA(()) \\
qul 'a`U_zu birabbi 'l-nnAsi((1)) 
maliki 'l-nnAsi((2)) 
il_ahi 'l-nnAsi((3)) 
min ^sarri 'l-waswAsi 'l-_hannAsi((4)) 
'lla_d.I yuwaswisu f.I .sudUri 'l-nnAsi((5)) 
mina 'l-jinnaTi wa-'l-nnAsi((6))
\end{arab}

\end{document}
Untuk membandingkan dan memeriksa hasil penyusunan huruf Arab tersebut, Anda dapat membuka situs quran.com dan membuka tiap Surat tersebut. Berikut ini dokumen yang dihasilkan oleh pengkodean di atas.

Demikian semoga bermanfaat!

Adjie Gumarang Pujakelana 2015


-->
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...