Sunday, July 6, 2014

Menulis Surat

Bagaimana cara membuat surat dengan $\small\LaTeX$?
Kelas dokumen letter dari Les­lie Lam­port, Frank Mit­tel­bach, dan Rainer Schöpf adalah kelas dokumen untuk membuat surat baku (standar) dalam $\small\LaTeX 2 \epsilon$.

Memang agak berbeda dengan sistem persuratan yang biasa digunakan di Indonesia, oleh karena itu diperlukan penataan seperlunya bila ingin menyesuaikannya.
Gambar di samping, yang saya kutip dari Lutfi's Site, menunjukkan gambaran tentang struktur surat. 

Dalam $\small\LaTeX$, kepala surat dapat dibuat dengan baris:
\newcommand\Heading{...}
sedangkan alamat pengirim diikuti oleh tanggal surat diletakkan di kanan-atas dari dokumen. Alamat tujuan surat diletakkan di kiri lebih bawah dari tanggal surat. Surat diawali dengan kalimat pembuka:
\opening{Dengan hormat,}
kemudian diikuti oleh isi surat dan diakhiri oleh:
\closing{Hormat kami,}
Nama pengirim akan tercetak otomatis dan tersedia jarak untuk menandatanganinya dengan mengisi:
\signature{\bfseries Adjie Gumarang Pujakelana}
Pengkodean asal dari kelas dokumen surat adalah sebagai berikut:
\documentclass[a4paper,12pt]{letter}

% Some of the article customisations are relevant for this class

\name{} % To be used for the return address on the envelope
\signature{} % Goes after the closing (ie at the end of the letter, with space for a signature)
\address{Address \\ of \\ Sender}
% Alternatively, these may be set on an individual basis within each letter environment.

\makelabels % this command prints envelope labels on the final page of the document

\begin{document}
\begin{letter}{Name and \\ Address \\ of \\ Receiver}

\opening{} % eg Hello.

\closing{} % eg Regards,

\cc{} % people this letter is cc-ed to
\encl{} % list of anything enclosed
\ps{} % any post scriptums. ``PS'' labels must be put in manually

\end{letter}
\end{document}
Dalam contoh dokumen di bawah ini, Gonzalo Medina, "guru" saya di forum, menggunakan paket xpatch untuk menyusun kepala surat terletak di tengah dan alamat pengirim serta tanggal surat jajar-kanan.
\newcommand\Heading{}
\setlength\longindentation{0pt}
\xpatchcmd{\opening}{l@}{r@}{}{}
\xpatchcmd{\opening}{\thispagestyle{empty}}{\thispagestyle{empty}{\centering\Heading\par\bigskip}}{}{}

Setelah penutup surat, $\small\LaTeX$ memberikan pilihan tiga perintah, yaitu:

  • catatan tambahan (notabéne, PostScript): \ps{N.B. ...}
  • lampiran (enclosure): \encl{...}
  • tembusan (carbon copy): \cc{...}
Berikut ini contoh pengkodean selengkapnya dan dokumen yang dihasilkannya. Dalam dokumen ini juga saya gunakan huruf quattrocento.
Demikian semoga bermanfaat.

Adjie Gumarang Pujakelana 2014
\documentclass{letter}
\usepackage{xpatch}
\usepackage[lmargin=3cm,rmargin=3.5cm,tmargin=4.5cm,bmargin=4cm]{geometry}
\usepackage{hyperref}
\usepackage[T1]{fontenc}
\usepackage[sf,scaled=0.9]{quattrocento}
\usepackage[indonesian]{babel}

\newcommand\Heading{}

\setlength\longindentation{0pt}

\xpatchcmd{\opening}{l@}{r@}{}{}
\xpatchcmd{\opening}{\thispagestyle{empty}}{\thispagestyle{empty}{\centering\Heading\par\bigskip}}{}{}

\signature{\bfseries Adjie Gumarang Pujakelana}
\address{Graha Satelit C.16 \\ Sumbawa Besar \\ 84351}

\addto{\captionsindonesian}{%
  \renewcommand*{\ccname}{Tembusan}
}

\begin{document}

\begin{letter}{Kepala \\ P4TK Matematika \\ Jalan Kaliurang KM.6, Sambisari, Condong Catur, Depok, Sleman
\\ Yogyakarta \\ 55281}
\opening{Dengan hormat,}

\ldots\ isi surat \ldots

\closing{Hormat kami,}

\ps{N.B. \ldots}
\encl{
\begin{enumerate}
\item \ldots
\item \ldots
\end{enumerate}}
\cc{
\begin{enumerate}
\item \ldots
\item \ldots
\end{enumerate}}
\end{letter}

\end{document}




Saturday, July 5, 2014

Doa Nabi

Untuk mengisi kegiatan pada bulan Ramadhan tahun 1435 H ini, saya membuka tulisan tangan saya 23 tahun yang lalu dan menemukan kembali doa yang sangat mustajab untuk diamalkan, seperti tampak pada gambar di samping ini.

Doa tersebut tertuang dalam kitab "Safinah" halaman 16. Diriwayatkan bahwa sahabat Ibnu Ubay berjumpa dengan Nabi s.a.w dan beliau bersabda:
''Berdoalah kamu dengan doa ini dan dahulukanlah di awal doamu. Sesudah itu barulah kamu berdoa sekehendakmu. Niscaya doamu dikabulkan berkat doa ini. Dan barangsiapa berdoa dengan doa ini, maka akan dikuatkan imannya.''
Nah, doa tersebut saya tulis ulang dan kali ini saya menuliskannya dengan menggunakan $\small\LaTeX$ (beserta artinya, berdasarkan catatan saya dalam bahasa Sunda). Untuk ini saya kembali gunakan paket arabxetex dari Vafa Karen-Pahlav dan François Charette.

Dokumen doa tersebut di bawah ini saya susun dalam $\small\TeX$ Live 2013.
Demikian semoga bermanfaat dan selamat mengamalkan doa tersebut!

Adjie Gumarang Pujakelana 2014







\documentclass[11pt,svgnames]{scrartcl}
\title{arabxetex}
\usepackage[a4paper,
  top=1cm,
  left=2cm,
  right=2cm,
bottom=1cm
 ]{geometry}
\usepackage{xcolor}
\usepackage{arabxetex}
\newfontfamily\arabicfont[Script=Arabic]{Amiri}
\usepackage[T1]{fontenc}
\usepackage[sf,scaled=0.9]{quattrocento}

\begin{document}
\pagenumbering{gobble}

\color{DarkSlateBlue}
\newcommand{\hamzaB}{\char"200D\char"0640\raise-.95ex\hbox{\char"0654}\char"200D}
\begin{arab}[fullvoc]
\huge
\begin{center}
BASMALA
\end{center}
\noindent
al-ll_a-humma lAmani`a limA a`.tayta walAmu`.tiya limA mana`ta walA rAdda limA qa.dayta walA yanfa`u _da-al-jaddi minka 'l-jaddu\\
al-ll_a-humma lAmu.dilla liman hadayta walAhAdiya liman a.dlalta walAmu^sqiya liman as`adta walAmus`ida liman a^sqayta walAmu`izza liman a_dlalta walAmu_dilla liman a`zazta walArAfi`a liman _hafa.dta walA_hAfi.da liman rafa`ta\\
al-ll_a-humma 'ihdinA liman amartanA wawaffi lanA bimA .diminta lanA min _hayr.I 'l-ddunyA waqawwi yaqInanA fImA rajaytanA wA-n.surnA `al_A a`dA'inA f.I 'l-.z.zAhiri wa 'l-bA.tini wa as'aluka  \\
al-ll_a-humma bimA sa'alaka bih_i _halIlaka ibrAhIma mina 'l-nnUri wa 'l-yaqIna wamA sa'alaka bih_i sayyidunA wamawlAnA mu.hammaduN mina 'l-nna.sri wa 'l-tta--wfiqi inna--ka .hamI--duN majI--duN\\

A"'mI----n
\end{arab}

\bigskip
\it
Ya Allah, tidak ada yang dapat mencegah atas apa yang Engkau berikan, dan tidak ada yang dapat memberikan atas apa yang Engkau cegah, dan tidak ada yang menolak atas apa yang Engkau pastikan, dan tidak akan bermanfaat kekayaan selain kekayaan dariMu. 

Ya Allah, tidak ada yang dapat menyesatkan kepada orang yang Engkau beri petunjuk, dan tidak ada yang dapat memberi petunjuk kepada orang yang Engkau sesatkan, dan tidak ada yang akan mencelakai orang yang Engkau bahagiakan, dan tidak ada yang dapat memberi kebahagiaan kepada orang yang Engkau celakai, dan tidak ada yang akan memuliakan orang yang Engkau hinakan, dan tidak ada yang akan menghinakan orang yang Engkau muliakan, dan tidak ada yang dapat mengangkat derajat orang yang Engkau hinakan, dan tidak ada yang dapat menghinakan orang yang Engkau angkat derajatnya.

Ya Allah, tunjukilah kami kepada jalan yang Engkau perintahkan, dan berikanlah kepada kami segala yang menjadi tanggunganmu atas diri kami dari kebaikan dunia dan akhirat, dan kuatkanlah keyakinan kami atas apa yang Engkau harapkan, dan tolonglah kami untuk mengalahkan musuh-musuh kami dalam lahir dan batin. 

Ya Allah, kami memohon kepadaMu atas apa yang Nabi Ibrahim a.s. mohonkan kepadaMu, yaitu cahaya dan keyakinan, dan atas apa yang Nabi Muhammad s.a.w mohonkan kepadaMu, yaitu pertolongan dan sebenar-benarnya pertolongan (taufik), sesungguhnya Engkau Zat Terpuji, Zat Yang Agung.\\

\vspace{3cm}\noindent
{\normalfont\it\bfseries
\color{DarkSlateGray}Adjie Gumarang Pujakelana}\\
{\normalfont 4 Juli 2014}
\end{document}





Tuesday, July 1, 2014

Kartu Nama

Kali ini saya ingin mengenalkan salah satu paket $\small\LaTeX$ yang bernama ticketComprehensive $\small\TeX$ Archive Network (CTAN) dalam pengantarnya menyebutkan bahwa paket ini 
menyediakan kemudahan dalam menangani antarmuka (interface) untuk menghasilkan kartu kunjungan, nama-nama berkas (file), stiker, pin , dan hal-hal lain untuk keperluan kantor Anda, konferensi, dll. Yang Anda butuhkan adalah definisi 'tiket' Anda disertakan ke dalam definisi tiket dan dua perintah \ticketdefault dan \ticket.
Bagaimana cara melakukannya? Seorang rekan di forum telah membuatkan salah satu contoh penggunaan paket ini untuk Anda, seperti ditunjukkan dalam dokumen di bawah ini dan hasilnya tampak pada gambar di samping ini.

Dalam dokumen tersebut ditunjukkan contoh pembuatan kartu nama atas diri saya sendiri. Kartu nama ini mendefinisikan tiket untuk dua sisi: muka (\vcardfront) dan belakang (\vcardback) disertai dengan batas pencetakan yang tepat, sehingga memudahkan pemotongan kartu setelah tercetak. Dalam contoh asalnya, bagian muka memuat identitas kantor/perusahaan dan bagian belakang memuat identitas pribadi. Anda dapat mengubahnya sesuai dengan keperluan Anda, seperti yang saya lakukan dalam dokumen ini.

Karena dokumen ini juga menyertakan logo, Anda dapat mengatur "besar" logo dengan mengubah nilai width dan dapat pula memutar logo dengan mengubah nilai angle pada baris



\put(47, 5){\includegraphics[width=33mm,angle=0,origin=bl]{nama file logo}}

Selain itu, garis (line) penyekat dapat anda ubah panjangnya pada baris
\put( 5, 13.5){\color{uni}\line(1,0){30}}

Nah, agar Anda dapat menggunakan paket ini untuk berbagai keperluan, silakan dapatkan dan pelajari dokumentasinya di sini.
Dokumen di bawah ini saya susun melalui Online LaTeX Editor ShareLaTeX dan logo yang digunakan diperoleh dari Google,
Demikian semoga bermanfaat.

Adjie Gumarang Pujakelana 2014
%%%%
%
% ticket.sty example file for visiting cards
%
%%%%
% use the corresponding paper size for your ticket definition
\documentclass[a4paper,10pt]{letter}

% load ticket.sty with the appropriate ticket definition
\usepackage[math]{anttor}
\renewcommand{\sfdefault}{anttor}
\usepackage[T1]{fontenc}

\usepackage[zw32010,crossmark]{ticket}

% load misc stuff
\usepackage{graphicx}
\usepackage{color}

% define something
\definecolor{uni}{rgb}{.3019,.7216,.7019}

% make your default ticket. \ticketdefault is somewhat like a background
% here it is empty, because we use different tickets for the front an
% the back of our card
\renewcommand{\ticketdefault}{%
}

% now what do you like to put in your ticket
\newcommand{\vcardfront}[5]{\normalfont\ticket{%
    \put( 47, 5){\includegraphics[width=33mm,angle=0,origin=bl]{Raja}}
    \put( 63.2, 2){\color{uni}}
    \put( 5, 13.5){\color{uni}\line(1,0){30}}
    \put( 7, 10){\small Graha Satelit C.16}
    \put( 7,6.5){\small Sumbawa Besar 84351}
    \put( 7,  3){\small Nusa Tenggara Barat}
    \put( 7, 24){\small telp:}
    \put( 7, 20){\small faks:}
    \put(6,40){\bfseries\Large #1}
    \put(7,36){#2}
    \put(15,24){\small #3}
    \put(15,20){\small #4}
    \put( 7,16){\small #5}
 }}

\newcommand{\vcardback}[1]{\ticket{%
    \put( 7, 26){\small Kantor:}
    \put( 5, 23){\color{uni}\line(1,0){30}}
    \put( 7,19){\small%
        \begin{minipage}[t]{50mm}%
          {#1}\hss%
        \end{minipage}}%
}}

% a counter, which makes life easier...
\newcounter{numcards}

\begin{document}
\sffamily

% ten cards for the front
\whiledo{\thenumcards<10 00="" 0371="" 0813="" 17="" 262="" 2="" 3952="" 68="" 80="" 8133="" 952="" and="" backside="" besar="" document="" end="" faks:="" for="" gmail.com="" kalakaypalid="" matematika="" negeri="" numcards="" s.pd.="" setcounter="" span="" stepcounter="" sumbawa="" telp:="" ten="" the="" thenumcards="" ulaeman="" umbawa="" uru="" vcardback="" vcardfront="" whiledo="">




Tuesday, June 24, 2014

Membuat Kamus atau Daftar Istilah?

Dalam sistem kebahasaan kita akan merujuk kepada Pusat Bahasa terutama pada dua produk utamanya, yaitu Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dan Glosarium. Meskipun demikian, seperti kita tahu, masih terdapat banyak kata-kata dan istilah yang belum termuat pada keduanya. Misalnya, coba Anda masukkan istilah scaffolding dan over-the-board pada Glosarium. Anda tidak akan menemukan padanan untuk kedua istilah tersebut. Jadi Pusat Bahasa masih memerlukan entri-entri baru untuk melengkapinya.

Khusus mengenai glosarium (KBBI: glo·sa·ri·um n 1 kamus dl bentuk yg ringkas; 2 daftar kata dng penjelasannya dl bidang tertentu), belum banyak terbitan yang dapat kita temui. Beberapa di antaranya yang saya ketahui adalah
  • Glosarium Istilah Asing-Indonesia, 182416 entri, 3240 halaman, Pusat Bahasa, tanpa tahun
  • Istilah Teknologi Informasi Bahasa Indonesia, 884 halaman, Pusat Bahasa, tanpa tahun
  • Kamus Istilah Komputer dan Informatika, 145 halaman, Andino Maseleno, IlmuKomputer.Com, 2003
  • Glosarium Matematika, Djati Kerami dan Ellya Iswati, 267 halaman, Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, 1993
Bagaimana dengan glosarium untuk bidang-bidang lainnya? Barangkali Anda yang tahu lebih banyak.

Nah, sehubungan dengan itu, tulisan kali ini akan menyajikan sumber daya $\small\LaTeX$ yang berguna untuk menyusun kamus atau glosarium. Pada contoh di bawah ini saya menggunakannya untuk menyusun istilah-istilah dalam permainan catur. 

Sumber glosarium ini berasal dari Wikipedia sedangkan pengkodean dokumennya berasal dari salah seorang anggota forum. Penataan halaman dan struktur dokumen dilakukan oleh paket fancyhdr dan titlesec, sedangkan entri istilah menggunakan makro:
\newcommand{\dict}[3]{%
        \markboth{#1}{#1}%
        \par\vspace{0.25\baselineskip}%
        \phantom{#1} {\color{DarkSlateGray}\sl\textbf{#2}} #3%
    }
Contoh ini baru memuat istilah untuk huruf "A" sehingga belum menyertakan tautan rujukan antaristilah. Untuk huruf "B" dan seterusnya dapat Anda lanjutkan sendiri. Ini sangat mudah karena tiap "huruf" tersebut dimuat dalam bagian (section). Bila semua entri sudah tersusun, tinggal memasang paket hyperref untuk mengaitkan perujukannya.
Demikian semoga bermanfaat.

Adjie Gumarang Pujakelana 2014






\documentclass[a4paper,oneside,10pt]{scrbook}
\usepackage[margin=2cm]{geometry}
\usepackage{graphicx}
 \usepackage{fancyhdr,multicol}
 \usepackage[bf,sf,center]{titlesec}
\usepackage[svgnames]{xcolor}
\usepackage{xskak}

% Text encoding 
 \usepackage[indonesian]{babel}
 \usepackage[T3,OT2,T1]{fontenc}
 \usepackage[utf8]{inputenc}
 \usepackage[noenc]{tipa}

% Font
\usepackage{PTSansCaption}
\renewcommand{\sfdefault}{PTSansCaption-TLF}
 \addtokomafont{section}{\centering}

% Headers and footers
 \fancyhf{}
    \fancyhead[L]{\color{DarkSlateGray}\rightmark}
    \fancyhead[R]{\color{DarkSlateGray}\leftmark}
    \fancyhead[C]{\textbf{\textsf{\thepage}}}

    \renewcommand{\headrulewidth}{0.4pt}
 \setlength{\columnsep}{20pt}
 \setlength{\columnseprule}{0.4pt}
 \setlength{\parindent}{15pt}

% Entry command : \dict{}{}
    \newcommand{\dict}[3]{%
        \markboth{#1}{#1}%
        \par\vspace{0.25\baselineskip}%
        \phantom{#1} {\color{DarkSlateGray}\sl\textbf{#2}} #3%
    }

\pagestyle{fancy}

\usepackage{amssymb} % produce the "\thicksim" symbol, the wave line before the derivative words from the headword %

\begin{document}

\section*{A}
\begin{multicols}{2}
\color{SaddleBrown}
\dict{absolute pin}{absolute pin}
Suatu pemakuan {\sl pin} terhadap raja disebut mutlak jika perwira yang terpaku itu tidak dapat melangkah secara sah (karena langkahnya itu akan membuka raja sehingga terkena skak). Lihat {\sl pin} relatif.
\dict{active}{active}
1.  Menjelaskan suatu perwira yang menguasai sejumlah petak, atau suatu perwira yang memiliki sejumlah petak yang tersedia untuk langkah selanjutnya.
2.  Suatu "pertahanan aktif" adalah suatu pertahanan yang menggunakan ancaman atau serangan balik.\\ Antonim: pasif.
 \dict{adjournment}{adjournment}
Penundaan dari permainan catur dengan maksud untuk menyelesaikannya nanti. Hal itu begitu sangat umum dalam kompetisi tingkat tinggi, sering kali terjadi segera setelah kendali waktu pertama, tetapi praktik ini telah ditinggalkan karena munculnya analisis komputer. Lihat langkah sampul.
\begin{center}
\includegraphics[width=0.75\columnwidth]{gbr1.jpg}\\
Sampul yang digunakan untuk penundaan permainan dari pertandingan Efim Geller vs Bent Larsen, Copenhagen 1966
\end{center}
\dict{adjudication}{adjudication}
Keputusan oleh seorang pemain catur kuat ({\sl adjudicator}) atas hasil pertandingan yang belum selesai. Praktik ini sekarang jarang terjadi dalam ajang {\sl over-the-board}, tetapi memang terjadi dalam catur {\sl online} ketika salah seorang pemain menolak untuk melanjutkan setelah penundaan.
\dict{adjust}{adjust (lihat Touch-move rule)}
Mengatur posisi suatu buah catur pada petaknya tanpa dituntut untuk memindahkannya. Seorang pemain dapat melakukan hal ini hanya pada gilirannya untuk melangkah, dan dia pertama kali harus mengatakan "Saya mengatur", atau setara dengan bahasa Prancis "{\sl J'adoube}".
\dict{advanced pawn}{advanced pawn}
Suatu bidak yang berada pada pihak lawan dari papan catur (baris kelima atau lebih tinggi). Bidak depan mungkin lemah jika berlebihan, kurang dukungan dan sulit untuk dipertahankan, atau kuat jika mengekang lawan dengan membatasi pergerakannya. Suatu bidak depan yang bebas yang mengancam untuk promosi dapat dirasakan sangat kuat.
\dict{advantage}{advantage}
Suatu posisi yang lebih baik dengan berpeluang untuk memenangi permainan. Faktor penilaiannya dapat mencakup ruang, waktu, materi, dan ancaman.
\dict{Alekhine's gun}{Alekhine's gun}
Sebuah formasi di mana Menteri mendukung dua Benteng pada lajur yang sama.
\begin{center}
\includegraphics[width=0.75\columnwidth]{gbr2.jpg}\\
{\sl Alekhine's gun}
\end{center}
\dict{algebraic notation}{algebraic notation}
Cara standar untuk mencatat langkah-langkah dari permainan catur, menggunakan koordinat alfanumerik atas petak-petaknya.
\dict{amateur}{amateur}
Perbedaan antara profesional dan amatir tidak terlalu penting dalam catur karena para amatir dapat memenangi hadiah, menerima biaya penampilan, dan mendapatkan gelar apapun, termasuk Juara Dunia. Pada abad ke-19, "Amatir" kadang-kadang digunakan dalam skor permainan yang diterbitkan untuk menyembunyikan nama pemain yang kalah dalam pertandingan {\sl Master} vs Amatir. Dianggap tidak sopan bila menggunakan nama pemain tanpa izin, dan pemain profesional tidak ingin kehilangan pihak yang membayarnya. Lihat juga NN atau N.N.
\dict{analysis}{analysis}
Kajian posisi untuk menentukan permainan terbaik bagi kedua belah pihak.
\dict{annotation}{annotation}
Komentar tertulis tentang permainan dengan menggunakan gabungan dari komentar, simbol dan/atau notasi catur.
\dict{announced mate}{announced mate}
Praktik, umumnya pada abad ke-19, dimana pemain akan mengumumkan urutan langkah, yang diyakininya merupakan permainan terbaik bagi kedua belah pihak, yang mengarah ke skakmat secara paksa untuk pemain yang mengumumkan dalam jumlah tertentu langkah (misalnya, "mat dalam lima langkah").
\dict{antipositional}{antipositional}
Suatu langkah atau perencanaan yang tidak sesuai dengan prinsip-prinsip permainan posisional. Antiposisional digunakan untuk menggambarkan langkah-langkah yang merupakan bagian dari perencanaan yang salah, bukan kesalahan yang dibuat ketika berusaha untuk mengikuti perencanaan yang benar. Langkah-langkah antiposisional sering kali langkah-langkah bidak; karena bidak tidak bisa melangkah mundur untuk kembali ke petak yang baru saja ditinggalkannya, langkah majunya sering kali menciptakan kelemahan yang tidak dapat diperbaiki.
\dict{Anti-Sicilian}{Anti-Sicilian}
Sebuah variasi pembukaan yang digunakan Putih terhadap Pertahanan Sisilia (1.e4 c5) selain dari rencana yang paling umum 2.\symknight f3 diikuti oleh 3.d4 cxd4 4.\symknight xd4 (Sisilia Terbuka). Beberapa antiSisilia termasuk Variasi Alapin (2.c3), Variasi Moskow (2.\symknight f3 d6 3.\symbishop b5+), Variasi Rossolimo (2.\symknight f3 \symknight c6 3.\symbishop b5), Serangan {\sl Grand Prix} (2.\symknight c3 \symknight c6 3.f4 g6 4.\symknight f3 \symbishop g7 dan sekarang 5.\symbishop c4 atau 5.\symbishop b5), Sicilian Tertutup (2.\symknight c3 diikuti oleh g3 dan \symbishop g2), Gambit Smith-Morra (2.d4 cxd4 3.c3), dan Gambit Wing (2.b4) .
\dict{arbiter}{arbiter (Lihat International Arbiter)}
\dict{Armageddon chess}{Armageddon chess}
Sebuah permainan yang, di bawah aturan turnamen, dianggap sebagai kemenangan bagi Hitam jika berakhir imbang. Biasanya aturan turnamen memungkinkan Putih lebih banyak waktu daripada Hitam dalam permainan tersebut: perbedaan itu dapat bervariasi; biasanya dalam Kejuaraan Dunia FIDE, Putih memiliki enam menit, sementara Hitam hanya memiliki lima menit, tetapi dalam Kejuaraan Catur Dunia 2012 digunakan kendali waktu: 5 menit untuk Putih, 4 menit untuk Hitam; ditambah 3 detik tambahan per langkah dari langkah 60. Format ini biasanya digunakan dalam babak {\sl playoff tie-breaker} ketika permainan {\sl blitz} pendek belum terselesaikan dalam {\sl tie-break}.
\dict{artificial castling}{artificial castling}
Mengacu pada manuver beberapa langkah terpisah oleh Raja dan Benteng di mana akhirnya seolah-olah mereka telah rokade. Juga dikenal sebagai {\sl castling by hand}.
\dict{attack}{attack}
Serangan, baik jangka pendek (misalnya, setelah 1.e4 \symknight f6, Hitam menyerang bidak Putih di e4) atau jangka panjang, misalnya dalam bentuk serangan mat berkesinambungan terhadap Raja lawan atau serangan kecil terhadap struktur bidak sayap menteri lawan. Lihat {\sl defence}.
\dict{attraction}{attraction}
Pengorbanan perwira kecil atau besar untuk mengeluarkan raja lawan. Sebagai contoh, jika raja Hitam telah rokade dan berada pada petak g8, Putih dapat berusaha untuk menarik raja itu dengan menggunakan langkah paksa seperti \symbishop xh7+, diikuti oleh \symknight g5+ dll. Lihat {\sl decoy}.
\dict{automaton}{automaton}
Sebuah mesin permainan catur yang beroperasi sendiri. Daya tarik populer pada abad ke-18 dan ke-19, perangkat ini telah memperdaya bawah kendali dari pemain manusia. Mesin permainan catur "{\sl automaton}" yang paling terkenal adalah {\sl The Turk}.
\end{multicols}

\newpage
\section*{B}
\begin{multicols}{2}
\color{SaddleBrown}
\dict{B}{B}
Symbol used for the bishop when recording chess moves in English.%
\dict{back rank}{back rank}
A player's first rank (the one on which the pieces stand in the starting position); White's back rank is Black's eighth rank, and vice versa.
\dict{back-rank mate}{back-rank mate}
A checkmate delivered by a rook or queen along a back rank from which the mated king is unable to move because it is blocked by friendly pieces (usually pawns) on the second rank. This is also sometimes referred to as a back-row mate.
\dict{back-rank weakness}{back-rank weakness}
A situation in which a player is under threat of a back-rank mate and, having no time/option to create an escape for the king, must constantly watch and defend against that threat, for example by keeping a rook on the back rank.
\dict{backward pawn}{backward pawn}
A pawn that is behind a pawn of the same color on an adjacent file and that cannot be advanced with the support of another pawn.
\dict{bad bishop}{bad bishop}
A bishop that is hemmed in by the player's own pawns. See also good bishop.
\begin{center}
\includegraphics[width=0.75\columnwidth]{gbr3.jpg}\\
White has a bad bishop, Black has a good bishop (Evans 1967:66).
\end{center}
\dict{bare king}{bare king}
A position in which a king is the only man of its color on the board.
\dict{battery}{battery}
An arrangement of two pieces in line with the enemy king on a rank, file, or diagonal so that if the middle piece moves a discovered check will be delivered. The term is also used in cases where moving the middle piece will uncover a threat along the opened line other than a check.
\dict{BCF}{BCF}
British Chess Federation, the former name of the English Chess Federation. See ECF.
\dict{BCM}{BCM}
An abbreviation for the British Chess Magazine.
\dict{BCO}{BCO}
An abbreviation for the 1982 openings reference book Batsford Chess Openings, by Raymond Keene and Garry Kasparov. The second edition (1989) is often called BCO-2. Cf. ECO and MCO.
\dict{bind}{bind}
A strong grip or stranglehold on a position that is difficult for the opponent to break. A bind is usually an advantage in space created by advanced pawns. The Mar\'{o}czy Bind is a well-known example. See also squeeze.
\dict{bishop}{bishop}
{\large\symbishop}\ a piece in the board game of chess. Each player begins the game with two bishops. One starts between the king's knight and the king, the other between the queen's knight and the queen. In algebraic notation the starting squares are c1 and f1 for White's bishops, and c8 and f8 for Black's bishops.
\dict{bishop pair}{bishop pair}
In open positions, two bishops are considered to have an advantage over two knights or a knight and a bishop. (In closed positions knights may be more valuable than bishops.) The player with two bishops is said to have the bishop pair. Some evaluation systems count the bishop pair as worth half a pawn, see Chess piece relative value\#Alternate valuations.
\dict{bishop pawn}{bishop pawn}
A pawn on the bishop's file, i.e. the c-file or f-file.
\dict{opposite colors}{bishops on opposite colors (or bishops of opposite colors)}
A situation in which one player has only his light-square bishop remaining while the other has only his dark-square bishop remaining. In endgames, this often results in a draw if there are no other pieces (only pawns), even if one side has a material advantage of one, two or even three pawns, since the bishops control different squares (see Opposite-colored bishops endgame). In the middlegame, however, the presence of opposite-colored bishops imbalances the game and can lead to mating attacks, since each bishop attacks squares that cannot be covered by the other.
\dict{black}{black}
The dark-colored squares on the chessboard are often referred to as "the black squares" even though they are often some other dark color. Similarly, "the black pieces" are sometimes actually some other (usually dark) color. See also white.
\dict{Black}{Black (see White and Black in chess)}
The designation for the player who moves second, even though his pieces ("the black pieces") are sometimes actually some other (usually dark) color. See also White and first-move advantage.
\dict{blind chess}{blind chess}
See Kriegspiel.
\dict{blindfold chess}{blindfold chess}
A form of chess in which one or both players are not allowed to see the board.
\dict{Blitz chess}{Blitz chess (see Fast chess)}
A fast form of chess (from German Blitz, "lightning") with a very short time limit, usually 3 or 5 minutes per player for the entire game. With the advent of electronic chess clocks, the time remaining is often incremented by 1 or 2 seconds per move.
\dict{blockade}{blockade}
A strategic placement of a minor piece directly in front of an enemy pawn, where it restrains the pawn's advance and gains shelter from attack. Blockading pieces are often overprotected.
\dict{blunder}{blunder}
A very bad move, an oversight (indicated by "??" in notation).
\dict{board}{board}
See chessboard.
\dict{Boden's Mate}{Boden's Mate}
Boden's Mate, named for Samuel Boden, is a checkmate pattern in which the king, usually having castled queenside, is checkmated by two crisscrossing bishops. Immediately prior to delivering the mate, the winning side typically plays a queen sacrifice on c3 or c6 to set up the mating position.
\begin{center}
\includegraphics[width=0.75\columnwidth]{gbr4.jpg}\\
Boden's Mate
\end{center}
\dict{book draw}{book draw}
An endgame position known to be a draw with perfect play. Historically this was established by reference to chess endgame literature, but in simplified positions (currently six pieces or fewer[citation needed]) computer analysis in an endgame tablebase can be used.
\dict{book move}{book move}
An opening move found in standard reference books on opening theory. A game is said to be "in book" when both players are playing moves found in the opening references. A game is said to be "out of book" when the players have reached the end of the variations analyzed in the opening books, or if one of the players deviates with a novelty (or a blunder).
\dict{book win}{book win}
An endgame position known to be a win with perfect play. Historically this was established by reference to chess endgame literature, but in simplified positions (currently six pieces or fewer[citation needed]) computer analysis in an endgame tablebase can be used.
\dict{break}{break}
A pawn advance or capture that opens a blocked position.
\dict{breakthrough}{breakthrough}
Destruction of a seemingly strong defense, often by means of a sacrifice.
\dict{brevity}{brevity}
[chiefly British] See miniature.
\dict{brilliancy}{brilliancy}
A spectacular and beautiful game of chess, generally featuring sacrificial attacks and unexpected moves. Brilliancies are not always required to feature sound play or the best moves by either side.
\dict{brilliancy prize}{brilliancy prize}
A prize awarded at some tournaments for the best brilliancy played in the tournament.
\dict{Bronstein delay}{Bronstein delay}
A time control method with time delay, invented by David Bronstein. When it becomes a player's turn to move, the clock waits for the delay period before starting to subtract from the player's remaining time.
\dict{Bughouse chess}{Bughouse chess}
A popular chess variant played on two chessboards by four players in teams of two. Normal chess rules apply, except that captured pieces on one board are passed on to the players of the other board, who then have the option of putting these pieces on their board.
\begin{center}
\includegraphics[width=0.75\columnwidth]{gbr5.jpg}\\
A game of bughouse chess in progress
\end{center}
\dict{building a bridge}{building a bridge}
Making a path for a king by providing protective cover against checks from line-pieces. A well-known example is the Lucena position.
\dict{Bullet chess}{Bullet chess (see Fast chess)}
A form of chess in which each side has 1 minute to make all their moves.
\dict{bust}{bust}
Colloquial term for a refutation of an opening, or of previously published analysis. A famous example is Bobby Fischer's 1961 article "A Bust to the King's Gambit" in which he wrote, "In my opinion, the King's Gambit is busted. It loses by force."
\dict{bye}{bye}
A tournament round in which a player does not have a game, usually because there are an odd number of players. A bye is normally scored as a win (1 point), although in some tournaments a player is permitted to choose to take a bye (usually in the first or last round) and score it as a draw ($\frac{1}{2}$ point).
\end{multicols}

\end{document}




Sunday, June 22, 2014

Notulen Rapat

Ketika Anda menjadi pencatat kegiatan rapat (dalam kepanitiaan, organisasi, sekolah, dll.), apa yang Anda gunakan? Bagaimana pula hasil rapat itu Anda dokumentasikan?
Nah, untuk keperluan ini $\small\LaTeX$ telah menyediakan kelas dokumen untuk dokumentasi risalah atau notulen rapat (meeting minutes). Kelas dokumen ini bernama meetingmins, yang dbuat oleh Brian D. Beitzel. Anda dapat memperoleh dan mempelajari kelas ini di CTAN.
Dalam pengantarnya disebutkan bahwa kelas ini mendukung pembuatan kumpulan notulen, dengan fitur-fitur:

  • mendukung tugas-tugas (siapa, jadwal, apa, waktu penyelesaian;
  • memungkinkan pembuatan daftar tugas terbuka;
  • pencantuman tugas-tugas terbuka dari notulen-notulen lainnya;
  • mendukung untuk lampiran;
  • mendukung penanggalan jadwal (dalam perencanaan: akan mendukung paket calendar);
  • menyediakan versi berbeda ('bagian rahasia'); dan
  • Makro untuk penilaian dan keputusan (daftar keputusan).
Fitur-fitur tersebut akan tampak jelas setelah Anda mempelajari contoh dokumen di bawah ini.
Yang khas dari kelas dokumen ini adalah adanya kondisi 'rahasia', yaitu bagian dari proses atau hasil rapat yang tidak ingin dipublikasikan (tidak tercetak) tetapi tercatat dalam notulen. Ini dimuat dengan kode:
\begin{hiddenitems}
bla bla bla ....
\end{hiddenitems}
atau
\begin{hiddensubitems}
bla bla bla ....
\end{hiddensubitems}
Selain itu juga dapat dicatat penetapan tanggal rapat berikutnya, dan ini pun tidak tercetak. Ini dimuat dengan kode:
\nextmeeting{bla bla bla ....}
Untuk contoh dokumen berikut ini saya telah mengubah kelas dokumen semula pada judul (penanggalan) agar berbahasa Indonesia. Kelas meetingmins.cls yang telah saya ubah dapat anda unduh di sini.
Demikian semoga bermanfaat.

Adjie Gumarang Pujakelana 2014




Xe$\small\LaTeX$: Doa Menyambut Ramadhan

Ini tulisan keempat tentang teknis penulisan huruf Arab dengan menggunakan $\small\LaTeX$. Ketiga tulisan lainnya dapat Anda lihat di sini, di sana, dan di sono. Demi menyambut kehadiran "tamu agung", kembali saya menuliskannya dan hasilnya dapat Anda lihat di samping ini.

Seperti sudah disampaikan di sini, untuk ketepatan dalam penyusunan naskah bertuliskan huruf Arab, saya gunakan paket arabxetex dengan typeset Xe$\small\LaTeX$, bukan paket arabtex. Hal ini juga atas beberapa keluhan dan tanggapan di forum.

Untuk tulisan ini lebih dulu saya susun teks Arab dengan menggunakan TeX Live 2013 dan saya namai "Arabarab", kemudian file PDF yang dihasilkan saya sisipkan ke dalam dokumen baru yang saya susun dalam PDF$\small\LaTeX$ melalui ShareLaTeX: Online LaTeX Editor ShareLaTeX. Adapun materi doa yang saya gunakan berkenaan dengan menyambut datangnya bulan suci Ramadhan dan doa tersebut saya kutip dari Betawi Edge.
Pengkodeannya saya buat sebagai berikut:
\documentclass[11pt,a4]{scrartcl}
\title{Doa Menyambut Ramadhan}
\usepackage[svgnames]{xcolor}
\usepackage{calligra}
\usepackage{fontspec}
\defaultfontfeatures{Ligatures=TeX}
\setmainfont{Linux Libertine O}
\setsansfont{Linux Biolinum O}

\usepackage[
  top=0cm,
left=3cm,
  right=3cm,
bottom=0cm,
  headheight=0pt,
  margin=1.5cm
 ]{geometry}
\usepackage{calligra}
\usepackage{arabxetex}
\newfontfamily\arabicfont[Script=Arabic]{Amiri}

\begin{document}
\pagenumbering{gobble}
\color{SaddleBrown}\bfseries
\begin{center}
\color{DarkSlateGray}\Huge\sf 
Doa Menyambut Ramadhan
\end{center}

\bigskip
\newcommand{\hamzaB}{\char"200D\char"0640\raise-.95ex\hbox{\char"0654}\char"200D}
\begin{arab}[fullvoc]
\Huge\setlength\parindent{0pt}
BASMALA\\

 al-ll_a-humma .salli `al_A sayyidinA mu.hammad wa`al_A  'Ali sayyidinA mu.hammad \\
al-ll_a-hu akbar,\\ 
al-ll_a-humma ahillah_u `alaynA bi-'l-yumni wa-al-'iy"_mAn, wa-'l-ssalamaTi wa-al-'is"lAmi, wa-'l-ttawfiqi li__mA tu.hibbu wa-tar.d_A, rabbI warabbuka-al-ll_ahu\\
al-ll_a-humma |"A|r-zuqnA _hayrah_u wabarakatah_u wan__uwrah_u wana`uw_zu bika min ^sarrih_i wa ^sarri mA ba`dah_u\\
al-ll_a-humma |"A|j`alh_u ^sahra barakaTiN wan_uwraN wa'ajraN wamu`A-fA-TaN wari.dwAnaN mina 'l-rra.hma___ani wajiwAraN mina 'l-^s^say.tAni,\\
al-ll_a-humma 'innaka qA-simuN fiyhi ba__yna `ibAdika 'l-.s.sAli.hiyna\\
'Aamiy____n
\end{arab}

\vspace{7.45cm}
{\Large\color{Khaki}Sumbawa Besar, 22 Juni 2014}

{\color{White}\Huge\bfseries\calligra Adjie Gumarang Pujakelana}

\end{document}
Pada dokumen utama saya menyertakan paket background agar teks Arab yang saya sisipkan dilatarbelakangi oleh gambar (background/wallpaper), dalam hai ini saya sesuaikan skalanya. Gambar latar ini saya ambil dari Google dan saya namai "Frame2". 
Berikut ini pengkodean seelengkapnya dan dokumen yang dihasilkannya.
\documentclass{article}
\usepackage[
  top=0in,
  left=2cm,
  right=2cm,
  headheight=0pt
 ]{geometry}
\usepackage[T1]{fontenc}
\usepackage{calligra}
\usepackage{background}
\backgroundsetup{
scale=2.2,
angle=0,
opacity=1,  %% adjust
contents={\includegraphics[width=\paperwidth,height=\paperheight]{Frame2}}
}

\begin{document}
\pagenumbering{gobble}

\begin{figure}[width\textwidth]
\setlength{\leftskip}{2cm}
\includegraphics[width=\textwidth]{Arabarab.pdf}
\end{figure}

\end{document}



Demikian semoga bermanfaat.

Adjie Gumarang Pujakelana 2014


Friday, June 20, 2014

Presentasi Bergaya Keynote

Ini salah satu tema presentasi Beamer yang saya sukai. Tema ini mengacu pada gaya presentasi Keynote dari Apple.
Tak usah galau, tema ini tersedia pada ShareLaTeX dan dapat langsung digunakan. Bila Anda berniat untuk memanfaatkannya, silakan mendaftar di sini:
Online LaTeX Editor ShareLaTeX

Seperti Anda lihat di samping, materi yang saya tampilkan ditujukan kepada para Guru Matematika yang sudah atau akan menerapkan Kurikulum 2013 (K13) di sekolahnya. 

Untuk menyesuaikan dengan warna pada logo K13 (dan warna latar foto saya, hehehe ...), saya gunakan pewarnaan dengan svgnames:
\documentclass[10pt,svgnames]{beamer}
lalu memilih warna SteelBlue:
\setbeamercolor{structure}{fg=SteelBlue}
Untuk huruf saya gunakan Palatino:
\renewcommand\sfdefault{ppl}
\renewcommand\familydefault{\sfdefault}
\usepackage{mathpazo}
Logo K13 saya tempatkan pada tiap slide dengan menggunakan texpos:
\usepackage{textpos} 
\addtobeamertemplate{frametitle}{}{%
    \begin{textblock*}{100mm}(\textwidth,-1cm)
        \includegraphics[height=1cm,width=1cm]{K13}
    \end{textblock*}}
tetapi saya tak ingin memuat judul slide pada halaman judul (titlepage), maka saya gunakan [plain,t]:
\begin{frame}[plain,t]
  \titlepage
\end{frame}
Adapun materi yang tercantum pada dokumen ini bersumber dari Buku Guru MATEMATIKA SMA/MA/SMK/MAK Kelas X Edisi Revisi 2014, dengan beberapa perbaikan redaksional.
Demikian semoga bermanfaat.

Adjie Gumarang Pujakelana 2014
\documentclass[10pt,svgnames]{beamer}
\usepackage{mathpazo}

\usepackage{amsmath, amsfonts, epsfig, xspace}
\usepackage{algorithm,algorithmic}
\usepackage{pstricks,pst-node}
\usepackage{multimedia}
\usepackage[normal,tight,center]{subfigure}
\setlength{\subfigcapskip}{-.5em}
\usepackage{beamerthemesplit}
\usetheme{lankton-keynote}
\usepackage[indonesian]{babel}
\usepackage{ragged2e}
\justifying
\usepackage{textpos} 

\addtobeamertemplate{frametitle}{}{%
    \begin{textblock*}{100mm}(\textwidth,-1cm)
        \includegraphics[height=1cm,width=1cm]{K13}
    \end{textblock*}}

\author[Sulaeman]{\includegraphics[scale=0.3]{Pujakelana} \\Sulaeman, S.Pd.}

\title[Model Pembelajaran\hspace{2em}\insertframenumber/\inserttotalframenumber]{Unsur Utama\\ Model Pembelajaran}

\date{\today} %leave out for today's date to be insterted

\institute{SMK Negeri 2 Sumbawa Besar}

\begin{document}
\begin{frame}[plain,t]
  \titlepage
\end{frame}
 
\begingroup
  \begin{frame}
  \frametitle{Ikhtisar}
  \tableofcontents[sectionstyle=show/show,subsectionstyle=show/show/shaded]
  \end{frame}
  \endgroup

\section{Pengantar}  % add these to see outline in slides

\begin{frame}
  \frametitle{Pengantar}
Model pembelajaran yang diterapkan dalam Kurikulum 2013 dilandasi oleh teori pembelajaran yang menganut paham konstruktivistik, seperti 
  \begin{itemize}
\item \emph{Project-Based Learning},
\item \emph{Problem- Based Learning}, dan
\item \emph{Discovery Learning} 
\end{itemize}
dengan pendekatan \emph{scientific learning} melalui proses mengamati, menanya, menalar, mencoba, membangun jejaring dan menghubungkan berbagai informasi terkait pemecahan masalah \emph{real world}, analisis data, dan menarik kesimpulan. Proses pembelajaran memberi perhatian pada aspek-aspek kognisi dan mengangkat berbagai masalah \emph{real world} yang sangat mempengaruhi aktivitas dan perkembangan mental siswa selama proses pembelajaran dengan prinsip bahwa
\end{frame}

\begin{frame}
  \frametitle{Prinsip Pembelajaran}
  \begin{enumerate}
  \item<1-> setiap anak lahir, tumbuh dan berkembang dalam matriks sosial tertentu dan telah memiliki potensi, 
  \item<2-> cara berpikir, bertindak, dan persepsi setiap orang dipengaruhi nilai budayanya, 
  \item<3-> matematika adalah hasil konstruksi sosial dan sebagai alat penyelesaian masalah kehidupan, dan 
\item<4-> matematika adalah hasil abstraksi pikiran manusia.
  \end{enumerate}
\end{frame}

\begin{frame}
  \frametitle{Metode Pembelajaran}
Metode pembelajaran yang diterapkan antara lain: 
\begin{itemize}
\item metode penemuan,
\item pemecahan masalah, 
\item tanya-jawab, 
\item diskusi dalam kelompok heterogen, \item pemberian tugas produk, 
\item unjuk kerja, dan 
\item projek. 
\end{itemize}

\medskip
Pembelajaran matematika yang diharapkan dalam praktik pembelajaran di kelas adalah
\end{frame}

\begin{frame}
  \frametitle{Praktik Pembelajaran}
  \begin{enumerate}
  \item pembelajaran berpusat pada aktivitas siswa,\pause
  \item siswa diberi kebebasan berpikir memahami masalah, membangun strategi penyelesaian masalah, mengajukan ide-ide secara bebas dan terbuka,\pause
\item guru melatih dan membimbing siswa berpikir kritis dan kreatif dalam menyelesaikan masalah,\pause
\item upaya guru mengorganisasikan bekerjasama dalam kelompok belajar, melatih siswa berkomunikasi menggunakan grafik, diagram, skema, dan variabel,\pause
\item seluruh hasil kerja selalu dipresentasikan di depan kelas untuk menemukan berbagai konsep, hasil penyelesaian masalah, aturan matematika yang ditemukan melalui proses pembelajaran.
  \end{enumerate}
\end{frame}

\section{Unsur Utama}
\begin{frame}
  \frametitle{Unsur Utama Pembelajaran}
Rancangan model pembelajaran yang diterapkan mengikuti 5 (lima) komponen utama model pembelajaran yang dijabarkan sebagai berikut.
\begin{enumerate}
\item {\color{Gold!50!Orange}Sintaks 
\item Sistem Sosial
\item Prinsip Reaksi
\item Sistem Pendukung
\item Dampak Instruksional dan Pengiring yang Diharapkan}
\end{enumerate}
\end{frame}

\subsection{Sintaks}
\begin{frame}
  \frametitle{Sintaks}
Pengelolaan pembelajaran terdiri 5 tahapan pembelajaran, yaitu:
\begin{itemize}
\item  {\color{Gold!50!Orange}Apersepsi}\\
Tahap apersepsi diawali dengan menginformasikan kepada siswa kompetensi dasar dan indikator yang akan dicapai siswa melalui pembelajaran materi yang akan diajarkan. Kemudian guru menumbuhkan persepsi positif dan motivasi belajar pada diri siswa melalui pemaparan manfaat materi matematika yang dipelajari dalam penyelesaian masalah kehidupan serta meyakinkan siswa, jika siswa terlibat aktif dalam merekonstruksi konsep dan prinsip matematika melalui penyelesaian masalah yang bersumber dari fakta dan lingkungan kehidupan siswa dengan strategi penyelesaian yang menerapkan pola interaksi sosial yang pahami siswa dan guru. 
\end{itemize}
\end{frame}

\begin{frame}
  \frametitle{Sintaks}
  \begin{itemize}
  \item[] Dengan demikian, siswa akan lebih baik menguasai materi yang diajarkan, imformasi baru berupa pengetahuan lebih bertahan lama di dalam ingatan siswa, dan pembelajaran lebih bermakna sebab setiap informasi baru dikaitkan dengan apa yang diketahui siswa dan menunjukkan secara nyata kegunaan konsep dan prinsip matematika yang dipelajari dalam kehidupan.
  \end{itemize}
  \end{frame}
  
\begin{frame}
  \frametitle{Sintaks}  
\begin{itemize}
\item {\color{Gold!50!Orange}Interaksi Sosial di antara Siswa, Guru, dan Masalah}\\
Pada tahap orientasi masalah dan penyelesaian masalah, guru meminta siswa
mencoba memahami masalah dan mendiskusikan hasil pemikiran melalui belajar kelompok. Pembentukan kelompok belajar menerapkan prinsip kooperatif, yakni keheterogenan anggota kelompok dari segi karakteristik (kemampuan dan jenis kelamin) siswa, berbeda budaya, berbeda agama dengan tujuan agar siswa terlatih bekerjasama, berkomunikasi, menumbuhkan rasa toleransi dalam perbedaan, saling memberi ide dalam penyelesaian masalah, saling membantu dan berbagi informasi. Guru memfasilitasi siswa dengan buku siswa, Lembar Aktivitas Siswa (LAS) dan Asesmen Otentik. 
  \end{itemize}
\end{frame}

\begin{frame}
  \frametitle{Sintaks}  
\begin{itemize}
\item[] Selanjutnya guru mengajukan permasalahan matematika yang bersumber dari lingkungan kehidupan siswa. Guru menanamkan nilai-nilai matematis (jujur, konsisten, tangguh menghadapi masalah) dan nilai-nilai budaya agar para siswa saling berinteraksi secara sosiokultural, memotivasi dan mengarahkan jalannya diskusi agar lebih efektif, serta mendorong siswa bekerjasama. 

Selanjutnya, guru memusatkan pembelajaran pada siswa dalam kelompok
belajar untuk menyelesaikan masalah. Guru meminta siswa memahami masalah secara individu dan mendiskusikan hasil pemikirannya dalam kelompok, dan dilanjutkan berdialog secara interaktif (berdebat, bertanya, mengajukan ide-ide, berdiskusi) dengan kelompok lain dengan arahan guru.
  \end{itemize}
\end{frame} 

\begin{frame}
  \frametitle{Sintaks}  
\begin{itemize}
\item[] Antar anggota kelompok saling bertanya-jawab, berdebat, merenungkan hasil pemikiran teman, mencari ide dan jalan keluar penyelesaian masalah. Setiap kelompok memadu hasil pemikiran dan menuangkannya dalam sebuah LAS yang dirancang guru. Jika semua anggota kelompok mengalami kesulitan memahami dan menyelesaikan masalah, maka salah seorang dari anggota kelompok bertanya pada guru sebagai panutan. Selanjutnya guru memberi \emph{scaffolding}, yaitu berupa pemberian petunjuk, memberi kemudahan pengerjaan siswa, contoh analogi, struktur, bantuan jalan keluar sampai saatnya siswa dapat mengambil alih tugas-tugas penyelesaian masalah.
  \end{itemize}
\end{frame}

% \section{Conclusion} % add these to see outline in slides

\begin{frame}
  \frametitle{Sintaks}  
\begin{itemize}
\item {\color{Gold!50!Orange}Mempresentasikan dan Mengembangkan Hasil Kerja}\\
Pada tahapan ini, guru meminta salah satu kelompok mempresentasikan hasil
kerjanya di depan kelas dan memberi kesempatan pada kelompok lain memberi tanggapan berupa kritikan disertai alasan-alasan, masukan bandingan pemikiran. Sesekali guru mengajukan pertanyaan menguji pemahaman/penguasaan penyaji dan dapat ditanggapi oleh kelompok lain. Kriteria untuk memilih hasil diskusi kelompok yang akan dipresentasikan antara lain: jawaban kelompok berbeda dengan jawaban dari kelompok lain, ada ide penting dalam hasil diskusi kelompok yang perlu mendapat perhatian khusus. Dengan demikian kelompok penyaji bisa lebih dari satu. 
  \end{itemize}
\end{frame}

\begin{frame}
  \frametitle{Sintaks}  
\begin{itemize}
\item[] Selama presentasi hasil kerja, guru mendorong terjadinya diskusi kelas dan mendorong siswa mengajukan ide-ide secara terbuka dengan menanamkan nilai \emph{soft skill}.

Tujuan tahapan ini adalah untuk mengetahui keefektifan hasil diskusi dan hasil kerja kelompok pada tahapan sebelumnya. Dalam penyajiannya, kelompok penyaji akan diuji oleh kelompok lain dan guru tentang penguasaan dan pemahaman mereka atas penyelesaian masalah yang dilakukan. Dengan cara tersebut dimungkinkan tiap- tiap kelompok mendapatkan pemikiran-pemikiran baru dari kelompok lain atau alternatif jawaban yang lain yang berbeda. Sehingga pertimbangan-pertimbangan secara objektif akan muncul di antara siswa.
  \end{itemize}
\end{frame}

\begin{frame}
  \frametitle{Sintaks}  
\begin{itemize}
\item[] Tujuan lain tahapan ini adalah melatih siswa terampil menyajikan hasil kerjanya melalui penyampaian ide-ide di depan umum (teman satu kelas). Keterampilan menghubungkan ide-ide tersebut adalah salah satu kompetensi yang dituntut dalam pembelajaran berdasarkan masalah, untuk memampukan siswa berinteraksi/berkolaborasi dengan orang lain.
  \end{itemize}
\end{frame}

\begin{frame}
  \frametitle{Sintaks}  
\begin{itemize}
\item {\color{Gold!50!Orange}Temuan Objek Matematika dan Penguatan Skemata Baru}\\
Objek-objek matematika berupa model (contoh konsep) yang diperoleh dari proses dan hasil penyelesaian masalah dijadikan bahan inspirasi dan abstraksi konsep melalui penemuan ciri-ciri konsep oleh siswa dan mengkonstruksi konsep secara ilmiah. Setelah konsep ditemukan, guru melakukan teorema pengontrasan melalui pengajuan contoh dan bukan contoh. Dengan mengajukan sebuah objek, guru meminta siswa memberi alasan, apakah objek itu termasuk contoh atau bukan contoh konsep.

Guru memberi kesempatan bertanya atas hal-hal yang kurang dipahami. Sesekali guru menguji pemahaman siswa atas konsep dan prinsip yang ditemukan, serta melengkapi hasil pemikiran siswa dengan memberikan contoh dan bukan contoh konsep. 
  \end{itemize}
\end{frame} 

\begin{frame}
  \frametitle{Sintaks}  
\begin{itemize}
\item[] Berdasar konsep yang ditemukan/direkonstruksi, diturunkan beberapa sifat dan aturan-aturan. Selanjutnya siswa diberi kesempatan mengerjakan soal-soal tantangan untuk menunjukkan kebergunaan konsep dan prinsip matematika yang dimiliki.
\item {\color{Gold!50!Orange}Menganalisis dan Mengevaluasi Proses dan Hasil Penyelesaian Masalah}\\
Pada tahapan ini, guru membantu siswa atau kelompok mengkaji ulang hasil
penyelesaian masalah, menguji pemahaman siswa dalam proses penemuan konsep dan prinsip. Selanjutnya, guru melakukan evaluasi materi akademik dengan pemberian kuis atau meminta siswa membuat peta konsep atau memberi tugas dirumah atau membuat peta materi yang dipelajari.
  \end{itemize}
\end{frame}

\subsection{Sistem Sosial}
\begin{frame}
  \frametitle{Sistem Sosial}
Pengorganisasian siswa selama proses pembelajaran menerapkan pola
pembelajaran kooperatif. Dalam interaksi sosio kultural di antara siswa dan temannya, guru selalu menanamkan nilai-nilai \emph{soft skill} dan nilai matematis. Siswa dalam kelompok saling bekerjasama dalam menyelesaikan masalah, saling bertanya/ berdiskusi antara siswa yang lemah dan yang pintar, kebebasan mengajukan pendapat, berdialog dan berdebat, guru tidak boleh terlalu mendominasi siswa, bersifat membantu dan gotong royong) untuk menghasilkan penyelesaian masalah yang disepakati bersama. Dalam interaksi sosiokultural, para siswa diizinkan berbahasa daerah dalam menyampaikan pertanyaan, kritikan, pendapat terhadap temannya maupun pada guru.
\end{frame}

\subsection{Prinsip Reaksi}
\begin{frame}
  \frametitle{Prinsip Reaksi}
Model pembelajaran yang diterapkan dalam Kurikulum 2013 dilandasi teori konstruktivistik dan nilai budaya dimana siswa belajar yang memberi penekanan pembelajaran berpusat pada siswa, sehingga fungsi guru sebagai fasilitator, motivator dan mediator dalam pembelajaran. Tingkah laku guru dalam menanggapi hasil pemikiran siswa berupa pertanyaan atau kesulitan yang dialami dalam menyelesaikan masalah harus bersifat mengarahkan, membimbing, memotivasi dan membangkitkan semangat belajar siswa.\\
Untuk mewujudkan tingkah laku tersebut, guru harus memberikan kesempatan pada siswa untuk mengungkapkan hasil pemikirannya secara bebas dan terbuka, mencermati pemahaman siswa atas objek matematika yang diperoleh dari proses dan hasil penyelesaian masalah,  
\end{frame}

\begin{frame}
  \frametitle{Prinsip Reaksi}
menunjukkan kelemahan atas pemahaman siswa dan memancing mereka menemukan jalan keluar untuk mendapatkan penyelesaian masalah yang sesungguhnya. Jika ada siswa yang bertanya, sebelum guru memberikan penjelasan/bantuan, guru terlebih dahulu memberi kesempatan pada siswa lainnya memberikan tanggapan dan merangkum hasilnya. Jika keseluruhan siswa mengalami kesulitan, maka guru saatnya memberi penjelasan atau bantuan/memberi petunjuk sampai siswa dapat mengambil alih penyelesaian masalah pada langkah berikutnya. Ketika siswa bekerja menyelesaikan tugas-tugas, guru mengendalikan jalannya diskusi dan memberikan motivasi agar siswa tetap berusaha menyelesaikan tugas-tugasnya.
\end{frame}

\subsection{Sistem Pendukung}
\begin{frame}
  \frametitle{Sistem Pendukung}
Agar model pembelajaran ini dapat terlaksana secara praktis dan efektif, guru diwajibkan membuat suatu rancangan pembelajaran yang dilandasi teori pembelajaran konstruktivis dan nilai \emph{soft skill} matematis yang diwujudkan dalam setiap langkah-langkah pembelajaran yang ditetapkan dan menyediakan fasilitas belajar yang cukup. Dalam hal ini dikembangkan buku model yang berisikan teori- teori pendukung dalam melaksanakan pembelajaran, komponen-komponen model, petunjuk pelaksanaan dan seluruh perangkat pembelajaran yang digunakan seperti rencana pembelajaran, buku guru, buku siswa, lembar kerja siswa, objek-objek abstraksi dari lingkungan budaya, dan media pembelajaran yang diperlukan.
\end{frame}

\subsection{Dampak Instruksional dan Pengiring yang Diharapkan}
\begin{frame}
  \frametitle{Dampak Instruksional dan Pengiring yang Diharapkan}
Dampak langsung penerapan pembelajaran ini adalah memampukan siswa merekonstruksi konsep dan prinsip matematika melalui penyelesaian masalah dan terbiasa menyelesaikan masalah nyata di lingkungan siswa. Pemahaman siswa terhadap obek-objek matematika dibangun berdasarkan pengalaman budaya dan pengalaman belajar yang telah dimiliki sebelumnya. Kebermaknaan pembelajaran yang melahirkan pemahaman, dan pemahaman mendasari kemampuan siswa mentransfer pengetahuannya dalam menyelesaikan masalah, berpikir kritis dan kreatif. Kemampuan menyelesaikan masalah tidak rutin menyadarkan siswa akan kebergunaan matematika. Kebergunaan akan menimbulkan motivasi belajar secara internal dari dalam diri siswa dan rasa memiliki terhadap matematika akan muncul sebab matematika yang dipamami adalah hasil rekonstruksi pemikirannya sendiri. Motivasi belajar secara internal akan menimbulkan kecintaan terhadap dewi matematika. 
\end{frame}

\begin{frame}
  \frametitle{Dampak Instruksional dan Pengiring yang Diharapkan}
Bercinta dengan dewi matematika berarti penyatuan diri dengan keab-strakan yang tidak memiliki batas atas dan batas bawah tetapi bekerja dengan simbol-simbol.

Selain dampak di atas, siswa terbiasa menganalisis secara logis dan kritis
memberikan pendapat atas apa saja yang dipelajari menggunakan pengalaman belajar yang dimiliki sebelumnya. Penerimaan individu atas perbedaan-perbedaan yang terjadi (perbedaan pola pikir, pemahaman, daya lihat dan kemampuan), serta berkembangnya kemampuan berkolaborasi antara siswa. Retensi pengetahuan matematika yang dimiliki siswa dapat bertahan lebih lama sebab siswa terlibat aktif di dalam proses penemuannya.
Dampak pengiring yang akan terjadi dengan penerapan model pembelajaran
berbasis konstruktivistik adalah siswa mampu menemukan kembali berbagai konsep dan aturan matematika dan menyadari betapa tingginya manfaat matematika bagi kehidupan sehingga dia tidak merasa terasing dari lingkungannya. 
\end{frame}  
  
\begin{frame}
  \frametitle{Dampak Instruksional dan Pengiring yang Diharapkan}  
Matematika sebagai ilmu pengetahuan tidak lagi dipandang sebagai hasil pemikiran dunia luar tetapi berada pada lingkungan budaya siswa yang bermanfaat dalam menyelesaikan permasalahan di lingkungan budayanya. Dengan demikian terbentuk dengan sendirinya rasa memiliki, sikap, dan persepsi positif siswa terhadap matematika dan budayanya. Siswa memandang bahwa matematika terkait dan inklusif di dalam budaya. Jika matematika bagian dari budaya siswa, maka suatu saat diharapkan siswa memiliki cara tersendiri memeliharanya dan menjadikannya \textbf{Landasan Makna} (Landasan makna dalam hal ini berpihak pada sikap, kepercayaan diri, cara berpikir, cara bertingkah laku, cara mengingat apa yang dipahami oleh siswa sebagai pelaku- pelaku budaya). Dampak pengiring yang lebih jauh adalah hakikat tentatif keilmuan, keterampilan proses keilmuan, otonomi dan kebebasan berpikir siswa, toleransi terhadap ketidakpastian dan masalah-masalah nonrutin.
\end{frame}

\begin{frame}
\Huge{\centerline{Selesai}}
\end{frame}

\end{document}




Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...