Showing posts with label texlive. Show all posts
Showing posts with label texlive. Show all posts

Saturday, November 1, 2014

Animasi Permainan Catur dengan Xskak

Pengantar

Sejurus, tak aneh untuk Anda menyaksikan langkah-langkah permainan catur secara dinamis (bergerak) dari kedua pemain. Dalam jaringan (daring), pada situs tertentu yang melayani keperluan ini, Anda cukup menuliskan semua langkah dari suatu permainan (game) catur dalam notasi aljabar atau menempelkan (paste) Portable Game Notation (PGN) dari permainan tersebut. Kemudian dengan mengklik tombol panah yang tersedia Anda dapat menyaksikan pergerakan dari tiap langkah dalam permainan itu.

Di luar jaringan (luring), pada komputer, lebih dulu Anda harus memiliki file PGN untuk permainan catur yang akan Anda lihat. Untuk hal ini Anda memerlukan software catur semacam Arena, Fritz, atau sebangsanya. Anda juga dapat membuatnya secara daring melalui situs tertentu. Selanjutnya, dengan memuat (load) file PGN tersebut pada software komputer, Anda dapat membuka dan menyaksikan langkah-langkah permainan catur itu.

Sekarang, bagaimana bila Anda ingin melakukan hal-hal tersebut di atas pada file PDF? Mungkinkah Anda dapat menyaksikan langkah-langkah permainan catur secara dinamis dengan animasi pada file PDF? Tentu, Anda bisa! Anda dapat melakukannya dengan menggunakan $\small\LaTeX$.

Animasi Permainan Catur

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI),
animasi /ani·ma·si/ n acara televisi yang berbentuk rangkaian lukisan atau gambar yg digerakkan secara mekanik elektronis sehingga tampak di layar menjadi bergerak
Ketika saya menyusun dokumen terlampir di bawah ini secara daring melalui Online LaTeX Editor ShareLaTeX, muncul pesan berikut ini,
Timed out. Sorry, your compile took too long to run and timed out. This may be due to a large number of high-res images, or complicated diagrams.Learn how to make your document compile more quickly
Oleh karena itu saya alihkan penyusunannya dengan menggunakan TeX Live 2013 dan berjalan lancar.

Untuk membuat animasi permainan catur dengan menggunakan $\small\LaTeX$, Anda memerlukan tiga paket utama, yaitu xskak, chessboard, animate. Dalam pengantar untuk masing-masing paket tersebut dikatakan,
Xskak, sebagaimana fungsi utamanya, menyimpan informasi tentang permainan catur untuk penggunaan selanjutnya (misalnya, melakukan loop melalui suatu permainan (game) untuk menjadikan papan beranimasi). Paket ini juga memperluas masukan (input) sehingga perintah penguraian dapat mengatasi dan menawarkan antarmuka untuk menetapkan dan mengalihkan antartingkat tak terbatas dari corak mode (gaya).
Paket chessboard menyediakan perintah untuk mencetak papan catur. Dapat mencetak sebagian papan, menyembunyikan buah dan bidang, mewarnai papan, dan menempatkan berbagai tanda di atas papan. Paket ini memiliki banyak pilihan untuk menempatkan buah di atas papan. Memungkinkan penggunaan buah dengan corak yang khas (eksotis), misalnya, untuk problem catur.
Paket animate menyediakan sebuah antarmuka untuk menciptakan secara portabel, penggerak JavaScript untuk animasi pada PDF dari rangkaian file grafis atau dari grafis beruntun, seperti environment gambar LaTeX, PSTricks atau PGF/TikZ yang menghasilkan gambar, atau hanya dari susunan teks.
Contoh dokumen terlampir di bawah ini berdasarkan pada dokumentasi paket xskak halaman 35 – 36, tetapi saya gunakan notasi aljabar dalam bahasa Inggris (bukan bahasa Jerman sebagaimana tercantum dalam dokumentasi tersebut). Jika Anda ingin menggunakan penotasiannya dalam bahasa Jerman, Anda memerlukan paket fontenc:
\usepackage[LSBC4,T1]{fontenc}
\setboardfontencoding{LSBC4}%
\newskaklanguage{german}{KDTLSB}
\skaklanguage[german]%
Cara membuatnya cukup sederhana. Pertama, ikuti pengkodean yang tercantum pada dokumentasi paket sebagaimana tersebut di atas. Kedua, Anda harus menyiapkan notasi aljabar (file PGN) dari permainan yang akan Anda buatkan animasinya. Tempelkan (paste) notasi dari langkah-langkah permainan dalam perintah \mainline{...} atau \hidemoves{...}.

Penutup
Setelah dokumen selesai tersusun, ada satu hal yang sangat penting. Animasi dalam dokumen tersebut dapat ditampilkan hanya jika dokumen itu dibuka oleh Adobe Reader, karena penampil file PDF lainnya tidak memiliki pengaya untuk keperluan ini.

Berikut ini contoh pengkodean selengkapnya beserta dokumen yang dihasilkannya. (Anda juga dapat melihat contoh permainan saya lainnya pada tulisan saya di sini.)
Demikian semoga bermanfaat.

Adjie Gumarang Pujakelana 2014

\documentclass{article}
\usepackage[margin=1.5cm]{geometry}% http://ctan.org/pkg/geometry
\usepackage{flowfram}% http://ctan.org/pkg/flowfram
\usepackage{graphicx}% http://ctan.org/pkg/graphicx
\usepackage{gentium}
\usepackage[indonesian]{babel}
\usepackage[utf8]{inputenc}
\usepackage{animate}
\usepackage{chessboard,xskak}
\definecolor{warna1}{HTML}{1E90FF}
\definecolor{warna2}{HTML}{F0E68C}
\definecolor{warna3}{HTML}{2F4F4F}
\usepackage[colorlinks]{hyperref}
\usepackage{tikz}
\usetikzlibrary{fadings,patterns}
% First page setup
\newstaticframe{\textwidth}{0.1\textheight}
  {0pt}{.9\textheight}[headertext]
\newdynamicframe[1]{0.30\textwidth}{0.85\textheight}
  {0pt}{0pt}[leftcolumn1]
\newdynamicframe[2]{0.30\textwidth}{0.85\textheight}
  {0pt}{0pt}[leftcolumn2]
\newdynamicframe[3]{0.30\textwidth}{0.85\textheight}
  {0pt}{0pt}[leftcolumn3]
\newflowframe{0.65\textwidth}{0.85\textheight}
  {0.35\textwidth}{0pt}[rightcolumn]

\begin{document}
\pagenumbering{gobble}

\begin{staticcontents*}{headertext}
Ini adalah contoh perpaduan dari dua paket, yaitu {\tt xskak} dan {\tt animate} yang menghasilkan suatu animasi pada permainan catur langkah demi langkah. 
\end{staticcontents*}

\begin{dynamiccontents*}{leftcolumn1}
  \centering\includegraphics[width=\linewidth]{mataraja}\par\bigskip
\raggedright  {\tt Xskak}, sebagaimana fungsi utamanya, menyimpan informasi tentang permainan catur untuk penggunaan selanjutnya (misalnya, melakukan \emph{loop} melalui suatu permainan ({\it game}) untuk menjadikan papan beranimasi). Paket ini juga memperluas masukan (\emph{input}) sehingga perintah penguraian dapat mengatasi dan menawarkan antarmuka untuk menetapkan dan mengalihkan antartingkat tak terbatas dari corak mode (gaya).

\bigskip
Paket {\tt animate} menyediakan sebuah antarmuka untuk menciptakan secara portabel, penggerak JavaScript untuk animasi pada PDF dari rangkaian {\it file} grafis atau dari grafis beruntun, seperti {\it environment} gambar \LaTeX, {\tt PSTricks} atau {\tt PGF/TikZ} yang menghasilkan gambar, atau hanya dari susunan teks.\par
\end{dynamiccontents*}

\begin{center}
\begin{tikzfadingfrompicture}[name=distress]
\node[text=transparent!0] {\it\Huge\textbf{Animasi pada Xskak}};
\end{tikzfadingfrompicture}
\begin{tikzpicture}
\fill[preaction={fill},pattern color=warna3,pattern=crosshatch dots] (-6,-1) rectangle (6,1);
\fill[pattern color=warna2,
  pattern=crosshatch,
  path fading=distress,
  fit fading=false
] (-5,-1) rectangle (5,1);

\end{tikzpicture}

\medskip
\setchessboard{boardfontsize=0.8cm,shortenend=5pt, margin=false}%
\skaklanguage[english]%
%
\newcommand\getmovestyle[1]{%
\ifthenelse
{\equal{#1}{N}}%knight move
{\def\mymovestyle{[clockwise=false,style=knight]curvemove}}
{\ifthenelse
{\equal{#1}{}}% castling
{\def\mymovestyle{curvemove}}
{\def\mymovestyle{straightmove}}}}%
%
\newchessgame[white=l_goch,black=Pujakelana,result=0--1,
id=anim]%
\hidemoves{1.e4 c6 2.d4 e5 3.dxe5 Qa5+ 4.Nc3 Qxe5 5.Nf3 Qc7 6.Bc4 h6 7.Bxf7+ Kxf7 8.O-O d6 9.Bf4 Bg4 10.e5 dxe5
 11.Nxe5+ Qxe5 12.Qxg4 Qe6 13.Qg3 Nd7 14.Rfe1 Qf5 15.Rad1 Ngf6 16.Be3 Bb4 17.Qc7 Rhc8 18.Qxb7 Bxc3 19.bxc3 Kg8 20.Bxa7 Rf8
 21.Be3 Nd5 22.Qxc6 Nxe3 23.fxe3 Qf2+ 24.Kh1 Rad8 25.Qc4+ Kh8 26.Qe2 Qxe2 27.Rxe2 Nc5 28.Rxd8 Rxd8 29.g4 Rd1+ 30.Kg2 Ra1
 31.e4 Rxa2 32.e5 Ne6 33.Kf3 Ra3 34.Re3 Ra4 35.h3 Kg8}%
%
\unitlength0.8cm\relax

\begin{animateinline}[autoplay,loop,controls]{0.5}%
\begin{picture}(11,11)
\put(1.5,1.5){\chessboard[setfen=\xskakgetgame{initfen}]}%
\end{picture}
\newframe
\xskakloop{%
\getmovestyle{\xskakget{piecechar}}%
\begin{picture}(11,11)
\put(1.5,1.5){%
\chessboard[pgfstyle=\mymovestyle, color=red!50!gray,
pgfshortenend=0.3em,arrow=to,
markmoves=\xskakget{move},
coloremph,piececolor=warna1,
emphfields={\xskakget{moveto}},
setfen=\xskakget{nextfen}]}%
\end{picture}%
\newframe}%
\begin{picture}(11,11)
\put(1.5,1.5){\chessboard[setfen=\xskakgetgame{lastfen}]}%
\end{picture}
\end{animateinline}

\vspace{1cm}
{\Large\it\color{warna3}\textcopyright\ Adjie Gumarang Pujakelana}
\end{center}

Animasi di atas adalah \href{http://www.chess.com/echess/game?id=51690733}{permainan saya} di chess.com dalam {\it team match} antargrup {\it October} melawan {\it Hobby Catur Indonesia} dengan kemenangan Hitam setelah 35 langkah sebagai berikut.

\begin{center}
    \textbf{l\textunderscore goch (2195) -- Pujakelana (1930)} \\
    \textit{From A to Z Big Match! 50+ Players, chess.com} \\
    \textit{25 Maret 2012} \\
    B12 -- Pertahanan Caro-Kann 
\end{center}

\newchessgame
\mainline{%
1.e4 c6 2.d4 e5 3.dxe5 Qa5+ 4.Nc3 Qxe5 5.Nf3 Qc7 6.Bc4 h6 7.Bxf7+ Kxf7 8.O-O d6 9.Bf4 Bg4 10.e5 dxe5
 11.Nxe5+ Qxe5 12.Qxg4 Qe6 13.Qg3 Nd7 14.Rfe1 Qf5 15.Rad1 Ngf6 16.Be3 Bb4 17.Qc7 Rhc8 18.Qxb7 Bxc3 19.bxc3 Kg8 20.Bxa7 Rf8
 21.Be3 Nd5 22.Qxc6 Nxe3 23.fxe3 Qf2+ 24.Kh1 Rad8 25.Qc4+ Kh8 26.Qe2 Qxe2 27.Rxe2 Nc5 28.Rxd8 Rxd8 29.g4 Rd1+ 30.Kg2 Ra1
 31.e4 Rxa2 32.e5 Ne6 33.Kf3 Ra3 34.Re3 Ra4 35.h3 Kg8}\quad  0 -- 1

\end{document}



Saturday, July 5, 2014

Doa Nabi

Untuk mengisi kegiatan pada bulan Ramadhan tahun 1435 H ini, saya membuka tulisan tangan saya 23 tahun yang lalu dan menemukan kembali doa yang sangat mustajab untuk diamalkan, seperti tampak pada gambar di samping ini.

Doa tersebut tertuang dalam kitab "Safinah" halaman 16. Diriwayatkan bahwa sahabat Ibnu Ubay berjumpa dengan Nabi s.a.w dan beliau bersabda:
''Berdoalah kamu dengan doa ini dan dahulukanlah di awal doamu. Sesudah itu barulah kamu berdoa sekehendakmu. Niscaya doamu dikabulkan berkat doa ini. Dan barangsiapa berdoa dengan doa ini, maka akan dikuatkan imannya.''
Nah, doa tersebut saya tulis ulang dan kali ini saya menuliskannya dengan menggunakan $\small\LaTeX$ (beserta artinya, berdasarkan catatan saya dalam bahasa Sunda). Untuk ini saya kembali gunakan paket arabxetex dari Vafa Karen-Pahlav dan François Charette.

Dokumen doa tersebut di bawah ini saya susun dalam $\small\TeX$ Live 2013.
Demikian semoga bermanfaat dan selamat mengamalkan doa tersebut!

Adjie Gumarang Pujakelana 2014







\documentclass[11pt,svgnames]{scrartcl}
\title{arabxetex}
\usepackage[a4paper,
  top=1cm,
  left=2cm,
  right=2cm,
bottom=1cm
 ]{geometry}
\usepackage{xcolor}
\usepackage{arabxetex}
\newfontfamily\arabicfont[Script=Arabic]{Amiri}
\usepackage[T1]{fontenc}
\usepackage[sf,scaled=0.9]{quattrocento}

\begin{document}
\pagenumbering{gobble}

\color{DarkSlateBlue}
\newcommand{\hamzaB}{\char"200D\char"0640\raise-.95ex\hbox{\char"0654}\char"200D}
\begin{arab}[fullvoc]
\huge
\begin{center}
BASMALA
\end{center}
\noindent
al-ll_a-humma lAmani`a limA a`.tayta walAmu`.tiya limA mana`ta walA rAdda limA qa.dayta walA yanfa`u _da-al-jaddi minka 'l-jaddu\\
al-ll_a-humma lAmu.dilla liman hadayta walAhAdiya liman a.dlalta walAmu^sqiya liman as`adta walAmus`ida liman a^sqayta walAmu`izza liman a_dlalta walAmu_dilla liman a`zazta walArAfi`a liman _hafa.dta walA_hAfi.da liman rafa`ta\\
al-ll_a-humma 'ihdinA liman amartanA wawaffi lanA bimA .diminta lanA min _hayr.I 'l-ddunyA waqawwi yaqInanA fImA rajaytanA wA-n.surnA `al_A a`dA'inA f.I 'l-.z.zAhiri wa 'l-bA.tini wa as'aluka  \\
al-ll_a-humma bimA sa'alaka bih_i _halIlaka ibrAhIma mina 'l-nnUri wa 'l-yaqIna wamA sa'alaka bih_i sayyidunA wamawlAnA mu.hammaduN mina 'l-nna.sri wa 'l-tta--wfiqi inna--ka .hamI--duN majI--duN\\

A"'mI----n
\end{arab}

\bigskip
\it
Ya Allah, tidak ada yang dapat mencegah atas apa yang Engkau berikan, dan tidak ada yang dapat memberikan atas apa yang Engkau cegah, dan tidak ada yang menolak atas apa yang Engkau pastikan, dan tidak akan bermanfaat kekayaan selain kekayaan dariMu. 

Ya Allah, tidak ada yang dapat menyesatkan kepada orang yang Engkau beri petunjuk, dan tidak ada yang dapat memberi petunjuk kepada orang yang Engkau sesatkan, dan tidak ada yang akan mencelakai orang yang Engkau bahagiakan, dan tidak ada yang dapat memberi kebahagiaan kepada orang yang Engkau celakai, dan tidak ada yang akan memuliakan orang yang Engkau hinakan, dan tidak ada yang akan menghinakan orang yang Engkau muliakan, dan tidak ada yang dapat mengangkat derajat orang yang Engkau hinakan, dan tidak ada yang dapat menghinakan orang yang Engkau angkat derajatnya.

Ya Allah, tunjukilah kami kepada jalan yang Engkau perintahkan, dan berikanlah kepada kami segala yang menjadi tanggunganmu atas diri kami dari kebaikan dunia dan akhirat, dan kuatkanlah keyakinan kami atas apa yang Engkau harapkan, dan tolonglah kami untuk mengalahkan musuh-musuh kami dalam lahir dan batin. 

Ya Allah, kami memohon kepadaMu atas apa yang Nabi Ibrahim a.s. mohonkan kepadaMu, yaitu cahaya dan keyakinan, dan atas apa yang Nabi Muhammad s.a.w mohonkan kepadaMu, yaitu pertolongan dan sebenar-benarnya pertolongan (taufik), sesungguhnya Engkau Zat Terpuji, Zat Yang Agung.\\

\vspace{3cm}\noindent
{\normalfont\it\bfseries
\color{DarkSlateGray}Adjie Gumarang Pujakelana}\\
{\normalfont 4 Juli 2014}
\end{document}





Sunday, June 22, 2014

Notulen Rapat

Ketika Anda menjadi pencatat kegiatan rapat (dalam kepanitiaan, organisasi, sekolah, dll.), apa yang Anda gunakan? Bagaimana pula hasil rapat itu Anda dokumentasikan?
Nah, untuk keperluan ini $\small\LaTeX$ telah menyediakan kelas dokumen untuk dokumentasi risalah atau notulen rapat (meeting minutes). Kelas dokumen ini bernama meetingmins, yang dbuat oleh Brian D. Beitzel. Anda dapat memperoleh dan mempelajari kelas ini di CTAN.
Dalam pengantarnya disebutkan bahwa kelas ini mendukung pembuatan kumpulan notulen, dengan fitur-fitur:

  • mendukung tugas-tugas (siapa, jadwal, apa, waktu penyelesaian;
  • memungkinkan pembuatan daftar tugas terbuka;
  • pencantuman tugas-tugas terbuka dari notulen-notulen lainnya;
  • mendukung untuk lampiran;
  • mendukung penanggalan jadwal (dalam perencanaan: akan mendukung paket calendar);
  • menyediakan versi berbeda ('bagian rahasia'); dan
  • Makro untuk penilaian dan keputusan (daftar keputusan).
Fitur-fitur tersebut akan tampak jelas setelah Anda mempelajari contoh dokumen di bawah ini.
Yang khas dari kelas dokumen ini adalah adanya kondisi 'rahasia', yaitu bagian dari proses atau hasil rapat yang tidak ingin dipublikasikan (tidak tercetak) tetapi tercatat dalam notulen. Ini dimuat dengan kode:
\begin{hiddenitems}
bla bla bla ....
\end{hiddenitems}
atau
\begin{hiddensubitems}
bla bla bla ....
\end{hiddensubitems}
Selain itu juga dapat dicatat penetapan tanggal rapat berikutnya, dan ini pun tidak tercetak. Ini dimuat dengan kode:
\nextmeeting{bla bla bla ....}
Untuk contoh dokumen berikut ini saya telah mengubah kelas dokumen semula pada judul (penanggalan) agar berbahasa Indonesia. Kelas meetingmins.cls yang telah saya ubah dapat anda unduh di sini.
Demikian semoga bermanfaat.

Adjie Gumarang Pujakelana 2014




Xe$\small\LaTeX$: Doa Menyambut Ramadhan

Ini tulisan keempat tentang teknis penulisan huruf Arab dengan menggunakan $\small\LaTeX$. Ketiga tulisan lainnya dapat Anda lihat di sini, di sana, dan di sono. Demi menyambut kehadiran "tamu agung", kembali saya menuliskannya dan hasilnya dapat Anda lihat di samping ini.

Seperti sudah disampaikan di sini, untuk ketepatan dalam penyusunan naskah bertuliskan huruf Arab, saya gunakan paket arabxetex dengan typeset Xe$\small\LaTeX$, bukan paket arabtex. Hal ini juga atas beberapa keluhan dan tanggapan di forum.

Untuk tulisan ini lebih dulu saya susun teks Arab dengan menggunakan TeX Live 2013 dan saya namai "Arabarab", kemudian file PDF yang dihasilkan saya sisipkan ke dalam dokumen baru yang saya susun dalam PDF$\small\LaTeX$ melalui ShareLaTeX: Online LaTeX Editor ShareLaTeX. Adapun materi doa yang saya gunakan berkenaan dengan menyambut datangnya bulan suci Ramadhan dan doa tersebut saya kutip dari Betawi Edge.
Pengkodeannya saya buat sebagai berikut:
\documentclass[11pt,a4]{scrartcl}
\title{Doa Menyambut Ramadhan}
\usepackage[svgnames]{xcolor}
\usepackage{calligra}
\usepackage{fontspec}
\defaultfontfeatures{Ligatures=TeX}
\setmainfont{Linux Libertine O}
\setsansfont{Linux Biolinum O}

\usepackage[
  top=0cm,
left=3cm,
  right=3cm,
bottom=0cm,
  headheight=0pt,
  margin=1.5cm
 ]{geometry}
\usepackage{calligra}
\usepackage{arabxetex}
\newfontfamily\arabicfont[Script=Arabic]{Amiri}

\begin{document}
\pagenumbering{gobble}
\color{SaddleBrown}\bfseries
\begin{center}
\color{DarkSlateGray}\Huge\sf 
Doa Menyambut Ramadhan
\end{center}

\bigskip
\newcommand{\hamzaB}{\char"200D\char"0640\raise-.95ex\hbox{\char"0654}\char"200D}
\begin{arab}[fullvoc]
\Huge\setlength\parindent{0pt}
BASMALA\\

 al-ll_a-humma .salli `al_A sayyidinA mu.hammad wa`al_A  'Ali sayyidinA mu.hammad \\
al-ll_a-hu akbar,\\ 
al-ll_a-humma ahillah_u `alaynA bi-'l-yumni wa-al-'iy"_mAn, wa-'l-ssalamaTi wa-al-'is"lAmi, wa-'l-ttawfiqi li__mA tu.hibbu wa-tar.d_A, rabbI warabbuka-al-ll_ahu\\
al-ll_a-humma |"A|r-zuqnA _hayrah_u wabarakatah_u wan__uwrah_u wana`uw_zu bika min ^sarrih_i wa ^sarri mA ba`dah_u\\
al-ll_a-humma |"A|j`alh_u ^sahra barakaTiN wan_uwraN wa'ajraN wamu`A-fA-TaN wari.dwAnaN mina 'l-rra.hma___ani wajiwAraN mina 'l-^s^say.tAni,\\
al-ll_a-humma 'innaka qA-simuN fiyhi ba__yna `ibAdika 'l-.s.sAli.hiyna\\
'Aamiy____n
\end{arab}

\vspace{7.45cm}
{\Large\color{Khaki}Sumbawa Besar, 22 Juni 2014}

{\color{White}\Huge\bfseries\calligra Adjie Gumarang Pujakelana}

\end{document}
Pada dokumen utama saya menyertakan paket background agar teks Arab yang saya sisipkan dilatarbelakangi oleh gambar (background/wallpaper), dalam hai ini saya sesuaikan skalanya. Gambar latar ini saya ambil dari Google dan saya namai "Frame2". 
Berikut ini pengkodean seelengkapnya dan dokumen yang dihasilkannya.
\documentclass{article}
\usepackage[
  top=0in,
  left=2cm,
  right=2cm,
  headheight=0pt
 ]{geometry}
\usepackage[T1]{fontenc}
\usepackage{calligra}
\usepackage{background}
\backgroundsetup{
scale=2.2,
angle=0,
opacity=1,  %% adjust
contents={\includegraphics[width=\paperwidth,height=\paperheight]{Frame2}}
}

\begin{document}
\pagenumbering{gobble}

\begin{figure}[width\textwidth]
\setlength{\leftskip}{2cm}
\includegraphics[width=\textwidth]{Arabarab.pdf}
\end{figure}

\end{document}



Demikian semoga bermanfaat.

Adjie Gumarang Pujakelana 2014


Friday, May 30, 2014

TikZ: Mengarsir Daerah yang Diapit oleh Dua Kurva

Ketika guru Matematika di SMA/SMK membahas materi luas daerah di bawah kurva dan luas daerah antara dua kurva, soal yang bagus yang grafiknya tampak pada gambar di samping ini dapat ditanyakan.

Nah, bagaimana cara membuat arsiran pada daerah tersebut dengan $\small\LaTeX$

Dalam hal ini saya memilih TikZ yang merupakan paket dasar untuk menggambar. Pada contoh ini akan kita gunakan hatch seperti tampak pada gambar di samping. Untuk itu kita memerlukan pattern sebagai pendukungnya. Adapun kode perintah yang digunakan adalah sebagai berikut.

\draw[pilihan pattern, warna, dsb.] (koordinat awal arsiran) -- plot [pilihan untuk bentuk kurva pertama](koordinat tempat kedudukan (lokus) kurva pertama) -- plot [pilihan untuk bentuk kurva kedua] (koordinat tempat kedudukan (lokus) kurva kedua) 


Contoh:
\draw[pattern=north west lines, pattern color=brown!50] (0,0) -- plot[domain=0:3] (\x,{(\x)^2}) -- (3,0) -- cycle;

Bila akan digunakan pewarnaan saja, kode tersebut menjadi:
\draw [fill=cyan!50!black,fill opacity=0.5] plot [smooth,samples=100,domain=0:1](\x,{4*\x}) -- plot [smooth,samples=100,domain=1:3] (\x,{(\x)^2-6*\x+9})

Contoh pengkodean selengkapnya dan hasilnya sebagai berikut.
\documentclass{article}
\usepackage{tikz}
\usetikzlibrary{patterns}
\begin{document}
\begin{tikzpicture}
\draw[-latex] (-1,0) -- (5,0) node[below right] {$x$};
\draw[-latex] (0,-1) -- (0,5) node[left] {$y$};
\draw [-,samples=100,domain=0.8:4.3] plot(\x,{(\x)^2-6*\x+9});
\draw [-,samples=100,domain=-0.3:1.3] plot(\x,{4*\x});
\draw[pattern=north west lines, pattern color=cyan!50!black] (0,0) -- plot [smooth,samples=100,domain=0:1](\x,{4*\x}) -- plot [smooth,samples=100,domain=1:3] (\x,{(\x)^2-6*\x+9});
\draw[] (1.2,5) node[below right] {$y=4x$};
\draw[] (5,1.6) node[above left] {$y=x^2-6x+9$};
\end{tikzpicture}

\vspace{2cm}
\begin{tikzpicture}
\draw[-latex] (-1,0) -- (5,0) node[below right] {$x$};
\draw[-latex] (0,-1) -- (0,5) node[left] {$y$};
\draw [-,samples=100,domain=0.8:4.3] plot(\x,{(\x)^2-6*\x+9});
\draw [-,samples=100,domain=-0.3:1.3] plot(\x,{4*\x});
\draw [fill=cyan!50!black,fill opacity=0.5] plot [smooth,samples=100,domain=0:1](\x,{4*\x}) -- plot [smooth,samples=100,domain=1:3] (\x,{(\x)^2-6*\x+9});
\draw[] (1.2,5) node[below right] {$y=4x$};
\draw[] (5,1.6) node[above left] {$y=x^2-6x+9$};
\end{tikzpicture}
\end{document}



Saturday, May 24, 2014

Teori Bilangan dalam Round-robin

Tulisan ini sebenarnya telah saya terbitkan di sini dan kali ini dikemas dengan lebih baik oleh $\small\LaTeX$.

Materi ini berkenaan dengan penerapan Teori Bilangan dalam sistem turnamen Round-robin, yaitu dalam pemasangan (pairing) pemain catur. Sehubungan dengan itu untuk memahami tulisan ini kita akan menggunakan pemahaman terhadap konsep kekongruenan bilangan.

Beberapa hal yang saya pelajari dalam penulisan dokumen ini antara lain: penempatan judul bagian (section) tulisan pada sisi kanan, pembuatan dan pewarnaan tabel dengan TikZ, penulisan catatan kaki, dan penulisan daftar pustaka.

Dokumen ini semula saya susun dalam ShareLaTeX, tetapi jaringan internet yang lamban mengakibatkan saya beralih ke TeX Live pada komputer. Untuk mengatasi kendala teknis dalam penulisan dokumen, saya mondar-mandir belajar ke forum StackExchange.

Demikian semoga bermanfaat.

Adjie Gumarang Pujakelana 2014

    \documentclass[oneside,a4paper,12pt]{scrartcl}
\usepackage[indonesian]{babel}
\usepackage[utf8]{inputenc}
\usepackage[T1]{fontenc}
\usepackage[explicit,pagestyles]{titlesec}
\usepackage{tikz}
\usetikzlibrary{arrows,matrix,shapes,shadows,calc}
\usepackage[inline,shortlabels]{enumitem}
\let\ds\displaystyle

\definecolor{biruku}{RGB}{0.098, 0.098, 0.44}
\newcommand\SecTitle[5]{%
\begin{tikzpicture}[overlay,every node/.style={signal, draw, text=white, signal to=nowhere}]
  \node[teal!50!violet,fill, signal to=#1, inner sep=1em, drop shadow,
    text=white,font=\Huge\sffamily,anchor=#2,
    xshift=\the\dimexpr-\marginparwidth-\marginparsep-#3\relax] 
    at (#4,0) {#5};
\end{tikzpicture}%
}

\usepackage{tikz}
\newcommand{\mybox}[2]{%
         \begin{center}%
            \begin{tikzpicture}%
                \node[rectangle, draw=#2, top color=#2!10, bottom color=#2!90, rounded corners=5pt, inner xsep=5pt, inner ysep=6pt, outer ysep=10pt]{
                \begin{minipage}{0.85\linewidth}#1\end{minipage}};%
            \end{tikzpicture}%
         \end{center}%
}
\usepackage{concmath}
\usepackage[T1]{fontenc}
\AtBeginDocument{\renewcommand{\abstractname}{}}

\titleformat{name=\section,page=odd}
{\normalfont\sffamily}{}{0em}
{\SecTitle{west}{east}{14pt}{\paperwidth}{#1}}[\addvspace{4ex}]

\renewcommand*{\thesubsection}{\arabic{subsection}.}

\usepackage[top=20mm, bottom=20mm, left=20mm, right=20mm]{geometry}
\usepackage{framed}
\usepackage{booktabs}
\usepackage{xcolor}
\usepackage{colortbl}    
\usepackage{hyperref}    
\hypersetup{colorlinks,
             urlcolor=brown!50!red,
             linkcolor=blue}
\usepackage{graphicx} 
\usepackage{adjustbox}
\usepackage{tabu}
\usepackage{scrextend}
% Footnote mark in text
\deffootnotemark{\textsuperscript{[\thefootnotemark]}}
% Footnote mark in footer
\deffootnote{2em}{1.6em}{[\thefootnotemark]\enskip}
\usepackage[framemethod=tikz]{mdframed}
\definecolor{cccolor}{rgb}{.67,.7,.67}
\usepackage{amsmath}
 \usepackage{multirow}


\begin{document}

    \begin{center}
      \LARGE \textbf{Ilmu Round Robin}
    \end{center}
\mybox{
\begin{abstract}
 \flushleft\color{yellow!20}Suatu penerapan Teori Bilangan di dalam sistem turnamen
\end{abstract}
}{biruku!50!purple}

 \begin{center}
     {\large\color{teal!50!violet}\it\textbf{Adjie Gumarang Pujakelana}}\\[0.25em]
{Sumbawa Besar, 24 Mei 2014}
    \end{center}

\vspace{1cm}%
  \section{Sistem Turnamen} 
Ada banyak sistem turnamen yang digunakan. Sistem gugur/\emph{knockout}/\emph{single elimination}/\emph{suddendeath} adalah sistem yang cukup sering digunakan dalam banyak pertandingan olahraga. Seorang pemain yang telah kalah tidak dapat melanjutkan pertandingan ke babak berikutnya.

Berikut ini contoh diagram sistem gugur untuk 8 pemain.\\
\adjustbox{valign=t}{\begin{minipage}{0.9\textwidth}
\centering
\begin{tikzpicture}[x=1.0cm,y=1.0cm]
\clip(-1,-1) rectangle (8,4.3);
\draw (0.0,-0.0)-- (0.0,1.0);
\draw (1.0,0.0)-- (1.0,1.0);
\draw (0.0,1.0)-- (1.0,1.0);
\draw (2.0,1.0)-- (2.0,0.0);
\draw (2.0,1.0)-- (3.0,1.0);
\draw (3.0,0.0)-- (3.0,1.0);
\draw (4.0,0.0)-- (4.0,1.0);
\draw (5.0,0.0)-- (5.0,1.0);
\draw (4.0,1.0)-- (5.0,1.0);
\draw (6.0,1.0)-- (7.0,1.0);
\draw (7.0,0.0)-- (7.0,1.0);
\draw (6.0,0.0)-- (6.0,1.0);
\draw (0.5,1.0)-- (0.5,2.0);
\draw (2.5,1.0)-- (2.5,2.0);
\draw (0.5,2.0)-- (2.5,2.0);
\draw (4.5,1.0)-- (4.5,2.0);
\draw (6.5,1.0)-- (6.5,2.0);
\draw (4.5,2.0)-- (6.5,2.0);
\draw (1.5,2.0)-- (1.5,3.0);
\draw (5.5,2.0)-- (5.5,3.0);
\draw (1.5,3.0)-- (5.5,3.0);
\draw (3.5,3.0)-- (3.5,4.0);
\draw (-0.25,0) node[anchor=north west] {$A$};
\draw (0.75,0) node[anchor=north west] {$B$};
\draw (1.75,0) node[anchor=north west] {$C$};
\draw (2.75,0) node[anchor=north west] {$D$};
\draw (3.75,0) node[anchor=north west] {$E$};
\draw (4.75,0) node[anchor=north west] {$F$};
\draw (5.75,0) node[anchor=north west] {$G$};
\draw (6.75,0) node[anchor=north west] {$H$};
\end{tikzpicture}
\end{minipage}}%

Bila jumlah pemain sangat banyak sedangkan waktu pelaksanaan pertandingan sangat terbatas maka sistem ini bermanfaat untuk digunakan.
Pada diagram di atas tampak bahwa dari 8 pemain diperlukan 7 pertandingan untuk menentukan pemenang. Bila diperlukan juara 3 maka cukup diadakan satu pertandingan lagi sehingga banyak pertandingan seluruhnya hanya 8.

Ada kemungkinan pemain yang unggul kalah dalam babak awal, atau mungkin pada babak awal bertemu dua pemain yang tidak sebanding. Demikianlah di antara kurangan dalam sistem ini.

Untuk mengatasi hal tersebut dibentuklah sistem lain yang lebih mengacu pada poin yang diperoleh pemain, yaitu \emph{Round-robin Tournament} atau biasa juga disebut \emph{All Play All Tournament}.

  \section{Turnamen Round-robin} 
Turnamen \emph{Round-robin} adalah turnamen (pertandingan) di mana setiap pemain dipasangkan untuk melawan seluruh pemain lainnya pada tiap putarannya.

Jika tiap dua pemain bertanding satu kali maka disebut \emph{single round-robin}, sedangkan jika bertanding dua kali maka disebut \emph{double round-robin}. Sistem \emph{double} jarang digunakan karena memerlukan waktu yang cukup lama. Sistem \emph{round-robin} dengan 4 pemain kadang-kadang disebut \emph{quad}.

Sebenarnya istilah \emph{round-robin} berasal dari \emph{ruban} (bahasa Prancis) yang berarti pita (\emph{ribbon}), namun selama jangka waktu yang panjang istilah itu berubah bentuk menjadi \emph{robin}.

Berikut ini contoh pemasangan (\emph{pairing}) 8 pemain dalam \emph{single round-robin}.  

\renewcommand{\arraystretch}{1.5}
\begin{table}[h]
\centering
\begin{tabu}{ccccccc}
\hline
\rowfont{\color{white}}
\rowcolor{biruku!50!purple}
Round 1 & Round 2 & Round 3 & Round 4 & Round 5 & Round 6 & Round 7 \\ \hline
1 -- 7            & 1 -- 8            & 1 -- 2            & 1 -- 3            & 1 -- 4            & 1 -- 5            & 1 -- 6            \\ \hline
2 -- 6            & 2 -- 7            & 3 -- 7            & 2 -- 8            & 2 -- 3            & 2 -- 4            & 2 -- 5            \\ \hline
3 -- 5            & 3 -- 6            & 4 -- 6            & 4 -- 7            & 5 -- 7            & 3 -- 8            & 3 -- 4            \\ \hline
4 -- 8            & 4 -- 5            & 5 -- 8            & 5 -- 6            & 6 -- 8            & 6 -- 7            & 7 -- 8            \\ \hline
\end{tabu}
\caption{Round-robin dengan 8 pemain}
\end{table}

Dalam sistem ini diupayakan agar babak (\emph{round}) yang terjadi seminimum mungkin. Tampak bahwa untuk 8 pemain diperlukan hanya 7 babak dengan 4 pertandingan pada tiap babaknya. Jadi seluruhnya terdiri dari 28 pertandingan.

\emph{Pairing} yang terbentuk tidak harus seperti di atas. Banyak kemungkinan untuk membuat \emph{pairing round-robin}. Bagaimanakah cara membuat \emph{pairing round robin} seperti di atas?



  \section{Membuat Tabel Turnamen Round-robin} 
\subsection{Bentuk tabel yang sederhana}  
Tabel 1 di atas yang terlihat panjang dapat disederhanakan sebagai berikut.

\renewcommand{\arraystretch}{1.5}
\begin{table}[h]
\begin{tabu}{>{\centering\arraybackslash}m{2.5cm}>{\centering\arraybackslash}m{1cm}>{\centering\arraybackslash}m{1cm}>{\centering\arraybackslash}m{1cm}>{\centering\arraybackslash}m{1cm}>{\centering\arraybackslash}m{1cm}>{\centering\arraybackslash}m{1cm}>{\centering\arraybackslash}m{1cm}>{\centering\arraybackslash}m{1cm}}
\hline
\rowfont{\color{white}}
\rowcolor{biruku!50!purple}
        & 1 & 2 & 3 & 4 & 5 & 6 & 7 & 8 \\\hline
Round 1 & 7 & 6 & 5 & 8 & 3 & 2 & 1 & 4 \\\hline
Round 2 & 8 & 7 & 6 & 5 & 4 & 3 & 2 & 1 \\\hline
Round 3 & 2 & 1 & 7 & 6 & 8 & 4 & 3 & 5 \\\hline
Round 4 & 3 & 8 & 1 & 7 & 6 & 5 & 4 & 2 \\\hline
Round 5 & 4 & 3 & 2 & 1 & 7 & 8 & 5 & 6 \\\hline
Round 6 & 5 & 4 & 8 & 2 & 1 & 7 & 6 & 3 \\\hline
Round 7 & 6 & 5 & 4 & 3 & 2 & 1 & 8 & 7\\\hline
\end{tabu}
\caption{Bentuk lain Tabel 1}
\end{table}
  
  \subsection{Pemain buatan/kosong (\emph{dummy})} 
Perlu diketahui bahwa jika banyak pemain berjumlah ganjil maka harus dibuat satu pemain \emph{dummy}. Pemain yang dipasangkan dengan pemain \emph{dummy} tidak bermain pada babak tersebut.

Berikut ini contoh tabel \emph{Round-robin} untuk 7 pemain.
  
\renewcommand{\arraystretch}{1.5}
\begin{table}[ht]
\begin{tabu}{>{\centering\arraybackslash}m{2.5cm}>{\centering\arraybackslash}m{1cm}>{\centering\arraybackslash}m{1cm}>{\centering\arraybackslash}m{1cm}>{\centering\arraybackslash}m{1cm}>{\centering\arraybackslash}m{1cm}>{\centering\arraybackslash}m{1cm}>{\centering\arraybackslash}m{1cm}}
\hline
\rowfont{\color{white}}
\rowcolor{biruku!50!purple}
        & 1 & 2 & 3 & 4 & 5 & 6 & 7  \\\hline
Round 1 & 7 & 6 & 5 & \emph{bye} & 3 & 2 & 1 \\\hline
Round 2 & \emph{bye} & 7 & 6 & 5 & 4 & 3 & 2  \\\hline
Round 3 & 2 & 1 & 7 & 6 & \emph{bye} & 4 & 3  \\\hline
Round 4 & 3 & \emph{bye} & 1 & 7 & 6 & 5 & 4  \\\hline
Round 5 & 4 & 3 & 2 & 1 & 7 & \emph{bye} & 5  \\\hline
Round 6 & 5 & 4 & \emph{bye} & 2 & 1 & 7 & 6  \\\hline
Round 7 & 6 & 5 & 4 & 3 & 2 & 1 & \emph{bye} \\\hline
\end{tabu}
\caption{ Round-robin dengan 7 pemain, termasuk \emph{dummy}}
\end{table}

Tampak bahwa tabel untuk 7 pemain dibuat seperti tabel untuk 8 pemain dengan cara membuang kolom ke-8 dan setiap pemain yang akan bertanding melawan pemain \emph{dummy} (nomor 8) diberi tanda "\emph{bye}", sehingga pada babak tersebut dia tidak bermain. Misalnya, pada babak 4, pemain bernomor 2 tidak bermain.

Jadi banyak pemain harus berjumlah genap, sehingga jika ganjil maka harus ditambahkan pemain \emph{dummy} pada saat menyusun \emph{pairing}.

\subsection{ALGORITMA FREUND} 
Algoritma Freund\footnote{John E. Freund adalah anggota \emph{Mathematical Association of America} (MAA) sejak 1949, penulis buku yang produktif, dan seorang pendidik yang bergairah. Dia meninggal dunia pada tanggal 14 Agustus 2004 dalam usia 83 tahun.} berupa kekongruenan modulo yang dapat digunakan untuk menyusun \emph{pairing} turnamen \emph{Round-robin}.

\begin{mdframed}[outerlinecolor=black,outerlinewidth=2pt,linecolor=cccolor,middlelinewidth=3pt,roundcorner=10pt]
Misalkan jumlah pemain sebanyak $N$ dengan $N$ genap. 
 Jika pada babak (\emph{round}) ke-$R$, pemain bernomor i akan melawan pemain bernomor $j$ maka berlaku:
 \boldmath
\[ i + j \equiv R\ \textrm{mod}(N-1)\]
 dengan syarat:
 \begin{enumerate}
 \item $i\neq j$
 \item Jika nilai $j$ sudah digunakan pada petak dengan nilai $i$ yang lebih kecil, maka kosongkan nilai $j$ (agar tidak terjadi bentrok).
 \item Jika terdapat 2 nilai $j$ yang memenuhi, maka pilihlah nilai $j$ yang lebih kecil.
 \end{enumerate}
\end{mdframed}

Berikut ini contoh penggunaan algoritma Freund untuk jumlah pemain $N = 8$. 

(Lihat Tabel 4)

\tikzset{ 
table/.style={
  matrix of nodes,font=\small,
  row sep=-\pgflinewidth,
  column sep=-\pgflinewidth,
  nodes={rectangle,draw=white,text width=3.7em,align=center},
  text depth=1.25ex,
  text height=2.5ex,
  nodes in empty cells
},
row 1/.style={nodes={fill=teal!50!violet}},
column 1/.style={nodes={fill=teal!50!violet}}
}
\begin{table}
\begin{tikzpicture}
\boldmath
\matrix (mat) [table]
{
& \color{white}1  & \color{white}2 & \color{white}3 & \color{white}4 & \color{white}5 & \color{white}6 & \color{white}7 & \color{white}8\\
\color{white} Round 1 & $\color{teal!50!violet}a$ & ... & $\color{teal!50!violet}b$ & $\color{teal!50!violet}c$ & ... & $\color{teal!50!violet}x$ & ... & ...\\\hline
\color{white}Round 2 & ... & ... & ... & ... & ... & ... & ... & ...\\\hline
\color{white}Round 3 & $\color{teal!50!violet}y$ & $\color{teal!50!violet}z$ & ... & ... & ... & ... & ... & ...\\\hline
\color{white}Round 4 & ... & $\color{teal!50!violet}m$ & ... & ... & ... & ... & ... & $\color{teal!50!violet}n$\\\hline
\color{white}Round 5 &... & ... & ... & ... & ... & ... & ... & ...\\\hline
\color{white}Round 6 &... & ... & ... & ... & ... & ... & ... & ...\\\hline
\color{white}Round 7 &... & ... & ... & ... & ... & ... & ... & ...\\
};
\draw[white] (mat-1-1.north west) -- (mat-1-1.south east);
\node at ([xshift=-7pt,yshift=-4.5pt]mat-1-1) {$\color{white}R$};
\node at ([xshift=7pt,yshift=4.5pt]mat-1-1) {$\color{white}i$};
\node[rotate=90,anchor=south,font=\bfseries] at (mat.west) {Babak};
\node[anchor=south,font=\bfseries] at (mat.north) {Nomor pemain dan lawan};
\end{tikzpicture}
\caption{Contoh penyusunan \emph{pairing} dengan algoritma Freund}
\end{table}

\begin{itemize}[\boldmath$\circ$]
\item Untuk sel $a$ diketahui $R = 1$ dan $i = 1$, maka $1 + j \equiv 1\ \textrm{mod}\ 7$ sehingga yang memenuhi adalah $j = 7$.
\item Untuk sel $b$ diketahui $R = 1$ dan $i = 3$, maka $3 + j \equiv 1\ \textrm{mod}\ 7$ sehingga yang memenuhi adalah $j = 5$.
\item Untuk sel $c$ diketahui $R = 1$ dan $i = 4$, maka $4 +  j \equiv 1\ \textrm{mod}\ 7$ sehingga yang memenuhi adalah $j = 4$. Karena nilai $i = j$ (berarti nomor pemain yang sama), maka kosongkan dulu sel $c$ ini.
\item Untuk sel $x$ diketahui $R = 1$ dan $i = 8$, maka $8 + j \equiv 1\ \textrm{mod}\ 7$ sehingga yang memenuhi adalah $j = 7$. Karena nilai j = 7 sudah digunakan pada sel $a$, maka kosongkan dulu sel $x$ ini.
\item Untuk sel $y$ diketahui $R = 3$ dan $i = 1$, maka $1 + j \equiv 3\ \textrm{mod}\ 7$ sehingga yang memenuhi adalah $j = 2$.
\item Untuk sel $z$ diketahui $R = 3$ dan $i = 2$, maka $2 + j \equiv 3\ \textrm{mod}\ 7$ sehingga yang memenuhi adalah $j = 1$ dan $j = 8$. Dalam hal ini dipilih yang lebih kecil, yaitu $j = 1$.
\item Untuk sel $m$ diketahui $R = 4$ dan $i = 2$, maka $2 + j \equiv 4\ \textrm{mod}\ 7$ sehingga yang memenuhi adalah $j = 2$. Karena nilai $i = j$ (berarti nomor pemain yang sama), maka kosongkan dulu sel m ini.
\item Untuk sel $n$ diketahui $R = 4$ dan $i = 8$, maka $8 + j \equiv 4\ \textrm{mod}\ 7$ sehingga yang memenuhi adalah $j = 3$.
\item ... demikian seterusnya.
\end{itemize}

\begin{table}[ht]
\begin{tikzpicture}
\boldmath
\matrix (mat) [table]
{
& \color{white}1  & \color{white}2 & \color{white}3 & \color{white}4 & \color{white}5 & \color{white}6 & \color{white}7 & \color{white}8\\
\color{white} Round 1 & 7 & ... & 5 & |[fill=purple!10]| & ... & ... & ... & |[fill=purple!10]|\\\hline
\color{white}Round 2 & ... & ... & ... & ... & ... & ... & ... & ...\\\hline
\color{white}Round 3 & 2 & 1 & ... & ... & ... & ... & ... & ...\\\hline
\color{white}Round 4 & ... & |[fill=purple!10]| & ... & ... & ... & ... & ... & 3\\\hline
\color{white}Round 5 &... & ... & ... & ... & ... & ... & ... & ...\\\hline
\color{white}Round 6 &... & ... & ... & ... & ... & ... & ... & ...\\\hline
\color{white}Round 7 &... & ... & ... & ... & ... & ... & ... & ...\\
};
\draw[white] (mat-1-1.north west) -- (mat-1-1.south east);
\node at ([xshift=-7pt,yshift=-4.5pt]mat-1-1) {$\color{white}R$};
\node at ([xshift=7pt,yshift=4.5pt]mat-1-1) {$\color{white}i$};
\node[rotate=90,anchor=south,font=\bfseries] at (mat.west) {Babak};
\node[anchor=south,font=\bfseries] at (mat.north) {Nomor pemain dan lawan};
\end{tikzpicture}
\caption{Contoh hasil penghitungan dalam \emph{pairing} dengan algoritma Freund}
\end{table}

(Lihat Tabel 5)

\bigskip
Bila sel-sel telah diisi sesuai dengan persyaratan dalam algoritma Freund, maka sel-sel lainnya yang masih kosong diisi dengan cara mengatur nomor-nomor para pemain yang belum terpasangkan.

Misalnya, pada babak 1, pemain bernomor 4 dan 8 keduanya belum terpasangkan, maka dapat dibuat 4 melawan 8 dan 8 melawan 4. 

\subsection{Pemutaran (ROTASI)}
Cara lain yang digunakan untuk menyusun \emph{pairing} turnamen \emph{Round-robin} adalah dengan pemutaran (rotasi) nomor pemain.

Langkah pertama, buatlah (sembarang) \emph{pairing} untuk babak (\emph{round}) 1.  

Sebagai contoh, untuk 8 pemain, babak 1 disusun sebagai berikut.
\begin{table}[h]
\centering
\begin{tabular}{
>{\columncolor{biruku!50!purple}}c l|}\hline
\cellcolor{biruku!50!purple}                          & 1 -- 5 \\
\cellcolor{biruku!50!purple}                          & 2 -- 6 \\
\cellcolor{biruku!50!purple}                          & 3 -- 7 \\
\multirow{-4}{*}{\cellcolor{biruku!50!purple}{\bfseries\color{white} Round 1}} & 4 -- 8\\\hline
\end{tabular}
\end{table}

Untuk babak 2, dengan menganggap pemain bernomor 1 sebagai titik pusat rotasi, rotasikan pemain lainnya sebagai berikut.

\adjustbox{valign=t}{\begin{minipage}{0.5\textwidth}
\centering
\definecolor{qqqqtt}{rgb}{0.0,0.0,0.2}
\definecolor{ccqqqq}{rgb}{0.8,0.0,0.0}
\definecolor{qqttzz}{rgb}{0.0,0.2,0.6}
\begin{tikzpicture}[x=1.0cm,y=1.0cm]
\centering
\clip(1,-3.5) rectangle (7,5);
\fill[color=qqttzz,fill=qqttzz,fill opacity=0.1] (5.0,-3.0) -- (6.0,-3.0) -- (6.0,-2.0) -- (5.0,-2.0) -- cycle;
\fill[color=qqttzz,fill=qqttzz,fill opacity=0.1] (5.0,-1.0) -- (6.0,-1.0) -- (6.0,0.0) -- (5.0,0.0) -- cycle;
\fill[color=qqttzz,fill=qqttzz,fill opacity=0.1] (5.0,2.0) -- (6.0,2.0) -- (6.0,1.0) -- (5.0,1.0) -- cycle;
\fill[color=qqttzz,fill=qqttzz,fill opacity=0.1] (6.0,3.0) -- (6.0,4.0) -- (5.0,4.0) -- (5.0,3.0) -- cycle;
\fill[color=qqttzz,fill=qqttzz,fill opacity=0.1] (3.0,-3.0) -- (3.0,-2.0) -- (2.0,-2.0) -- (2.0,-3.0) -- cycle;
\fill[color=qqttzz,fill=qqttzz,fill opacity=0.1] (3.0,-1.0) -- (3.0,0.0) -- (2.0,0.0) -- (2.0,-1.0) -- cycle;
\fill[color=qqttzz,fill=qqttzz,fill opacity=0.1] (2.0,2.0) -- (3.0,2.0) -- (3.0,1.0) -- (2.0,1.0) -- cycle;
\fill[color=qqqqtt,fill=white] (2.0,3.0) -- (3.0,3.0) -- (3.0,4.0) -- (2.0,4.0) -- cycle;
\draw [color=qqttzz] (5.0,-3.0)-- (6.0,-3.0);
\draw [color=qqttzz] (6.0,-3.0)-- (6.0,-2.0);
\draw [color=qqttzz] (6.0,-2.0)-- (5.0,-2.0);
\draw [color=qqttzz] (5.0,-2.0)-- (5.0,-3.0);
\draw [color=qqttzz] (5.0,-1.0)-- (6.0,-1.0);
\draw [color=qqttzz] (6.0,-1.0)-- (6.0,0.0);
\draw [color=qqttzz] (6.0,0.0)-- (5.0,0.0);
\draw [color=qqttzz] (5.0,0.0)-- (5.0,-1.0);
\draw [color=qqttzz] (5.0,2.0)-- (6.0,2.0);
\draw [color=qqttzz] (6.0,2.0)-- (6.0,1.0);
\draw [color=qqttzz] (6.0,1.0)-- (5.0,1.0);
\draw [color=qqttzz] (5.0,1.0)-- (5.0,2.0);
\draw [color=qqttzz] (6.0,3.0)-- (6.0,4.0);
\draw [color=qqttzz] (6.0,4.0)-- (5.0,4.0);
\draw [color=qqttzz] (5.0,4.0)-- (5.0,3.0);
\draw [color=qqttzz] (5.0,3.0)-- (6.0,3.0);
\draw [-stealth,color=ccqqqq] (5.5,-1.0) -- (5.5,-2.0);
\draw [-stealth,color=ccqqqq] (5.5,1.0) -- (5.5,0.0);
\draw [-stealth,color=ccqqqq] (5.5,3.0) -- (5.5,2.0);
\draw [color=qqttzz] (3.0,-3.0)-- (3.0,-2.0);
\draw [color=qqttzz] (3.0,-2.0)-- (2.0,-2.0);
\draw [color=qqttzz] (2.0,-2.0)-- (2.0,-3.0);
\draw [color=qqttzz] (2.0,-3.0)-- (3.0,-3.0);
\draw [color=qqttzz] (3.0,-1.0)-- (3.0,0.0);
\draw [color=qqttzz] (3.0,0.0)-- (2.0,0.0);
\draw [color=qqttzz] (2.0,0.0)-- (2.0,-1.0);
\draw [color=qqttzz] (2.0,-1.0)-- (3.0,-1.0);
\draw [color=qqttzz] (2.0,2.0)-- (3.0,2.0);
\draw [color=qqttzz] (3.0,2.0)-- (3.0,1.0);
\draw [color=qqttzz] (3.0,1.0)-- (2.0,1.0);
\draw [color=qqttzz] (2.0,1.0)-- (2.0,2.0);
\draw [-stealth,color=ccqqqq] (5.0,-2.5) -- (3.0,-2.5);
\draw [-stealth,color=ccqqqq] (2.5,-2.0) -- (2.5,-1.0);
\draw [-stealth,color=ccqqqq] (2.5,0.0) -- (2.5,1.0);
\draw [-stealth,color=ccqqqq] (2.5,2.0) -- (5.0,3.5);
\draw [color=qqqqtt] (2.0,3.0)-- (3.0,3.0);
\draw [color=qqqqtt] (3.0,3.0)-- (3.0,4.0);
\draw [color=qqqqtt] (3.0,4.0)-- (2.0,4.0);
\draw [color=qqqqtt] (2.0,4.0)-- (2.0,3.0);
\draw [dotted] (3.0,3.5)-- (5.0,3.5);
\draw [dotted] (3.0,1.5)-- (5.0,1.5);
\draw [dotted] (3.0,-0.5)-- (5.0,-0.5);
\draw (2.271553942144072,3.8) node[anchor=north west] {$1$};
\draw (5.25,3.8) node[anchor=north west] {$5$};
\draw (5.25,1.75) node[anchor=north west] {$6$};
\draw (2.25,1.75) node[anchor=north west] {$2$};
\draw (2.25,-0.25) node[anchor=north west] {$3$};
\draw (5.25,-0.25) node[anchor=north west] {$7$};
\draw (5.25,-2.25) node[anchor=north west] {$8$};
\draw (2.25,-2.25) node[anchor=north west] {$4$};
\end{tikzpicture}
\end{minipage}}%
    \hfill
\adjustbox{valign=t}{\begin{minipage}{0.4\textwidth}
sehingga diperoleh:

\medskip
\begin{tabular}{
>{\columncolor{biruku!50!purple}}c l|}\hline
\cellcolor{biruku!50!purple}                          & 1 -- 2 \\
\cellcolor{biruku!50!purple}                          & 3 -- 5 \\
\cellcolor{biruku!50!purple}                          & 4 -- 6 \\
\multirow{-4}{*}{\cellcolor{biruku!50!purple}{\bfseries\color{white} Round 2}} & 8 -- 7\\\hline
\end{tabular}

\bigskip
Penyusunan pairing untuk babak-babak selanjutnya dilakukan dengan cara seperti itu, hasilnya akan tampak seperti dalam tabel berikut ini.
\end{minipage}}%

\begin{table}[ht]
\centering
\begin{tabular}{
>{\columncolor[HTML]{680100}}c l
>{\columncolor[HTML]{680100}}c l|l|l|}\hline
\cellcolor[HTML]{680100}{\color[HTML]{FFFFFF} }                                   & 1 -- 5 & \cellcolor[HTML]{680100}{\color[HTML]{FFFFFF} }                                   & 1 -- 4 & \multicolumn{1}{c}{\cellcolor[HTML]{680100}{\color[HTML]{FFFFFF} }}                                   & 1 -- 6 \\
\cellcolor[HTML]{680100}{\color[HTML]{FFFFFF} }                                   & 2 -- 6 & \cellcolor[HTML]{680100}{\color[HTML]{FFFFFF} }                                   & 8 -- 3 & \multicolumn{1}{c}{\cellcolor[HTML]{680100}{\color[HTML]{FFFFFF} }}                                   & 5 -- 7 \\
\cellcolor[HTML]{680100}{\color[HTML]{FFFFFF} }                                   & 3 -- 7 & \cellcolor[HTML]{680100}{\color[HTML]{FFFFFF} }                                   & 7 -- 2 & \multicolumn{1}{c}{\cellcolor[HTML]{680100}{\color[HTML]{FFFFFF} }}                                   & 2 -- 8 \\
\multirow{-4}{*}{\cellcolor[HTML]{680100}{\color[HTML]{FFFFFF} \textbf{Round 1}}} & 4 -- 8 & \multirow{-4}{*}{\cellcolor[HTML]{680100}{\color[HTML]{FFFFFF} \textbf{Round 4}}} & 6 -- 5 & \multicolumn{1}{c}{\multirow{-4}{*}{\cellcolor[HTML]{680100}{\color[HTML]{FFFFFF} \textbf{Round 7}}}} & 3 -- 4 \\\hline
\cellcolor[HTML]{680100}{\color[HTML]{FFFFFF} }                                   & 1 -- 2 & \cellcolor[HTML]{680100}{\color[HTML]{FFFFFF} }                                   & 1 -- 8 &                                                                                                       &        \\
\cellcolor[HTML]{680100}{\color[HTML]{FFFFFF} }                                   & 3 -- 5 & \cellcolor[HTML]{680100}{\color[HTML]{FFFFFF} }                                   & 7 -- 4 &                                                                                                       &        \\
\cellcolor[HTML]{680100}{\color[HTML]{FFFFFF} }                                   & 4 -- 6 & \cellcolor[HTML]{680100}{\color[HTML]{FFFFFF} }                                   & 6 -- 3 &                                                                                                       &        \\
\multirow{-4}{*}{\cellcolor[HTML]{680100}{\color[HTML]{FFFFFF} \textbf{Round 2}}} & 8 -- 7 & \multirow{-4}{*}{\cellcolor[HTML]{680100}{\color[HTML]{FFFFFF} \textbf{Round 5}}} & 5 -- 2 &                                                                                                       &        \\\hline
\cellcolor[HTML]{680100}{\color[HTML]{FFFFFF} }                                   & 1 -- 3 & \cellcolor[HTML]{680100}{\color[HTML]{FFFFFF} }                                   & 1 -- 7 &                                                                                                       &        \\
\cellcolor[HTML]{680100}{\color[HTML]{FFFFFF} }                                   & 4 -- 2 & \cellcolor[HTML]{680100}{\color[HTML]{FFFFFF} }                                   & 6 -- 8 &                                                                                                       &        \\
\cellcolor[HTML]{680100}{\color[HTML]{FFFFFF} }                                   & 8 -- 5 & \cellcolor[HTML]{680100}{\color[HTML]{FFFFFF} }                                   & 5 -- 4 &                                                                                                       &        \\
\multirow{-4}{*}{\cellcolor[HTML]{680100}{\color[HTML]{FFFFFF} \textbf{Round 3}}} & 7 -- 6 & \multirow{-4}{*}{\cellcolor[HTML]{680100}{\color[HTML]{FFFFFF} \textbf{Round 6}}} & 2 -- 3 &                                                                                                       &       \\\hline
\end{tabular}
\caption{Contoh penyusunan \emph{pairing} dengan rotasi}
\end{table}

Silakan bandingkan cara rotasi dengan cara Freund, manakah yang lebih mudah dan lebih cepat?

\subsection{Pengaturan Putih dan Hitam}
Pekerjaan menyusun \emph{pairing} di atas belumlah selesai karena ada satu tahap lagi yang harus dilakukan, yaitu mengatur buah Putih dan Hitam yang akan dipegang para pemain agar terjadi proporsi yang seimbang. Warna buah yang dipegang pemain secara signifikan akan mempengaruhi perencanaan dan permainan yang terjadi.

Agar pengaturan warna buah ini tidak terlalu lama maka digunakan patokan berikut ini.

\begin{mdframed}[outerlinecolor=black,outerlinewidth=2pt,linecolor=cccolor,middlelinewidth=3pt,roundcorner=10pt]
Untuk pemain bernomor $i$ melawan pemain bernomor $j$ berlaku:
\begin{itemize}[\boldmath$\circ$]
\item Jika $i + j$ ganjil maka pemain bernomor lebih kecil memegang buah Putih.
\item Jika $i + j$ genap maka pemain bernomor lebih besar memegang buah Putih.
\end{itemize}
\end{mdframed}

Sebagai contoh, perhatikan tabel 6 di atas.

Pada babak 1, tampak 2 -- 6. Karena 2 + 6 genap maka haruslah pemain bernomor 6 memegang buah Putih, sehingga susunan itu harus diganti menjadi 6 -- 2.

Pada babak 2, tampak 8 -- 7. Karena 8 + 7 ganjil maka haruslah pemain bernomor 7 memegang buah Putih, sehingga susunan itu harus diganti menjadi 7 -- 8.

Pada babak 6, tampak 2 -- 3. Karena 2 + 3 ganjil maka haruslah pemain bernomor 2 memegang buah Putih, sehingga susunan itu sudah benar.

Dengan demikian hasil \emph{pairing} berdasarkan tabel 6 adalah sebagai berikut.

\begin{table}[ht]
\centering
\begin{tabular}{
>{\columncolor[HTML]{680100}}c l
>{\columncolor[HTML]{680100}}c l|l|l|}\hline
\cellcolor[HTML]{680100}{\color[HTML]{FFFFFF} }                                   & 5 -- 1 & \cellcolor[HTML]{680100}{\color[HTML]{FFFFFF} }                                   & 1 -- 4 & \multicolumn{1}{c}{\cellcolor[HTML]{680100}{\color[HTML]{FFFFFF} }}                                   & 1 -- 6 \\
\cellcolor[HTML]{680100}{\color[HTML]{FFFFFF} }                                   & 6 -- 2 & \cellcolor[HTML]{680100}{\color[HTML]{FFFFFF} }                                   & 3 -- 8 & \multicolumn{1}{c}{\cellcolor[HTML]{680100}{\color[HTML]{FFFFFF} }}                                   & 7 -- 5 \\
\cellcolor[HTML]{680100}{\color[HTML]{FFFFFF} }                                   & 7 -- 3 & \cellcolor[HTML]{680100}{\color[HTML]{FFFFFF} }                                   & 2 -- 7 & \multicolumn{1}{c}{\cellcolor[HTML]{680100}{\color[HTML]{FFFFFF} }}                                   & 8 -- 2 \\
\multirow{-4}{*}{\cellcolor[HTML]{680100}{\color[HTML]{FFFFFF} \textbf{Round 1}}} & 8 -- 4 & \multirow{-4}{*}{\cellcolor[HTML]{680100}{\color[HTML]{FFFFFF} \textbf{Round 4}}} & 5 -- 6 & \multicolumn{1}{c}{\multirow{-4}{*}{\cellcolor[HTML]{680100}{\color[HTML]{FFFFFF} \textbf{Round 7}}}} & 3 -- 4 \\\hline
\cellcolor[HTML]{680100}{\color[HTML]{FFFFFF} }                                   & 1 -- 2 & \cellcolor[HTML]{680100}{\color[HTML]{FFFFFF} }                                   & 1 -- 8 &                                                                                                       &        \\
\cellcolor[HTML]{680100}{\color[HTML]{FFFFFF} }                                   & 5 -- 3 & \cellcolor[HTML]{680100}{\color[HTML]{FFFFFF} }                                   & 4 -- 7 &                                                                                                       &        \\
\cellcolor[HTML]{680100}{\color[HTML]{FFFFFF} }                                   & 6 -- 4 & \cellcolor[HTML]{680100}{\color[HTML]{FFFFFF} }                                   & 3 -- 6 &                                                                                                       &        \\
\multirow{-4}{*}{\cellcolor[HTML]{680100}{\color[HTML]{FFFFFF} \textbf{Round 2}}} & 7 -- 8 & \multirow{-4}{*}{\cellcolor[HTML]{680100}{\color[HTML]{FFFFFF} \textbf{Round 5}}} & 2 -- 5 &                                                                                                       &        \\\hline
\cellcolor[HTML]{680100}{\color[HTML]{FFFFFF} }                                   & 3 -- 1 & \cellcolor[HTML]{680100}{\color[HTML]{FFFFFF} }                                   & 7 -- 1 &                                                                                                       &        \\
\cellcolor[HTML]{680100}{\color[HTML]{FFFFFF} }                                   & 4 -- 2 & \cellcolor[HTML]{680100}{\color[HTML]{FFFFFF} }                                   & 8 -- 6 &                                                                                                       &        \\
\cellcolor[HTML]{680100}{\color[HTML]{FFFFFF} }                                   & 5 -- 8 & \cellcolor[HTML]{680100}{\color[HTML]{FFFFFF} }                                   & 4 -- 5 &                                                                                                       &        \\
\multirow{-4}{*}{\cellcolor[HTML]{680100}{\color[HTML]{FFFFFF} \textbf{Round 3}}} & 6 -- 7 & \multirow{-4}{*}{\cellcolor[HTML]{680100}{\color[HTML]{FFFFFF} \textbf{Round 6}}} & 2 -- 3 &                                                                                                       &       \\\hline
\end{tabular}
\caption{Hasil penyusunan \emph{pairing}}
\end{table}

\section{Penutup}
Demikianlah sistem \emph{Round-robin} yang sering digunakan dalam pertandingan dan kemudian seringkali digabungkan dengan sistem gugur menjelang babak-babak akhir pertandingan.

Bila kita ingin membuat pairing untuk turnamen \emph{Round-robin} tanpa direpotkan dalam penyusunannya, maka kita dapat memilih layanan pada internet yang menyediakan perangkat untuk keperluan tersebut. Salah satunya (yang gratis) adalah dari \href{http://www.teamopolis.com/tools/round-robin-generator.aspx}{teampolis}.

\begin{thebibliography}{}

\bibitem{a} Everything About Math, \url{http://hendrydext.blogspot.com/2009/06/round-robin-tournament.html} (diakses pada 7 s.d. 13 November 2012)

\bibitem{b} Mathematical Association of America (MAA) \url{http://www.maa.org/news/inmemoriam_archive.html} (diakses pada 10 s.d. 12 November 2012)

\bibitem{c} Wikipedia, \url{http://en.wikipedia.org/wiki/Round-robin_tournament} (diakses pada 7 s.d. 12 November 2012)

\bibitem{d} Teampolis, \url{http://www.teamopolis.com/tools/round-robin-generator.aspx} (diakses pada 11 s.d. 12 November 2012)

\end{thebibliography}

\pagebreak

\begin{center}
    \includegraphics[width=15cm]{raja.png} 
\end{center}


\end{document}



Friday, May 23, 2014

Catatan Kaki (Footnote)

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI),
catatan kaki adalah keterangan yang dicantumkan pada margin bawah pada halaman buku (biasanya dicetak dengan huruf yang lebih kecil daripada huruf di dalam teks guna menambahkan rujukan uraian di dalam naskah pokok).
Dalam hal ini saya akan menunjukkan salah satu pilihan yang menurut saya cukup mudah, yaitu dengan menggunakan paket scrextend. Berikut ini contoh pengkodean dan hasilnya dari tampilan bentuk atau gaya (style) pada catatan kaki. Bila diperlukan penomoran pada catatan kaki dapat dibuat dengan perintah \setcounter{footnote}{diisi nomor}.
\documentclass{article}
\title{Catatan kaki}
\usepackage{tgschola}
\usepackage[T1]{fontenc}
\usepackage{scrextend}

% Footnote mark in text
\deffootnotemark{\textsuperscript{[\thefootnotemark]}}

% Footnote mark in footer
\deffootnote{2em}{1.6em}{[\thefootnotemark]\enskip}

\begin{document}

.... bla bla bla.\footnote{Sidi Gazalba, Maut: Batas Kebudayaan dan Agama (Jakarta: Penerbit Tintamas Indonesia, 1972), 100} .... bla bla bla.\footnote{Sidi Gazalba, Op.Cit., 200}

\end{document}


Thursday, May 22, 2014

Membuat Skripsi dengan $\small\LaTeX$

Secara global tiap perguruan tinggi memiliki dan menyediakan contoh (template) tersendiri, baik untuk artikel, jurnal, skripsi, tesis, dan lainnya, dengan menyertakan logo masing-masing. Dengan demikian terdapat beberapa perbedaan di dalamnya, misalnya template untuk Harvard akan berbeda dengan template untuk Cambridge.

Beberapa perguruan tinggi di Indonesia juga sudah menggunakan templatenya untuk penulisan Tugas Akhir (skripsi) ini. Di antaranya ITB, UGM, Gunadarma. Bagaimana dengan perguruan tinggi Anda, sudahkah memiliki template $\small\LaTeX$ untuk skripsi? 

Bagaimana pula cara membuat format skripsi dengan $\small\LaTeX$?
Nah, contoh pengkodean dan dokumen yang dihasilkannya berikut ini saya dapatkan dari Tedy Tirtawidjaja yang merampungkan tugas akhirnya pada tahun 2006 di Institut Teknologi Bandung. Dari contoh ini Anda dapat mengembangkannya sesuai dengan unsur-unsur yang dipersyaratkan oleh perguruan tinggi Anda.

Demikian semoga bermanfaat.

Adjie Gumarang Pujakelana 2014

\documentclass[a4paper,12pt]{book}
%==============================================================================================
% Bagian deklarasi paket-paket LaTeX yang dibutuhkan
%==============================================================================================
\usepackage{xcolor}
\usepackage{graphicx}
\usepackage[colorlinks]{hyperref}
\usepackage[indonesian]{babel}

\title{Skripsi}
\usepackage{ctable}
\usepackage{fancyhdr}

\usepackage{floatflt}
\usepackage{listings}
\usepackage{subfig}
\usepackage{caption}
\usepackage{eurosym}
\usepackage{colortbl}
\usepackage{paralist}
\usepackage{fancybox}
\usepackage{multicol}
\usepackage{amsmath}
\usepackage[top=4cm, left=4cm, right=2.5cm, bottom=3.5cm]{geometry} % silakan disesuaikan dengan aturan margin buku skripsi yang diberikan oleh universitas Anda.

%==============================================================================================
% Bagian deklarasi tampilan caption pada gambar atau tabel
%==============================================================================================
\DeclareCaptionStyle{italic}
{labelfont={rm,bf},textfont={rm},indention=18pt,labelsep=period,justification=centering}
\captionsetup[figure]{style=italic}
\captionsetup{style=default,labelfont={rm,bf}, format=hang}
%==============================================================================================
% Bagian input data untuk keterangan file PDF yang dihasilkan
%==============================================================================================
\pdfinfo{
/Author ( ) % silakan diisi dengan nama pembuat skripsi
/CreationDate (D:20060311110000) % D:YYYYMMDDhhmmss (diisi dengan tanggal pembuatan skripsi)
/ModDate (D:20060311110000) % diisi dengan tanggal modifikasi skripsi
/Creator (LaTeX) 
/Producer (pdfLaTeX)
/Title ( ) % diisi dengan nama file skripsi
/Subject ( ) % diisi dengan judul skripsi
/Keywords ( ) % diisi dengan kata-kata kunci isi skripsi
}
%==============================================================================================
% Bagian pengaturan hyperref
%==============================================================================================
\hypersetup{
pdftitle={ }, % diisi dengan judul akhir skripsi
pdfauthor={ }, % diisi dengan nama penulis skripsi
pdfkeywords={ }, % diisi dengan kata-kata kunci dari isi skripsi
bookmarksnumbered,
pdfstartview={FitH},
urlcolor=cyan, % warna URL yang ditampilkan, boleh diganti selain CYAN.
}

%==============================================================================================
% Koleksi pemenggalan kata, isi bagian ini bisa ditambah jika Anda mendapati kata yang salah pemenggalannya
%==============================================================================================
\hyphenation{deng-an}
\hyphenation{lang-uage}

\hyphenation{kon-fi-gu-ra-si}
\hyphenation{me-nang-an-i}
\hyphenation{ter-se-but}
\hyphenation{kom-pu-ter}
\hyphenation{ber-sa-ma-an}
\hyphenation{di-mi-liki}
\hyphenation{pa-sien}
\hyphenation{bia-sa-nya}
%==============================================================================================
% Bagian pengaturan paragraf
%==============================================================================================
\setlength{\parindent}{0in} % jika awal paragraf ingin dibuat menjorok ke dalam, ganti angka 0 nya.
\newcommand{\marginal}[1]{\leavevmode\marginpar{\color{cyan}\footnotesize\raggedright#1\par}}
%==============================================================================================
% BAGIAN ISI DOKUMEN
%==============================================================================================
\begin{document}  
%==============================================================================================
% Bagian pembuatan halaman judul
%==============================================================================================
\pagestyle{empty}
     
    \begin{titlepage}
      \begin{center}
      {\Large\textbf{    }}\\ % diisi dengan judul skripsi
      \par
      \vspace{3cm}
     
      \textbf{\large SKRIPSI}
      \end{center}
        \vspace{1cm}
      \hspace{6,8cm}oleh :\\
      \hspace{5,5cm} Nama Penulis \\ % ganti Nama Penulis dengan nama Anda sendiri
      \hspace{4,3cm}  NIM / Jurusan % ganti NIM dan Jurusan dengan nomor induk mahasiswa dan jurusan tempat Anda kuliah
     
      \begin{center}
      \par   
      \vfill 
        \begin{figure}[h]
          \hspace{6cm} 
          \includegraphics[width=2cm]{strate} % isi dengan nama file logo Universitas Anda
        \end{figure}
        \vspace*{3cm}
      {\bf \large NAMA PROGRAM STUDI}\\ % isi dengan program studi yang Anda ikuti
      {\bf \large NAMA FAKULTAS}\\ % isi dengan nama fakultas tempat Anda kuliah
      {\bf \large NAMA UNIVERSITAS}\\ % isi dengan nama universitas tempat Anda kuliah
      {\bf  \large 2006 } % sesuaikan tahun dengan tahun kelulusan
      \end{center}
\end{titlepage}

%==============================================================================================
% Bagian pembuatan halaman pengesahan skripsi
%==============================================================================================
\thispagestyle{empty}
\addcontentsline{toc}{chapter}{Halaman Pengesahan}
\begin{center}{%\fontfamily{phv}\selectfont
%\vspace*{0.5cm}
\textbf{\large HALAMAN PENGESAHAN\\[1.3cm]
  {\normalsize \textbf{JUDUL SKRIPSI}}}\\[1.5cm]

  \textbf{\large LAPORAN SKRIPSI}
     
      \par
      \vspace{0.8cm}
      {oleh :
      \\
      \large \textbf{NAMA PENULIS}\\
      NIM / Nama Jurusan
     
      }
\vspace{1.5cm}
Telah disetujui dan disahkan untuk persyaratan memperoleh gelar\\[0.2cm]
SARJANA\\[0.2cm]
pada\\[0.2cm]
Nama Program Studi\\[0.2cm]
Nama Jurusan\\[0.2cm]
Nama Universitas\\[2cm]
Bandung, Juni 2006\\[0.2cm] % sesuaikan tempat dan tanggal kelulusan
Telah diperiksa, disetujui, dan disahkan oleh :\\
Pembimbing I\\[2.3cm]
\textbf{\bfseries \underline{Nama Pembimbing}}\\[0.2cm]
NIP Pembimbing\\

}\end{center}
%==============================================================================================
% Bagian pengaturan header dan footer
%==============================================================================================
\pagestyle{fancy}\fancyhead{}
\renewcommand{\chaptermark}[1]{\markboth{#1}{}}
\renewcommand{\sectionmark}[1]{\markright{\thesection\ #1}}
\fancyhf{}
\fancyfoot[R]{\bfseries\thepage}
\fancyfoot[L]{\bfseries Buku Skripsi}
\fancyhead[R]{\bfseries \rightmark}
\renewcommand{\headrulewidth}{1pt}
\renewcommand{\headrule}{{\color{black}%
\hrule width\headwidth height\headrulewidth \vskip-\headrulewidth}}
\renewcommand{\footrulewidth}{1pt}\addtolength{\headheight}{13.6pt}
\fancypagestyle{plain}{
\fancyhead{}
\renewcommand{\headrulewidth}{0pt}
}
%==============================================================================================
% ISI SKRIPSI
%==============================================================================================
\pagenumbering{roman}
\setcounter{tocdepth}{4}
%==============================================================================================
% AWAL KATA PENGANTAR
%==============================================================================================
\chapter*{KATA PENGANTAR}\addcontentsline{toc}{chapter}{Kata Pengantar}

% isi kata pengantar
% isi kata pengantar
% isi kata pengantar
% isi kata pengantar
\vspace*{2cm}
\begin{flushright}
Bandung, Juni 2006\\ % sesuaikan dengan tempat dan tanggal penulisan skripsi
Penulis,\hspace{0.8cm}
\vspace*{1.5cm}
Nama Penulis % ganti dengan nama pembuat skripsi
\end{flushright}
%==============================================================================================
% AKHIR KATA PENGANTAR
%==============================================================================================
\tableofcontents  %perintah untuk menampilkan daftar isi
\addcontentsline{toc}{chapter}{Daftar Isi}
\listoftables %perintah untuk menampilkan daftar tabel
\addcontentsline{toc}{chapter}{Daftar Tabel}
\listoffigures %perintah untuk menampilkan daftar gambar
\addcontentsline{toc}{chapter}{Daftar Gambar}
%==============================================================================================
% MULAI BAB I
%==============================================================================================
\chapter{PENDAHULUAN} %JUDUL BAB
\label{pendahuluan}
\pagenumbering{arabic}

%==============================================================================================
% Subbab latar belakang
%==============================================================================================
\section{Latar Belakang} %Judul subbab
\label{latarbelakang} 
%isi subbab latar belakang
    \subsection{judul sub subbab}
      %isi sub subbab
      %isi sub subbab
      %isi sub subbab
     
%isi subbab latar belakang
%isi subbab latar belakang
% ISI DARI BAB I INI DAPAT DIKEMBANGKAN TERUS DAN DILANJUTKAN DENGAN BAB-BAB BERIKUTNYA DENGAN
FORMAT YANG SAMA,
% UNTUK MENGHEMAT TEMPAT DALAM CONTOH INI, HANYA DITUNJUKKAN 1 BAB SAJA SEBAGAI CONTOH
%==============================================================================================
% AKHIR BAB I
%==============================================================================================
%==============================================================================================
% Bagian daftar isi
%==============================================================================================
\bibliographystyle{ieeetr}
\bibliography{daftarpustaka}%memasukkan file BibTeX dengan nama "daftarpustaka" yang berisi
kumpulan referensi
\addcontentsline{toc}{chapter}{Daftar Pustaka}

%==============================================================================================
% MULAI BAB LAMPIRAN
%==============================================================================================
\appendix % dengan menggunakan appendix nomor bab akan ditampilan dengan menggunakan huruf;
menjadi Lampiran A

\chapter{Data Pendukung} % contoh ini akan menampilkan bab baru yaitu Lampiran A - Data
Pendukung
%==============================================================================================
% AKHIR DOKUMEN
%==============================================================================================
\newpage
\pagestyle{empty}
\vspace*{7cm}
\centering
\resizebox{7cm}{1cm}{\textrm{\textbf{SELESAI}}}
  \par   
      \vfill 
     
\end{document}



Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...