Wednesday, November 25, 2015

Melukis dengan TikZ

Perhatikan gambar di samping ini. Ulasan kita kali ini tentang lukisan (konstruksi) segitiga siku-siku, beserta unsur-unsur yang berkaitan dengannya, dengan menggunakan paket tikz. Dalam tulisan ini kita akan
  • menetapkan koordinat titik, menamai, dan menempatkannya,
  • menggambar kurva tertutup (poligon), dalam hal ini berupa segitiga siku-siku,
  • menggambar ruas garis dan menandai ukurannya,
  • menetapkan koordinat titik tengah (midpoint) di antara dua koordinat,
  • menetapkan garis tinggi segitiga,
  • menetapkan titik potong dari dua ruas garis,
  • mengarsir daerah kurva tertutup (poligon),
  • menandai sudut siku-siku, dan 
  • menggambar ruas garis putus-putus.

Koordinat Titik

Salah satu cara untuk menetapkan koordinat adalah dengan perintah
\coordinate[opsi](nama_titik) at (koordinat);
Untuk gambar di atas saya tetapkan
\coordinate[label=below left:$A$] (A) at (0,0);
\coordinate[label=right:$B$] (B) at (5,0);
\coordinate[label=above:$C$] (C) at (0,5);
Perintah beserta opsinya tersebut digunakan bila kita ingin menetapkan suatu koordinat sekaligus dengan meletakkan penamaannya.

Poligon

Untuk menggambar kurva tertutup berupa poligon (segi-n) kita berikan perintah
\draw (koordinat)--(koordinat)--(koordinat)--cycle;
Koordinat yang kita cantumkan bergantung pada segi-n yang kita gambar. Untuk contoh di atas saya buat
\draw (A) -- (B) -- (C) -- cycle;
Hingga di sini kita sudah menggambar segitiga $\small{ABC}$ seperti tampak pada gambar 1 dalam dokumen terlampir di bawah ini.

Titik Tengah dan Garis Berat

Perhatikan kembali gambar di atas. $\small{D}$ adalah titik tengah dari sisi $\small{AB}$, sehingga $\small\overline{CD}$ adalah garis berat dari $\small\triangle{ABC}$. 
Untuk menetapkan titik tengah di antara dua koordinat, kita nyatakan
($(koordinat)!.5!(koordinat)$)
Oleh karena itu untuk titik $\small{D}$ dan $\small{E}$ saya tetapkan sebagai
\coordinate[label=below:$D$] (D) at ($(A)!.5!(B)$);
\coordinate[label=left:$E$] (E) at ($(A)!.5!(C)$);
Kemudian saya gambar kedua garis berat $\small\overline{CD}$ dan $\small\overline{BE}$ dengan
\draw[name path=a] (C)--(D);
\draw[name path=b] (B)--(E);
Hingga di sini hasilnya tampak pada gambar 2 dalam dokumen terlampir di bawah ini.

Titik Potong dari Dua Ruas Garis

Dalam dua perintah terakhir, Anda lihat, saya mencantumkan opsi name path. Opsi itu dicantumkan karena akan ditetapkan titik potong antara $\small\overline{CD}$ dan $\small\overline{BE}$. Sebelum opsi tersebut dicantumkan, pada preamble kita muat
\usetikzlibrary{intersections}
Titik potong dari $\small\overline{CD}$ dan $\small\overline{BE}$ kita tetapkan dengan perintah
\path [name intersections={of = a and b, by=M}];
Saya sebut titik ini sebagai $\small{M}$, kemudian menamai dan meletakkannya dengan
\node[below left] at (M) {$M$};
Perintah node digunakan untuk meletakkan suatu objek, dalam hal ini nama titik. Perintah path digunakan untuk menetapkan suatu objek tanpa menggambarnya.

Mengarsir Daerah Poligon

Sekarang kita dapat mengarsir daerah segitiga seperti tampak pada gambar di atas. Dengan perintah path, kita sebut nama ketiga titik sudutnya sebagai kurva tertutup, kemudian cantumkan perintah pattern sebagai opsinya.
\path[pattern=north east lines,pattern color=blau!50] (B)--(C)--(M)--cycle;
Arsiran (pattern) tersebut berupa garis yang (kita pilih) mengarah ke Timur Laut (pilihan lainnya adalah north west lines). Kemudian arsiran itu saya warnai dengan warna blau senilai 50%. Warna blau saya tetapkan dengan paket xcolor di dalam preamble.
\definecolor{blau}{RGB}{17,94,140}
Hingga di sini hasilnya tampak pada gambar 3 dalam dokumen terlampir di bawah ini.

Menandai Ukuran Ruas Garis

Seperti terlihat pada gambar di atas, ukuran panjang dari ruas ditandai dalam gambar ruas garis yang diapit oleh penggal garis "tegak" pada kedua ujungnya. Ukuran ini diletakkan tepat di tengah ruas garis tersebut.
Mari kita lihat ukuran pada bagian alas $\small\triangle{ABC}$. Untuk menandai ukuran $\small\overline{AD}$ dan $\small\overline{AB}$, kita memanfaatkan koordinat-koordinat $\small{A}$$\small{B}$, dan $\small{C}$ dengan menggesernya pada jarak tertentu ke arah bawah. Hal ini dilakukan oleh perintah draw.
\draw[|-|] ([yshift=-.55cm]A)--([yshift=-.55cm]D) node[midway,fill=White] {$a$};
Kita membuat ruas garis $\small\overline{AD}$ dengan "menggeser" masing-masing koordinat $\small{A}$ dan $\small{D}$ ke arah bawah sejarak $\small0,55$cm. Bentuk ruas garis ini ditetapkan dalam opsi, yaitu |-|. Kemudian perintah node disertakan untuk menunjukkan ukuran dari ruas garis ini. Agar ukuran ini terletak di tengah-tengah ruas garis, maka dicantumkan opsi midway; dan agar ukuran ini menutupi bagian ruas garisnya, maka bagian latarnya diisi oleh warna putih.
Dengan demikian untuk menunjukkan panjang ruas garis $\small\overline{AB}$ kita buat ruas garis agak ke bawah lagi dengan perintah
\draw[|-|] ([yshift=-.9cm]A)--([yshift=-.9cm]B) node[midway,fill=White] {$b$};
Cara yang sama juga dilakukan dalam menandai ukuran pada sisi $\small\overline{AC}$, hanya saja penggeserannya ke arah kiri.
\draw[|-|] ([xshift=-.55cm]A)--([xshift=-.55cm]E) node[midway,fill=White] {$a$};

\draw[|-|] ([xshift=-.9cm]A)--([xshift=-.9cm]C) node[midway,fill=White] {$b$};
Hingga di sini hasilnya tampak pada gambar 4 dalam dokumen terlampir di bawah ini.

Ruas Garis Putus-putus

$\small\overline{BC}$ merupakan diagonal persegi dan $\small\overline{AN}$ merupakan setengah dari diagonal persegi. Keduanya berpotongan tepat di tengah. Jadi $\small{D}$ adalah titik tengah $\small\overline{BC}$. Dengan demikian, seperti sudah diulas di atas, dapat kita tetapkan
\coordinate[label=above right:$N$] (N) at ($(B)!.5!(C)$);
dan kita gambar ruas garis
\draw (M)--(N);
Bila kita ingin ruas garis berupa garis terputus-putus, maka kita cantumkan opsi dashed atau densely dashed (untuk garis terputus-putus yang agak rapat). Dengan demikian kita buat
\draw[densely dashed,rusia!50] (M)--(A);
Warna rusia saya tetapkan dengan paket xcolor di dalam preamble.
\definecolor{rusia}{RGB}{85 85 57}
Hingga di sini hasilnya tampak pada gambar 5 dalam dokumen terlampir di bawah ini.

Garis Tinggi

Pada gambar di atas, perhatikan $\small\triangle{ADM}$ dan $\small\triangle{AME}$$\small\overline{ML}$ dan $\small\overline{MK}$ masing-masing merupakan garis tinggi. Untuk menetapkan koordinat dari proyeksi titik $\small{M}$ pada sisi $\small\overline{AD}$, kita letakkan koordinat $\small{M}$ di antara kordinat $\small{A}$ dan $\small{D}$ sebagai berikut.
($(A)!(M)!(D)$)
Bila koordinat ini kita tetapkan sebagai $\small{L}$, maka kita nyatakan 
\coordinate[label=below:$L$] (L) at ($(A)!(M)!(D)$);
Hal yang sama kita lakukan untuk proyeksi titik $\small{M}$ pada sisi $\small\overline{AE}$.
\coordinate[label=left:$K$] (K) at ($(E)!(M)!(A)$);
Sekarang kita buat kedua garis tinggi itu dengan menghubungkan ketiga koordinat $\small{L}$, $\small{M}$, dan $\small{K}$. 
\draw (L)--(M)--(K);
Hingga di sini hasilnya tampak pada gambar 6 dalam dokumen terlampir di bawah ini.

Menandai Sudut Siku-siku

Ini adalah hal terakhir untuk menyelesaikan gambar seperti tampak di atas. Untuk menandai sudut siku-siku dengan menggunakan paket tikz, saya gunakan makro (berupa perintah baru) dari salah seorang anggota forum. Dalam preamble kita muat
\newcommand{\MarkRightAngle}[4][.3cm]% #1=size (optional), #2-#4 three points: \angle #2#3#4
{\coordinate (tempa) at ($(#3)!#1!(#2)$);
 \coordinate (tempb) at ($(#3)!#1!(#4)$);
 \coordinate (tempc) at ($(tempa)!0.5!(tempb)$);%midpoint
 \draw[rusia!80] (tempa) -- ($(#3)!2!(tempc)$) -- (tempb);
}
Dalam penggunaannya kita nyatakan koordinat-koordinat pembentuk sudut dalam arah berlawanan dengan arah putar jarum jam dan koordinat titik sudut diletakkan di tengahnya.
\MarkRightAngle{koordinat}{koordinat}{koordinat}
Untuk gambar di atas kita buat 4 buah tanda sudut siku-siku sebagai berikut.
\MarkRightAngle{M}{N}{B}
\MarkRightAngle{B}{A}{C}
\MarkRightAngle{D}{L}{M}
\MarkRightAngle{M}{K}{E}

Penutup

Demikianlah, untuk penampilan terbaik, silakan buka dokumen PDF di bawah ini dengan menggunakan Adobe Reader atau Adobe Acrobat Reader DC. Contoh dokumen tersebut saya susun dalam jaringan melalui Online LaTeX Editor ShareLaTeX
Semoga bermanfaat.

Adjie Gumarang Pujakelana 2015





Tuesday, November 10, 2015

Mengubah Bentuk Ebook Menjadi PDF dengan Calibre

Pada tulisan saya yang ke-200 ini, akan saya kupas tentang cara mengubah bentuk buku elektronik (e-book). Mungkin Anda memiliki e-book berbentuk DOCX, RTF, TXT, DJVU, EPUB, MOBI, atau yang lainnya, kita akan mengubahnya ke dalam bentuk dokumen portabel (PDF) dengan menggunakan Calibre.

Apa Calibre itu?
Calibre merupakan aplikasi pengelola perpustakaan buku elektronik yang gratis dan terbuka (bebas) yang dikembangkan oleh dan untuk pengguna buku elektronik. Fitur-fiturnya dapat Anda pelajari di sini.

Setelah kita mengunduh dan memasang softwarenya di komputer, kita dapat menggunakan salah satu fiturnya, yaitu mengubah bentuk berkas buku elektronik dari bentuk asal ke bentuk lainnya. Terdapat beberapa bentuk hasil pengubahannya, namun dalam tulisan ini kita akan memilih salah salah satunya, yaitu mengubahnya menjadi PDF. 

Berikut ini langkah-langkahnya:
1. Buka Calibre dan pastikan buku yang dimaksud sudah termuat di dalam Calibre. Bila belum, klik menu Add books di pojok kiri-atas untuk memuatnya.
2. Sorot buku tersebut kemudian klik menu Convert books. Pada kotak Output format di pojok kanan-atas, pilih PDF. Kemudian klik (centang) kotak Use cover from source file.
3. Klik menu Look and Feel kemudian centang dua kotak, Embed referenced fonts dan Subset all embedded fonts.
4. Klik menu Page Setup kemudian tetapkan (pilih) Default Output Profile dan Default Input Profile. Di kanannya, ketikkan 72.0 pt, untuk membatasi tepi (margin) buku sejarak 1 inchi. (Gunakan 56 pt bila diinginkan batas tepi 3/4 inchi.)
5. Klik menu Table of Contents dan centang kotak Do not add detected chapters to the Table of Contents.
6. Klik menu PDF Output kemudian centang kotak Override paper size set in output profile, pilih ukuran kertas a4, dan centang kotak Preserve aspect ratio for cover.
7. Klik OK dan tunggu hingga proses pengubahanya selesai.

(Sumber: chessindia.net)

Dengan ketujuh langkah tersebut sekarang kita telah memperoleh sebuah buku elektronik baru berbentuk PDF.
Demikian semoga bermanfaat.

Adjie Gumarang Pujakelana 2015


Friday, October 16, 2015

Parabola Mendatar

Parabola sebagai bagian dari irisan kerucut (conic sections) dapat dianggap sebagai materi Matematika yang memerlukan tingkat abstraksi yang lebih tinggi untuk memahaminya. Secara grafis, bentuk-bentuk parabola yang dipelajari di sekolah adalah parabola terbuka ke atas atau ke bawah dan parabola terbuka ke kanan atau ke kiri. Pada tulisan kali ini kita akan menggambar parabola yang tercantum pada soal di bawah ini dengan menggunakan paket tikz.
Untuk menggambarnya kita memerlukan persamaan parabola tersebut, kemudian kita juga perlu menyatakannya secara parameterisasi (parameterize).
Karena titik fokus terletak di kiri titik puncak, maka parabola kita akan terbuka ke kiri, sehingga persamaannya berbentuk
\[\boxed{(y-b)^2=-4p(x-a)}\]
dengan $\small a=2$, $\small b=2$, dan $\small p=2-(-2)=4$.
Dengan demikian kita peroleh
\begin{align}
(y-2)^2&=-4\cdot4(x-2)\\
y^2-4y+4&=-16x+32\\
16x&=-y^2+4y+28\\
x&=-\frac{1}{16}y^2+\frac{1}{4}y+\frac{7}{4}\quad\ldots\ldots\ldots\quad(*)
\end{align}
Agar parabola tersebut dapat digambar dengan benar dan baik, maka persamaan (*) harus kita gunakan sebagai bentuk parameterisasi dari persamaan pararabola itu.
Setelah saya gambarkan ternyata parabola ini cukup "lebar", sehingga saya atur skalanya dalam $\small15\%$. Parabola itu kita gambar dengan perintah
\draw[Crimson, line width=1.25pt, domain=-20:24] plot[smooth]({-\x*\x/16 +1/4*\x+7/4},\x) node[above] {$y^2-4y+16x-28=0$};
Opsi-opsi pada perintah draw dan node di atas saya atur sedemikian rupa agar tampilannya cukup baik. Kemudian dengan memilih koordinat yang dianggap tepat, kita membuat sumbu simetrinya dan menamainya pada bagian atas-kiri.
\draw[densely dashed,help lines] (-50,2)--(10,2) node[midway,above left,xshift=-2cm,SeaGreen] {sumbu simetri};
Opsi densely dashed untuk menunjukkan garis putus-putus yang agak rapat, opsi help lines untuk menunjukkan rupa garis yang "samar-samar", dan opsi xshift (dalam tanda negatif) untuk menggeser kedudukan ke arah kiri.

Berikutnya (lagi, dengan memilih koordinat yang sesuai) kita buat kedua sumbu koordinat.
  1. \draw[bistres,-stealth,line width=1pt] (-50,0)--(10,0);
  2. \draw[bistres,-stealth,line width=1pt] (0,-25)--(0,25);
Terakhir kita buat noktah untuk titik fokus dan titik puncaknya dan menamainya. Dalam skala ini saya gunakan jari-jari 10pt untuk noktah tersebut.
\draw[SeaGreen,fill=Yellow] (2,2) circle (10pt) node[above right]{titik puncak} (-2,2) circle (10pt) node[above left]{titik fokus};
Nah, berikut ini pengkodean selengkapnya untuk gambar parabola tersebut.
  1. \begin{tikzpicture}[scale=.15]
  2. \draw[Crimson, line width=1.25pt, domain=-20:24] plot[smooth]({-\x*\x/16 +1/4*\x+7/4},\x) node[above] {$y^2-4y+16x-28=0$};
  3. \draw[densely dashed,help lines] (-50,2)--(10,2) node[midway,above left,xshift=-2cm,SeaGreen] {sumbu simetri};
  4. \draw[bistres,-stealth,line width=1pt] (-50,0)--(10,0);
  5. \draw[bistres,-stealth,line width=1pt] (0,-25)--(0,25);
  6. \draw[SeaGreen,fill=Yellow] (2,2) circle (10pt) node[above right]{titik puncak} (-2,2) circle (10pt) node[above left]{titik fokus};
  7. \end{tikzpicture}
Kemudian soal di atas dan parabola yang digambarnya saya tempatkan dalam bingkai dengan menggunakan paket tcolorbox. Gambar "mata kodok" di atasnya dibuat oleh Gonzalo Medina, seorang ahli di forum. Dokumen ini saya susun dalam jaringan melalui Online LaTeX Editor ShareLaTeX
Demikian semoga bermanfaat.

Adjie Gumarang Pujakelana 2015





Wednesday, October 14, 2015

Mengarsir Daerah di Antara Busur-busur

Seperti kita maklumi, di dalam suatu soal, bangun-bangun geometris yang ditunjukkan pada umumnya tidak dalam ukuran yang sebenarnya. Pada tulisan ini kita akan menggambar bangun geometris yang tampak pada soal di bawah ini.

Dengan menggunakan paket tikz kita akan:
  • membuat busur-busur dan merangkaikannya demikian sehingga membentuk kurva tertutup
  • mengarsir daerah dari suatu kurva tertutup
  • menandai dan menempatkan ukuran panjang sisi dari suatu bangun geometris
  • menggunakan opsi mata panah stealth dalam arah bolak-balik pada suatu ruas garis.
Pertama, kita gunakan dulu perintah path untuk menetapkan keempat koordinat titik sudut pada persegi itu dan tiga koordinat titik tengah dari ketiga sisinya sebagai berikut.
\path (0,0) coordinate (O) (3.5,0) coordinate (A) (3.5,3.5) coordinate (B) (0,3.5) coordinate (C) (0,1.75) coordinate (D) (3.5,1.75) coordinate (E) (1.75,0) coordinate (F);
Perhatikan Gambar 1 pada dokumen terlampir pada bagian bawah tulisan ini.

Berikutnya kita buat kurva tertutup yang akan diarsir. Kita awali dari titik $\small E$ membentuk ruas garis ke titik $\small B$, kemudian membuat busur (ke arah kiri) sejauh $\small180^\circ$ berjari-jari $\small1,75\, \textrm{cm}$, lalu membuat ruas garis ke titik $\small D$, dilanjutkan dengan membuat busur (ke arah kanan) sejauh $\small90^\circ$ berjari-jari $\small1,75\, \textrm{cm}$ dan terakhir membuat busur (ke arah kanan) sejauh $\small90^\circ$ berjari-jari $\small1,75\, \textrm{cm}$ dengan menutup rangkaian kurva itu.
\draw[bistre,thick,pattern=north west lines,pattern color=bistreb] (E)--(B) arc(0:180:1.75cm)--(D) arc(90:0:1.75cm) arc(180:90:1.75cm)--cycle;
Untuk mengarsir daerah kurva, kita cantumkan pattern=north west lines dengan warna bistreb sebagai warna garis arsirnya. Untuk hal ini, dalam preamble, kita cantumkan
\usetikzlibrary{patterns}
Sisi kurva ini setebal thick dan diwarnai bistre. Kedua warna tersebut ditetapkan dengan paket xcolor dalam preamble sebagai
  1. \definecolor{bistre}{RGB}{61, 43, 31}
  2. \definecolor{bistreb}{RGB}{150, 113, 23}
Sekarang tinggal menghubungkan keempat titik $\small DOAE$ untuk melengkapi bangun seperti tampak pada soal di atas.
\draw[bistre,thick] (D)--(O)--(A)--(E);
Hal (baru) yang menyulitkan saya adalah ketika ingin menunjukkan ukuran panjang sisi bangun itu dengan menggunakan mata panah stealth "bolak-balik" dan menyertakan penanda pada kedua ujungnya. Untuk ini saya mendapatkan petunjuknya dari forum. Kita gunakan opsi
|{Stealth}-{Stealth}|
dan pada preamble harus kita cantumkan
\usetikzlibrary{arrows.meta}
Untuk ukuran sisi kanan kita buat dua koordinat baru, masing-masing dengan menggeser sedikit ke arah kanan dari titik $\small E$ dan $\small B$.
\draw[|{Stealth}-{Stealth}|,rusia] (3.7,1.75)--(3.7,3.5) node[midway,right]{7 cm};
Untuk ukuran sisi bawah kita buat dua koordinat baru, masing-masing dengan menggeser sedikit ke arah bawah dari titik $\small O$ dan $\small A$.
\draw[|{Stealth}-{Stealth}|,rusia] (0,-.2)--(3.5,-.2) node[midway,below]{14 cm};
Warna rusia ditetapkan sebagai
\definecolor{rusia}{RGB}{85, 85, 57}
Nah, berikut ini pengkodean selengkapnya untuk bagun geometris pada soal di atas dan hasilnya dapat dilihat pada Gambar 2 dalam dokumen terlampir di bawah ini.
  1. \begin{tikzpicture}
  2. \path (0,0) coordinate (O) (3.5,0) coordinate (A) (3.5,3.5) coordinate (B) (0,3.5) coordinate (C) (0,1.75) coordinate (D) (3.5,1.75) coordinate (E);
  3. \draw[bistre,thick,pattern=north west lines,pattern color=bistreb] (E)--(B) arc(0:180:1.75cm)--(D) arc(90:0:1.75cm) arc(180:90:1.75cm)--cycle;
  4. \draw[bistre,thick] (D)--(O)--(A)--(E);
  5. \draw[|{Stealth}-{Stealth}|,rusia] (3.7,1.75)--(3.7,3.5) node[midway,right]{7 cm};
  6. \draw[|{Stealth}-{Stealth}|,rusia] (0,-.2)--(3.5,-.2) node[midway,below]{14 cm};
  7. \end{tikzpicture}
Contoh dokumen ini saya susun dalam jaringan melalui Online LaTeX Editor ShareLaTeX
Demikian semoga bermanfaat.

Adjie Gumarang Pujakelana 2015





Tuesday, October 13, 2015

Kerucut Terpancung

Saya menemukan sebuah dokumen dari Bapak Bob Prabantoro, guru Matematika di SMK Negeri 2 Wonogiri. Pada halaman 5 dari dokumen tersebut termuat tulisan seperti tampak pada gambar di atas. Nah, kita akan menggambar kerucut terpancung itu dengan lebih baik.

Untuk ini akan kita gunakan paket tikz dan terlebih dulu (dalam preamble) kita tetapkan beberapa warna yang digunakan.
\usepackage{tikz}
\usepackage[svgnames]{xcolor}
\definecolor{bistre}{RGB}{61, 43, 31}
\definecolor{stempel}{RGB}{0 34 85}
\definecolor{rusia}{RGB}{85 85 57}
Gambar kerucut ini akan kita buat simetris terhadap sumbu $\small Y$. Kita mulai dengan menggambar "selimut" kecucut. Berawal dari koordinat $\small(-2,0)$, ke arah kanan, kita buat busur-bawah sisi alas berjari-jari $\small2\, \textrm{cm}$ yang "dikuncupkan" sejarak $\small0,5\, \textrm{cm}$, lalu membuat apotema-kanan ke koordinat $\small(1,3)$, kemudian membuat busur-bawah sisi atas berjari-jari $\small1\, \textrm{cm}$ yang "dikuncupkan" sejarak $\small0,25\, \textrm{cm}$, dan diakhiri dengan membuat apotema-kiri dan membentuk kurva tertutup.
\draw[bistre,thick] (-2,0) arc (180:360:2cm and 0.5cm) -- (1,3) arc (0:-180:1cm and 0.25cm) -- (-2,0) -- cycle;
Hasilnya tampak pada Gambar 1 dalam dokumen terlampir di bawah ini.

Tahap kedua, akan kita isi warna "selimut" ini dengan memadukan pewarnaan oleh opsi shading. Dengan opsi shading=axis, kita pilih warna kiri, warna tengah, dan warna kanan, beserta tingkat keburamannya.
\fill[left color=Yellow!50!stempel,right color=Yellow!50!stempel,middle color=White,shading=axis,opacity=0.5] (-2,0) arc (180:360:2cm and 0.5cm) -- (1,3) arc (0:-180:1cm and 0.25cm) -- (-2,0) -- cycle;
Hasilnya tampak pada Gambar 2 dalam dokumen terlampir di bawah ini.

Tahap ketiga, kita buat busur-atas sisi alas berjari-jari $\small2\, \textrm{cm}$ yang "dikuncupkan" sejarak $\small0,5\, \textrm{cm}$, berbentuk garis putus-putus, dan berjalan dari koordinat $\small(-2,0)$ ke arah kanan.
\draw[densely dashed,rusia] (-2,0) arc (180:0:2cm and 0.5cm);
Hasilnya tampak pada Gambar 3 dalam dokumen terlampir di bawah ini.

Tahap keempat, kita buat busur-atas sisi atas berjari-jari $\small1\, \textrm{cm}$ yang "dikuncupkan" sejarak $\small0,25\, \textrm{cm}$, dan berjalan dari koordinat $\small(-1,3)$ ke arah kanan.
\draw[bistre,thick] (-1,3) arc (180:0:1cm and 0.25cm);
Hasilnya tampak pada Gambar 4 dalam dokumen terlampir di bawah ini.

Tahap akhir, kita isi warna sisi atas dengan opsi shading=axis, dengan memilih warna kiri, warna tengah, dan warna kanan, beserta tingkat keburamannya.
\fill[top color=Yellow!50!stempel,bottom color=white,middle color=gray!20,shading=axis,opacity=0.5] (1,3) arc (0:180:1cm and 0.25cm) -- (-1,3) arc (-180:0:1cm and 0.25cm);
Hasilnya tampak pada Gambar 5 dalam dokumen terlampir di bawah ini.

Dalam pengkodean selengkapnya, untuk menghasilkan gambar seperti tampak pada Gambar 5, perintah fill harus dituliskan lebih dulu sebelum perintah draw.
\begin{tikzpicture}
%mewarnai "selimut" dengan bayangan
\fill[left color=Yellow!50!stempel,right color=Yellow!50!stempel,middle color=White,shading=axis,opacity=0.5] (-2,0) arc (180:360:2cm and 0.5cm) -- (1,3) arc (0:-180:1cm and 0.25cm) -- (-2,0) -- cycle;
%mewarnai sisi atas dengan bayangan ------- 5
\fill[top color=Yellow!50!stempel,bottom color=white,middle color=gray!20,shading=axis,opacity=0.5] (1,3) arc (0:180:1cm and 0.25cm) -- (-1,3) arc (-180:0:1cm and 0.25cm);
%menggambar busur-bawah sisi alas, apotema-kanan, busur-bawah sisi atas, dan apotema-kiri
\draw[bistre,thick] (-2,0) arc (180:360:2cm and 0.5cm) -- (1,3) arc (0:-180:1cm and 0.25cm) -- (-2,0) -- cycle;
%menggambar busur-atas sisi atas
\draw[densely dashed,rusia] (-2,0) arc (180:0:2cm and 0.5cm);
%menggambar busur-atas sisi atas
\draw[bistre,thick] (-1,3) arc (180:0:1cm and 0.25cm);
\end{tikzpicture}
Demikianlah, untuk penampilan terbaik, silakan buka dokumen PDF di bawah ini dengan menggunakan Adobe Reader atau Adobe Acrobat Reader DC. Contoh dokumen tersebut saya susun dalam jaringan melalui Online LaTeX Editor ShareLaTeX
Semoga bermanfaat.

Adjie Gumarang Pujakelana 2015





Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...