Showing posts with label irisan. Show all posts
Showing posts with label irisan. Show all posts

Friday, July 1, 2016

Irisan pada Bangun Ruang dalam Sistem Koordinat Ruang


Mukadimah

Kepada saya disodorkan gambar seperti tampak di samping ini. Terhadap gambar tersebut diminta untuk menentukan irisan terhadap prisma $ABC.DEF$. 
Irisan pada suatu bangun ruang adalah suatu bidang yang mengiris atau memotong semua sisi dari bangun ruang itu. 
Perluasan dari bidang itu disebut sebagai bidang pengiris. Salah satu cara untuk melukis irisan pada suatu bangun ruang adalah dengan menggunakan sumbu afinitas
Sumbu afinitas adalah suatu garis yang terletak pada satu sisi bangun ruang itu dan melalui dua titik yang diketahui. Sumbu afinitas merupakan garis-potong antara bidang pengiris dan salah satu sisi dari bangun ruang itu.
Pada gambar di samping diminta lukisan dari irisan tehadap prisma $ABC.DEF$ yang melalui titik $K$, $L$, dan $M$ yang diketahui. Sesuai dengan gambar yang diberikan, saya akan membuat lukisan tersebut dalam sistem koordinat ruang dengan menggunakan paket TikZ.


Menggambar Sumbu Koordinat

Pada gambar TikZ, dalam sistem koordinat ruang, sumbu-sumbu $x_+$, $y_+$, dan $z_+$ diatur menurut kaidah jari tangan kanan seperti tampak pada gambar di samping ini. 
Bagian negatif dari tiap sumbu koordinat itu kita gambar dengan garis putus-putus. Kemudian, karena bangun ruang itu "memanjang" ke arah sumbu $x_+$ dan $y_+$, maka kita buat nilai absis dan ordinatnya lebih besar. Saya tetapkan sumbu-sumbu itu sebagai berikut.
\draw[thick,dashed,gray] (-3,0,0)--(0,0,0); % sumbu x-
\draw[thick,-latex] (0,0,0)--(13,0,0) node[anchor=west]{\large$x$}; % sumbu x+
\draw[thick,dashed,gray] (0,-3,0)--(0,0,0); % sumbu y-
\draw[thick,-latex] (0,0,0)--(0,6,0) node[above]{\large$y$}; % sumbu y+
\draw[thick,dashed,gray] (0,0,-7)--(0,0,0); % sumbu z-
\draw[thick,-latex] (0,0,0)--(0,0,6) node[anchor=east]{\large$z$}; % sumbu z+
Hasilnya tampak pada gambar 1 dalam dokumen di bawah tulisan ini.


Menggambar Prisma ABC.DEF

Berdasarkan koordinat titik-titik sudut dari prisma pada gambar di atas, saya gambarkan prisma itu dan langsung menamai keenam titik sudutnya sebagai berikut.
\draw[thick] 
(0,0,0) node[above left] {A}--
(6,0,4) node[below,xshift=-.2cm,black] {B}--
(6,5,4) node[below left,black] {E}--
(0,5,0) node[left] {D} 
(6,0,4)--(6,0,0) node[above,xshift=.2cm] {C}--
(6,5,0) node[above] {F}--(0,5,0) 
(6,5,4)--(6,5,0);
Hasilnya tampak pada gambar 2 dalam dokumen di bawah tulisan ini.


Menggambar Irisan pada Prisma ABC.DEF

Untuk menggambar bidang pengiris dan irisannya, saya perlu menetapkan beberapa koordinat sebagai berikut.
\coordinate (X) at (13,0,0); % ujung sumbu x
\coordinate (A) at (0,0,0);
\coordinate (B) at (6,0,4);
\coordinate (C) at (6,0,0);
\coordinate (D) at (0,5,0);
\coordinate (E) at (6,5,4);
Kemudian, berdasarkan pada gambar di atas, saya menetapkan titik $K$, $L$, dan $M$, menamainya, dan menandainya dengan "noktah" sebagai berikut.
\path (4,0,2.68) coordinate (K) node[below,yshift=-.1cm,xshift=-.1cm] {K};
\path (6,3,0) coordinate (L) node[right,xshift=.1cm,,yshift=.1cm] {L};
\path (3,5,0) coordinate (M) node[above,yshift=.1cm] {M};
\draw[SeaGreen,thin,fill=Yellow] (K) circle (2pt) (L) circle (2pt) (M) circle (2pt);
Hasilnya tampak pada gambar 3 dalam dokumen di bawah tulisan ini.

Pada gambar di atas, titik $L$ dan $M$ terletak sebidang, yaitu pada bidang $ACFD$ atau pada bidang $xy$. Dengan demikian garis $\overleftrightarrow{LM}$ merupakan sumbu afinitas.
  1. Tarik $\overleftrightarrow{LM}$ sehingga memotong sumbu $x$, misalkan, di titik $P$.
  2. Bidang $ABC$ terletak pada bidang $xz$. Titik $K$ terletak pada bidang $ABC$ atau pada bidang $xz$ dan sebidang dengan titik $P$. Tarik $\overleftrightarrow{PK}$ sehingga memotong $\overleftrightarrow{BC}$, misalkan, di titik $Q$.
  3. Titik $L$, titik $Q$, dan $\overleftrightarrow{EB}$ sebidang, yaitu pada bidang $BCFE$. Tarik $\overleftrightarrow{LQ}$ sehingga memotong $\overleftrightarrow{EB}$, misalkan, di titik $R$.
  4. Titik $R$, titik $K$, dan $\overleftrightarrow{DE}$ sebidang, yaitu pada bidang $ABED$. Tarik $\overleftrightarrow{RK}$ sehingga memotong $\overleftrightarrow{DE}$, misalkan, di titik $S$.
  5. Sekarang kita sudah mendapatkan bidang pengiris terhadap prisma $ABC.DEF$, yang melalui titik $K$, $L$, dan $M$, yaitu bidang $KQLMS$.
Sekarang kita buat ruas garis $MN$ dan memanjangkannya pada kedua ujungnya.
\draw[densely dashed,LimeGreen] (M)--(L); %membuat ruas garis ML
\path[darkgray] ($(M)!-2cm!(L)$) node[left,yshift=.1cm] {1} coordinate (U); % memanjangkan ke kiri dari M
\path ($(L)!-6cm!(M)$) coordinate (V); % memanjangkan ke kanan dari L
\draw[LimeGreen] (U)--(M) (L)--(V);
Kemudian kita tetapkan perpotongan dari $\overleftrightarrow{ML}$ dan $\overleftrightarrow{OX_+}$ sebagai titik $P$, menandainya oleh "noktah", dan menamainya.
\coordinate[label=above:P] (P) at (intersection of A--X and L--V);
\draw[SeaGreen,thin,fill=Yellow] (P) circle (2pt) ;
Hasilnya tampak pada gambar 4 dalam dokumen di bawah tulisan ini.
Berikutnya kita tetapkan titik $Q$ sebagai perpotongan dari $\overline{BC}$ dan $\overline{PK}$, menggambar $\overline{PQ}$, dan memanjangkannya pada kedua ujungnya.
\coordinate[label=below right:Q] (Q) at (intersection of C--B and P--K);
\draw[densely dashed,Tomato] (K)--(Q);
\draw[Tomato] (Q)--($(P)!-2cm!(Q)$) node[right,yshift=.1cm,darkgray] {2}; % memanjangkan ke arah P
\draw[Tomato] (K)--($(K)!-2cm!(Q)$); % memanjangkan ke arah sumbu z
\draw[SeaGreen,thin,fill=Yellow] (Q) circle (2pt) ;
Hasilnya tampak pada gambar 5 dalam dokumen di bawah tulisan ini.

Untuk menghubungkan titik $L$ dan $Q$ yang sebidang, lebih dulu kita perpanjangkan $\overline{EB}$ ke arah $B$ oleh
\draw[darkgray] (B)--($(B)!-5cm!(E)$) node[below] {3} coordinate (T);
sekaligus menetapkan titik ujungnya sebagai $T$. Barulah memperpanjang $\overline{LQ}$ pada kedua arah sekaligus oleh
\draw[DodgerBlue] ($(L)!-2cm!(Q)$) node[above,darkgray] {4}--($(Q)!-6cm!(L)$) coordinate (G);
dan menetapkan titik ujungnya sebagai $G$. Ini dilakukan karena ruas garis ini tidak diselangi oleh bagian ruas garis putus-putus. Lalu menetapkan titik potong dari $\overleftrightarrow{EB}$ dan $\overleftrightarrow{LQ}$ sebagai $R$.
\coordinate[label=right:R] (R) at (intersection of B--T and L--G);
\draw[SeaGreen,thin,fill=Yellow] (R) circle (2pt) ;
Hasilnya tampak pada gambar 6 dalam dokumen di bawah tulisan ini.

Sekarang kita menggambar dan memperpanjang $\overline{RK}$ pada kedua arah sekaligus oleh
\draw[SlateBlue] ($(R)!-2cm!(K)$) node[below] {5}--($(K)!-7cm!(R)$) coordinate (H);
sekaligus menetapkan titik ujungnya sebagai $H$. Kemudian menetapkan titik potong dari $\overleftrightarrow{RK}$ dan $\overline{DE}$ sebagai $S$.

\coordinate[label=below left:S] (S) at (intersection of R--H and D--E);
\draw[SeaGreen,thin,fill=Yellow] (S) circle (2pt) ;
Kemudian kita menggambar dan memperpanjang $\overline{SM}$ pada kedua arah sekaligus oleh
\draw[Crimson] ($(S)!-1.25cm!(M)$)--($(M)!-2cm!(S)$) node[right,darkgray,yshift=.1cm] {6};
Hasilnya tampak pada gambar 7 dalam dokumen di bawah tulisan ini.

Terakhir kita akan menandai irisan pada prisma $ABC.DEF$, yaitu bidang $KQLMS$ oleh suatu arsiran. Kita buat arsiran itu oleh
\path[pattern=north west lines,pattern color=RosyBrown] (K)--(Q)--(L)--(M)--(S)--(K);
Hasilnya tampak pada gambar 8 dalam dokumen di bawah tulisan ini. 


Penutup


Untuk keperluan gambar tersebut, pada mukadimah harus kita siapkan
\usepackage[svgnames,dvipsnames]{xcolor}
\usepackage{tikz}
\usetikzlibrary{calc,intersections,patterns}
Demikianlah pengkodean selengkapnya dapat Anda peroleh di sini.

Semoga tulisan ini bermanfaat.

$\square$ Adjie Gumarang Pujakelana 2016



Thursday, May 21, 2015

Sudut antara Dua Bidang

Dimensi Tiga (Solid Geometry) merupakan materi Matematika yang dipelajari di sekolah menengah atas. Secara umum, saya anggap, materi ini cukup rumit bagi siswa maupun (bagi sebagian) guru. Di dalamnya terdapat bahasan mengenai sudut antara dua bidang, yang dalam penerapannya berkaitan dengan suatu bangun ruang.
Nah, kupasan kita kali ini adalah tentang perhitungan besar sudut antara dua bidang dalam kubus. Sumber soal berasal dari Buku Matematika Siswa SMA/MA/SMK/MAK Kelas X yang saya temukan di sini
Pada dasarnya, sudut antara dua bidang ditentukan dengan cara mencari dua garis yang masing-masing berasal dari tiap bidang itu dan keduanya berpotongan di satu titik persekutuan dari kedua bidang tadi.
Dalam hal ini perhitungannya melibatkan segitiga siku-siku dan penggunaan Dalil Pythagoras.

Silakan lihat jawaban untuk soal ini dalam dokumen terlampir pada bagian bawah dari tulisan ini. Gambar yang kita ulas mengacu pada gambar 2 pada bagian Jawaban dalam dokumen tersebut.

Setelah beberapa kali saya menerapkan paket tkz-euclide, saya merasakan kemudahan dalam penggunaanya; meskipun dalam hal tertentu, misalnya meletakkan ukuran dalam kontruksi gambar dan penamaannya, saya rasa lebih nyaman dengan menggunakan perintah dari paket tikz.
Dalam hal penggunaan warna, saya terbiasa menggunakan paket xcolor dengan opsi svgnames dan dvipsnames; kadang-kadang menggunakan warna tertentu dengan lebih dulu menetapkan kode warnanya.
Dalam paket tkz-euclide, kita dapat menetapkan suatu kurva (tanpa harus menggambarnya) kemudian menggunakannya untuk mendapatkan perpotongannya dengan kurva lain. Mudah pula dalam menggambar busur, menandai ruas garis yang sama panjang, menandai sudut (termasuk sudut siku-siku dalam kontruksi perspektif) dan menamainya, dan lain-lain.

Baiklah, kita mulai menggambar. Kita awali dengan menggambar kubus $\small ABCD.EFGH$. Saya tetapkan dulu empat koordinat yang akan membentuk sisi depan, $\small ABFE$, lalu menggambarnya.
\begin{tikzpicture}[scale=1.75,thick]
%-----------------------------menggambar kubus ABCD.EFGH
\tkzDefPoints{0/0/A,2.5/0/B,0/2.5/E,2.5/2.5/F}
\tkzDrawPolygon[](A,B,F,E)
...
\end{tikzpicture}
Berikutnya saya tetapkan titik $\small D$. Agar diperoleh koordinat yang tepat, untuk ini saya meminta bantuan pada GeoGebra. Setelah itu saya buat rusuk $\small AD$ dalam bentuk garis putus-putus (dashed).
%menetapkan titik D dan menggambar sisi AD
\tkzDefPoints{1.33/0.75/D} %ditetapkan dng Geogebra
\tkzDrawSegment[dashed,color=gray](A,D)
Selanjutnya saya berencana menetapkan titik $\small C$. Titik $\small C$ adalah perpotongan dari garis yang melalui $\small D$ sejajar $\small\overline{AB}$ dan garis yang melalui $\small B$ sejajar $\small\overline{AD}$, maka
%menetapkan titik C dan menggambar sisi BC dan CD
\tkzDefLine[parallel=through D](A,B) \tkzGetPoint{I1}
\tkzDefLine[parallel=through B](A,D) \tkzGetPoint{I2}
\tkzInterLL(D,I1)(B,I2) \tkzGetPoint{C}
\tkzDrawSegment[dashed,color=gray](C,D) \tkzDrawSegment(B,C)
sekaligus saya buat sisi $\small\overline{CD}$ dan $\small\overline{BC}$.
Kemudian saya beranjak untuk menetapkan titik $\small H$, yang merupakan perpotongan dari garis yang melalui $\small E$ sejajar $\small\overline{AD}$ dan garis yang melalui $\small D$ sejajar $\small\overline{AE}$, maka
%menetapkan titik H dan menggambar sisi HD dan EH
\tkzDefLine[parallel=through E](A,D) \tkzGetPoint{I3}
\tkzDefLine[parallel=through D](A,E) \tkzGetPoint{I4}
\tkzInterLL(E,I3)(D,I4) \tkzGetPoint{H}
\tkzDrawSegment[dashed,color=gray](H,D) \tkzDrawSegment(E,H)
sekaligus saya buat sisi $\small\overline{HD}$ dan $\small\overline{EH}$.
Berikutnya saya tetapkan titik $\small G$, yang merupakan perpotongan dari garis yang melalui $\small F$ sejajar $\small\overline{EH}$ dan garis yang melalui $\small H$ sejajar $\small\overline{EF}$, maka
%menetapkan titik G dan menggambar sisi GF, GH, dan GC
\tkzDefLine[parallel=through F](E,H) \tkzGetPoint{I5}
\tkzDefLine[parallel=through H](E,F) \tkzGetPoint{I6}
\tkzInterLL(F,I5)(H,I6) \tkzGetPoint{G}
\tkzDrawSegments(G,F G,H G,C)
sekaligus saya buat sisi $\small\overline{GF}$, $\small\overline{GH}$, dan $\small\overline{GC}$.
Agar kedudukan titik-titik itu terlihat, saya gambarkan dulu noktahnya seukuran $\small0,15$ cm.
%menggambar noktah titik A, B, C, D, E, F, G, H
\tkzDrawPoints[size=.15cm](A,B,C,D,E,F,G,H)
Sekarang saya akan menggambar segienam $\small PQRSTU$. Dalam sumber soal di atas memang tidak disebutkan bahwa keenam titik itu sebagai titik-titik tengah dari rusuk-rusuk kubus yang bersesuaian, tetapi memang pula harus demikian agar soal tersebut diselesaikan.
%----------------------------menggambar segienam PQRSTU
%menetapkan titik P, Q, R, S, T, U
\tkzDefMidPoint(G,H) \tkzGetPoint{P}
\tkzDefMidPoint(G,C) \tkzGetPoint{Q}
\tkzDefMidPoint(B,C) \tkzGetPoint{R}
\tkzDefMidPoint(A,B) \tkzGetPoint{S}
\tkzDefMidPoint(A,E) \tkzGetPoint{T}
\tkzDefMidPoint(E,H) \tkzGetPoint{U}
Lalu saya gambar noktahnya seukuran $\small0,15$ cm.
%menggambar noktah titik P, Q, R, S, T, U
\tkzDrawPoints[size=.15cm](P,Q,R,S,T,U)
Sisi-sisi dalam gambar segienam $\small PQRSTU$ dibedakan, ada yang utuh dan ada yang putus-putus.
%menggambar sisi-sisi segienam 
\tkzDrawSegments[dashed,color=gray](P,Q R,S T,U)
\tkzDrawSegments(Q,R S,T U,P)
 Kemudian daerah segienam itu saya isi dengan warna Dandelion dari xcolor dalam tingkat ketebalan warna 50%.
\tkzFillPolygon[fill=Dandelion,opacity=.5](P,Q,R,S,T,U)
Untuk rusuk-rusuk kubus yang terbagi dua oleh titik tengahnya, saya tandai tiap bagian yang sama panjang itu.
%menandai ruas-ruas garis yang sama panjang
\tkzMarkSegments[mark=|,color=gray](A,S B,S B,R C,R C,Q G,Q G,P H,P E,U H,U E,T A,T)
Sekarang saya bubuhkan nama dari semua titik dan menempatkannya pada letak yang terlihat baik.
%menamai tiap titik
\tkzLabelPoints[below](A,S,B)
\tkzLabelPoints[above](H,P,G)
\tkzLabelPoints[left](T,E)
\tkzLabelPoints[left,yshift=.15cm](U,D)
\tkzLabelPoints[right](C,Q)
\tkzLabelPoints[right,yshift=-.15cm](F,R)
Untuk perhitungan, saya tetapkan titik $\small K$ dan $\small L$, menggambar $\small\overline{KL}$, membuat noktahnya, dan menamai titiknya.
\tkzDrawSegment[dashed,color=gray](B,D)
\tkzDrawSegment[](H,F)
\tkzInterLL(B,D)(S,R) \tkzGetPoint{L} 
\tkzInterLL(H,F)(U,P) \tkzGetPoint{K} 
\tkzDrawSegment[dashed,color=gray](K,L)
\tkzDrawPoints[size=.15cm](K,L)
\tkzLabelPoints[above,xshift=.15cm](L)
\tkzLabelPoints[below,xshift=-.15cm](K)
Berikutnya sama menetapkan dua titik tengah $\small M$ dan $\small N$, menggambar noktahnya, menghubungkannya, dan menamai titiknya.
\tkzDefMidPoint(A,D) \tkzGetPoint{M}
\tkzDefMidPoint(D,C) \tkzGetPoint{N}
\tkzDrawPoints[size=.15cm](M,N)
\tkzDrawSegment[dashed,color=gray](M,N)
\tkzLabelPoints[left,yshift=.15cm](M)
\tkzLabelPoints[above,xshift=.2cm](N)
Selanjutnya saya tetapkan proyeksi titik $\small K$ pada bidang alas, sebagai $\small O$, lalu menggambar noktahnya, menamai titiknya, dan menghubungkannya dengan $\small K$.
\tkzDefLine[parallel=through K](D,H) \tkzGetPoint{I7}
\tkzInterLL(K,I7)(B,D) \tkzGetPoint{O}
\tkzDrawPoints[size=.15cm](O)\tkzLabelPoints[below](O)
\tkzDrawSegment[dashed,color=gray](K,O)
Terakhir, saya menandai sudut siku-siku di $\small O$.
\tkzMarkRightAngle[color=gray!70](L,O,K)
Hasil dari pengkodean tersebut dapat Anda lihat dalam gambar pada bagian Jawaban dalam dokumen di bawah ini. Dokumen tersebut saya susun (compile) dalam jaringan melalui Online LaTeX Editor ShareLaTeX
Demikian semoga bermanfaat. 

Adjie Gumarang Pujakelana 2015




Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...