Perlu diingat bahwa terdapat beberapa jenis pengetikan (typeset) $\small\LaTeX$, yaitu pdfTeX, pdfLaTeX, LuaTeX, LuaLaTeX, XeTeX, XeLaTeX, ConTeXt, dan BibTeX, dan MakeIndex.
Petunjuk berikut ini menganggap bahwa Anda tidak memasang software $\small\LaTeX$ pada komputer dan Anda menggunakan writeLaTeX (compiler pdfLaTeX) untuk menulis dokumen.
- Buka halaman ini.
- Pilih (klik) kelompok jenis huruf. Contohnya, saya memilih Calligraphical and Handwritten Fonts.
- Pilih (klik) jenis huruf. Contohnya, saya memilih Augie.
- Pada bagian Text example, klik [LATEX source of PDF sample].
- Buka file yang terunduh dengan Notepad, kemudian salin bagian yang ditandai oleh "kotak merah".
- Hal-hal lainnya dapat dilengkapi, baik pada preamble maupun pada isi dokumen, sesuai dengan dokumen yang ditulis.
Berikut ini saya tunjukkan beberapa jenis huruf yang saya gunakan dan salah satu contoh struktur dokumen.
\documentclass[danish,a4paper,11pt]{scrartcl}
\title{Augie}
\usepackage[utf8]{inputenc}
\usepackage{babel}
\usepackage{slantsc}
\usepackage{array}
\usepackage{amsmath}
\setkomafont{subsection}{\usefont{T1}{fvm}{m}{n}}
\setkomafont{section}{\usefont{T1}{fvs}{b}{n}\Large}
\setcounter{secnumdepth}{0}
\pagestyle{empty}
\usepackage{emerald}
\usepackage[T1]{fontenc}
\begin{document}
\normalfont\ECFAugie
\begin{minipage}{\textwidth}
\begin{center}
{\large\bfseries Surat untuk Lena Lugina Zahrani}
\end{center}
Tentang semua yang kau nyatakan padaku itu, aku amat tersanjung. Meskipun datangnya tiada terduga, kukira hal itu dapat terjadi pada siapapun pada suatu ketika.\\
Pejamkan matamu, lalu sentuh dengan hatimu, aku akan membukanya dengan sesuatu yang alami pada insan yang fana ini:
"Sejatinya setiap diri tidaklah seperti pada tampaknya".
Kehangatan, kelembutan, keceriaan di depan matamu dapat berbeda di balik punggungmu. \\
Selaput rindu yang membalut dan membuai rasa kerap mengelabui pikir dengan pandangan kasat mata belaka.
Bayangkanlah ketika kau dapat menemukan dengan jelas bedanya, mudahkah hati dirayu?\\
Jangan salah menduga, aku tak bermaksud seumpama membunuh lalat dengan panah. Ada baiknya memenjarakan rasa bila dengan itu akan memberikan faedah yang lebih.\\
Karena ketulusanmu untuk peduli padaku, harus kuakui aku teduh bersamamu. Kamu menghargaiku lebih dari siapapun. Tak jarang aku bergelut dengan hatiku tentang kamu.
Barangkali kau pahami bahwa kita masih harus menunggu suatu masa yang akan memadukan rasa dan kejernihan sesuatu yang merajuti pikiran kita.\\
Percayalah padaku, aku tak kan pernah membanting pintu agar aku dapat kembali membukanya dan mendapatimu menyambutku: "Welcome!".\\
EA 2003
\end{minipage}
\end{document}
Adjie Gumarang Pujakelana 2013
-->




