Silakan Anda lihat tulisan serupa di sini. Kali ini malah lebih sederhana. Perhatikan gambar di samping ini. Anda akan mencari nilai x dan menggambar konstruksinya.
Lebih dulu mari kita berhitung. Perhatikan gambar di bawah ini.
Misalkan \measuredangle DAE=\alpha^\circ. Karena AD=DE maka \measuredangle AED=\alpha^\circ dan \measuredangle EDA=(180-2\alpha)^\circ. Anda peroleh \measuredangle FDE=2\alpha^\circ=\measuredangle EFD, bukan? Dengan demikian \measuredangle DEF=(180-4\alpha)^\circ.
Sekarang perhatikan sudut lurus di titik E.
\measuredangle ADE+\measuredangle DEF+75^\circ=180^\circ.
Anda peroleh
\begin{align*} \alpha^\circ+(180-4\alpha)^\circ &= 105^\circ\\ 3\alpha^\circ &= 75^\circ\\ \alpha^\circ &= 25^\circ \end{align*}Kemudian pada sudut lurus di titik F Anda peroleh
\begin{align*} (180-x)^\circ &= 2\alpha^\circ\\ (180-x)^\circ &= 50^\circ\\ x^\circ &= 130^\circ \end{align*}Konstruksi Gambar
Mula-mula, Anda siapkan dulu paket dan kepustakaan yang diperlukan.
\usepackage{tikz}
\usetikzlibrary{angles,calc,decorations.markings}
Letakkan titik A pada pusat koordinat.
\coordinate[label=left:$A$] (A) at (0,0);
Letakkan titik B, misalnya, sejarak 7\,\mathrm{cm} di kanan A.
\coordinate[label=right:$B$] (B) at (7,0);
Karena \alpha^\circ=25^\circ, letakkan titik C pada sudut itu sejarak, misalnya 6\,\mathrm{cm}.
\coordinate[label=right:$C$] (C) at (25:6);
Ambillah jarak 2\,\mathrm{cm} di kanan A untuk titik D.
\coordinate[label=below:$D$] (D) at (0:2.5);
Anda sudah tahu, \measuredangle FDE=2\alpha^\circ=50^\circ dan AD=DE=2.5\,\mathrm{cm}, maka tetapkan koordinat E dengan merujuk kepada D sebagai
\coordinate[label=above:$E$] (E) at ([shift={(D)}]50:2.5);
Karena \triangle DEF sama kaki, untuk menetapkan koordinat F, ``jatuhkan'' saja titik E pada \overline{AB} dan misalkan proyeksi dari E itu sebagai E_1. Dalam hal ini Anda harus terdukung oleh kepustakaan calc.
\coordinate (E1) at ($(A)!(E)!(B)$);
Anda tahu, DF=2DE_1, bukan? Oleh karena itu tetapkan koordinat F sebagai
\coordinate[label=below:$F$] (F) at ($(D)!2!(E1)$);
Sekarang Anda dapat menggambar garis-garisnya oleh
\draw[thick] (B)--(A)--(C) (D)--(E)--(F);
Tetapi demi mempertimbangkan tumpang tindih gambar yang baik, sebaiknya Anda gambar dulu penanda garis (sama panjang) dan penanda sudutnya. Dengan dukungan dari kepustakaan decorations.markings, tetapkan (pada mukadimah) penanda garis sama panjang oleh
This file contains bidirectional Unicode text that may be interpreted or compiled differently than what appears below. To review, open the file in an editor that reveals hidden Unicode characters.
Learn more about bidirectional Unicode characters
\tikzset{ | |
sama/.style={postaction={decorate,decoration={ | |
markings, | |
mark=at position .5 with {\arrow[scale=1.25]{|}}, | |
}}} | |
} |
Dengan demikian pada gambar TikZ Anda nyatakan penanda itu oleh
\path[sama] (A)--(D); \path[sama] (E)--(D); \path[sama] (E)--(F);
Untuk menandai sudut oleh gambar busur dan nilai sudutnya, Anda harus terdukung oleh kepustakaan angles. Penanda sudut itu diberikan oleh perintah pic sebagai berikut.
This file contains bidirectional Unicode text that may be interpreted or compiled differently than what appears below. To review, open the file in an editor that reveals hidden Unicode characters.
Learn more about bidirectional Unicode characters
\pic[draw=orange-red,angle radius=7mm,pic text=\alpha^\circ,pic text options={font=\scriptsize,yshift=.1mm},angle eccentricity=.75] {angle={B--A--C}}; | |
\pic[draw=orange-red,angle radius=5mm,pic text=75^\circ,pic text options={font=\scriptsize,shift={(-.5mm,.1mm)}},angle eccentricity=.75] {angle={F--E--C}}; | |
\pic[draw=orange-red,angle radius=3.5mm,pic text=x^\circ,pic text options={font=\scriptsize,shift={(.8mm,.5mm)}},angle eccentricity=.35] {angle={B--F--E}}; | |
\pic[angle radius=5mm,pic text=2\alpha^\circ,pic text options={font=\scriptsize,shift={(1mm,0mm)}},angle eccentricity=.75] {angle={F--D--E}}; |
Dua penanda sudut berikut ini perlu diletakkan di tempat yang agak luas karena memuat teks/rumus yang agak panjang. Anda buat ruas garis, berawal dari koordinat di dekat titik sudut itu ke suatu koordinat di bidang gambar yang agak lapang. Kemudian pada ujung ruas garis itu cantumkan nilai sudutnya.
This file contains bidirectional Unicode text that may be interpreted or compiled differently than what appears below. To review, open the file in an editor that reveals hidden Unicode characters.
Learn more about bidirectional Unicode characters
\draw[ceil] (2.4,.1)--(1,1.2) node[black,above,font=\scriptsize]{(180-2\alpha)^\circ}; | |
\draw[ceil] (4.1,1.7)--(2.8,1.8) node[left,black,font=\scriptsize,yshift=1mm]{(180-4\alpha)^\circ}; |
Selesai. Gambar Anda akan tampak seperti dalam contoh dokumen berikut ini.
Demikian semoga bermanfaat.
Bila Anda berminat untuk mempelajari \LaTeX secara khusyuk, silakan bergabung ke Indonesia Digital Teacher atau hubungi @Kalakay via Telegram.
\square Adjie Gumarang Pujakelana 2020
No comments:
Post a Comment