Wednesday, October 4, 2017

Tutorial No. 13: Bekerja dengan Teks - Perataan Paragraf

Tak terasa, kita sudah sampai pada tutorial ke-13. Materi Bekerja dengan Teks menyisakan sekitar dua tulisan lagi. Pada satu tulisan kadang ingin dimuat beberapa hal, tetapi kadang dipertimbangkan juga agar perhatian terpusat secara khusus pada satu hal saja. Tulisan kali ini akan mengupas tentang cara meratakan suatu paragraf.

Perataan Paragraf

Hal ini sudah biasa kita lakukan, (mungkin) hanya istilahnya saja yang perlu dipertegas. 
Pada keadaan tertentu kita biasa memépétkan teks di kiri atau di kanan margin atau mengumpulkannya di tengah halaman. Hal demikian itu yang dimaksud perataan (justification) paragraf. Ada 4 pilihan untuk meratakan paragraf, yaitu rata-tengah, rata-kiri, rata-kanan, dan rata-kiri-kanan. Di dalam dokumen $\small\LaTeX$ kita dapat meratakan paragraf dengan menggunakan perintah/deklarasi atau dengan menggunakan lingkup perintah: center, centering, quote, flushleft, flushright, raggedleft, raggedright.

Center, Centering, dan Quote

Perhatikan pengkodean berikut ini.
\centering
<teks>

\begin{center}
<teks>
\end{center}

\begin{quote}
<teks>
\end{quote}
Tampak bahwa centering itu berupa perintah sedang center dan quote masing-masing berupa lingkup perintah.
Perlu diingat bahwa perintah centering bersifat global, yaitu akan memperlakukan paragraf-paragraf sesudahnya sebagai rata-tengah. Perhatikan contoh penggunaannya berikut ini.
Oleh lingkup perintah center, paragraf dicetak menjadi rata-tengah. Demikian pula oleh perintah \centering, tetapi akibatnya bersifat global. Perhatikan baris 15 dan akibatnya terhadap paragraf terakhir. 
Oleh lingkup perintah quote, suatu kutipan (quote) dicetak rata-kiri-kanan tetapi paragrafnya menjorok ke dalam baik dari arah kiri maupun dari arah kanan.


Flushleft dan Flushright

Flushleft dan flushright dapat diberikan dalam bentuk perintah maupun lingkup perintah. Oleh flushleft, paragraf dicetak menjadi rata-kiri, demikian sebaliknya oleh flushright. Perhatikan contoh penggunaannya berikut ini.
Ketika penulis mencari terjemahan dari flush, ternyata ditemukan "siram" atau "menyiram". Kalau begitu, flushleft berarti "siram ke kiri".😃


Raggedleft dan Raggedright

Sama halnya dengan flushleft dan flushrightraggedleft dan raggedright dapat diberikan dalam bentuk perintah maupun lingkup perintah, tetapi dalam fungsi yang berlawanan. Oleh raggedleftparagraf dicetak menjadi rata-kanan, demikian sebaliknya oleh raggedright. Perhatikan contoh penggunaannya berikut ini. 
Ketika penulis mencari terjemahan dari ragged, ternyata ditemukan "compang-camping". Kalau begitu, raggedleft berarti "compang-camping di kanan".😃

Penutup

Sekarang Anda sudah memiliki siasat terhadap suatu paragraf di dalam dokumen Anda, sesuai dengan keperluannya, apakah ingin dibuat rata-kiri, rata-kanan, rata-kiri-kanan, atau rata-tengah. Bagaimana, mudah, bukan?
Demikian semoga bermanfaat.

$\square$ Adjie Gumarang Pujakelana 2017

Tuesday, October 3, 2017

Tutorial No. 12: Bekerja dengan Teks - Pengubahan Ukuran Huruf

Pengubahan Ukuran Huruf

Tentang pemilihan jenis huruf dan penggunaannya baik secara lokal maupun global telah penulis ulas dalam Tutorial No. 4. Sekarang mungkin telah lama Anda bertanya-tanya, bagaimana cara kita mengatur ukuran huruf untuk teks, paragraf, atau naskah secara keseluruhan?
Dalam $\small\LaTeX$, ukuran huruf cetak diukur dalam (pencetak) titik (points/pt). Asal huruf cetak yang $\small\TeX$ hasilkan adalah $10\,\textrm{pt}$. Kita dapat mengubah ukuran huruf dengan mengacu kepada ukuran asalnya tersebut, memperbesarnya atau memperkecilnya. Ada $10$ deklarasi yang disediakan dalam $\small\LaTeX$ untuk mengubah ukuran huruf cetak, sebgaimana tertera dalam tabel berikut ini. 

\tiny \large
\scriptsize \Large
\footnotesize \LARGE
\small \huge
\normalsize \Huge

Perhatikan contoh penggunaannya berikut ini.

Perhatikan bahwa kesepuluh ukuran huruf tersebut mengacu kepada ukuran dasar huruf $10\,\textrm{pt}$ pada kelas dokumen article. Bagaimana kalau ukuran dasarnya bukan $10\,\textrm{pt}$? Nah, di situlah masalahnya. Tentu besar huruf sebagai hasil dari kesepuluh perintah itu juga akan tampak berbeda dengan hasil di atas.
Berikut ini perbandingan ukuran huruf (dalam pt) untuk hasil dari kesepuluh perintah itu dengan mengacu kepada ukuran dasar huruf $10\,\textrm{pt}$, $11\,\textrm{pt}$, dan $12\,\textrm{pt}$ pada suatu kelas dokumen.
Perintah            10pt    11pt    12pt
\tiny               5       6       6
\scriptsize         7       8       8
\footnotesize       8       9       10
\small              9       10      10.95
\normalsize         10      10.95   12
\large              12      12      14.4
\Large              14.4    14.4    17.28
\LARGE              17.28   17.28   20.74
\huge               20.74   20.74   24.88
\Huge               24.88   24.88   24.88
Lalu, berapa saja ukuran dasar huruf pada kelas dokumen?
Seperti telah disebutkan di atas, ukuran dasar huruf pada dokumen $\small\LaTeX$ adalah $10\,\textrm{pt}$. Itu berlaku pada empat kelas dokumen utama, yaitu article, report, book, dan letter sedangkan ukuran dasar huruf lainnya yang tersedia adalah $11\,\textrm{pt}$ dan $12\,\textrm{pt}$. Khusus untuk kelas dokumen utama yang kelima, yaitu (kelas dokumen presentasi) beamer, memberikan ukuran dasar huruf $11\,\textrm{pt}$ dan menyediakan beragam ukuran dasar huruf lainnya, $8\,\textrm{pt}$, $9\,\textrm{pt}$, $10\,\textrm{pt}$, $12\,\textrm{pt}$, $14\,\textrm{pt}$, $17\,\textrm{pt}$, dan $20\,\textrm{pt}$.
Di dalam suatu dokumen baku (``resmi''), para ahli menyarankan agar kita menggunakan kesepuluh ukuran huruf itu, agar terjadi keselarasan di dalam teks/naskah yang kita susun. Keselarasan itu (secara tipografis) mengacu kepada ``batas dasar'' (baseline) dari huruf-huruf yang tersusun. 
Meskipun demikian kita juga memiliki pilihan untuk menetapkan ukuran huruf itu berdasarkan satuan pt, baik secara lokal maupun global. Untuk hal itu kita nyatakan perintah
\fontsize{...}{...}\selectfont
misalnya 
\fontsize{20}{20}\selectfont
Nilai pertama menyatakan ukuran huruf yang kita tetapkan, yaitu $20\,\textrm{pt}$ sedangkan yang kedua menyatakan ``lompatan dari batas dasar huruf'' (baseline skip) dalam sistem tipografi. (Penulis mengabaikan nilai yang kedua itu, karena secara awam tak kentara bedanya. Biasanya penulis menuliskan nilai yang sama pada keduanya.) Perintah \selectfont menerapkan ukuran huruf yang kita tetapkan itu.
Sekarang mari kita lihat contoh berikut ini.

Penutup

Nah, hingga di sini penulis berharap Anda sudah dapat mengatur ukuran huruf pada dokumen Anda sesuai dengan ukuran yang diminta oleh pihak lain maupun ukuran yang Anda inginkan sendiri.
Demikian semoga bermanfaat.

$\square$ Adjie Gumarang Pujakelana 2017

Tutorial No. 11: Bekerja dengan Teks - 10 Karakter Terlarang dan Pengubahan Corak Huruf

Sepuluh Karakter Terlarang

Di dalam dokumen $\small\LaTeX$ ada 10 karakter yang memiliki perlakuan khusus dalam menuliskannya agar "tampak" alias tercetak.
Kok terlarang?
Ya, maksudnya terlarang diketikkan secara langsung ketika kita ingin menampilkannya atau mencetaknya. Misalnya, untuk menunjukkan kurung kurawal { maka kita tidak mengetikkannya begitu saja melainkan harus diketikkan \{. Kesepuluh karakter tersebut dapat Anda perhatikan pada tabel berikut ini.

Karakter Penulisan
\ \textbackslah
{ \{
} \}
$ \$
& \&
^ \textasciicircum
_ \textunderscore
~ \textasciitilde
% \%

Sekarang mari kita lihat contoh penggunaannya berikut ini.

Di luar itu, penulis ingin menyisipkan ulasan tentang tanda persen. Di dalam dokumen $\small\LaTeX$, selain untuk keperluan pencetakkan, tanda persen (%) juga dapat berfungsi sebagai awal dari suatu komentar atau ``catatan keterangan''.
Begini, kadang-kadang entah untuk menandai bagian dari naskah (sebagai pembatas, misalnya) atau mungkin kode tertentu (agar dapat diingat), kita ingin menuliskan sesuatu untuk sekadar menandainya. Tentu, kita tak ingin ``catatan'' itu turut tercetak bersama naskah itu. Nah, di situlah fungsi tanda persen. Setelah tanda persen diketikkan maka apa pun teks sesudahnya tidak akan ikut tercetak kecuali setelah kita kosongkan satu baris sesudahnya.
Perhatikan contoh berikut ini.


Pengubahan Corak Huruf

Dalam $\small\LaTeX$, corak (style) huruf cetak merupakan kombinasi dari tiga ciri (karakteristik): famili, seri, dan bentuk. Secara asal (default) $\small\LaTeX$ memberikan bentuk huruf cetak dengan famili roman, seri medium, dan bentuk tegak (upright). Dengan demikian acuan pengubahan corak huruf untuk teks mengacu kepada corak asalnya itu. Misalnya, oleh perintah \textit{...} maka akan menghasilkan teks dengan famili roman, seri medium, bentuk huruf cetak ``miring'' (italic) untuk teks yang dicakupnya. Deklarasi \slshape setelah \begin{document} menghasilkan teks berbentuk ``condong'' (slanted) untuk keseluruhan naskah di dalam badan dokumen. 
Apakah miring dan condong itu berbeda?😀 
Penulis yang membedakannya dalam menerjemahkan italic dan slanted. Untuk rinciannya tentu dapat ditelusuri secara etimologis.
Berikut ini perintah dan deklarasi untuk mengubah bentuk huruf cetak dalam $\small\LaTeX$. 

CORAK PERINTAH DEKLARASI
BENTUK
upright \textup{...} {\upshape ...}
italic \textit{...} {\itshape ...}
slanted \textsl{...} {\slshape ...}
small cap \textsc{...} {\scshape ...}
SERI
medium \textmd{...} {\mdseries ...}
boldface \textbf{...} {\bfseries ...}
FAMILI
roman \textrm{...} {\rmfamily ...}
sans serif \textsf{...} {\sffamily ...}
typewriter \texttt{...} {\ttfamily ...}

Bila Anda perhatikan, tampak bahwa deklarasi diberikan di dalam sepasang kurung kurawal. Apa artinya?

Seperti telah diungkapkan pada Tutorial No. 9, sepasang kurung kurawal mengelompokkan bagian dari dokumen (teks) ke dalam satu kesatuan, dalam hal ini untuk diperlakukan oleh suatu deklarasi (atau perintah). Dengan demikian deklarasi tersebut hanya berlaku untuk teks yang berada di dalam sepasang kurung kurawal itu. Bagaimana yang terjadi bila deklarasi itu dituliskan secara "terbuka" (tanpa dicakup oleh kurung kurawal)? Akibatnya, perlakuan oleh deklarasi itu akan mengenai seluruh teks sesudahnya. Perhatikan contoh berikut ini.
Sekarang bagaimana, misalnya, cara mencetak teks berbentuk miring sekaligus tebal? Dapatkah Anda mencetak huruf tapak mesin tik (typewriter) yang berbentuk small cap dan tebal? Perhatikan contoh berikut ini.


Penutup


Menarik, bukan? Hingga di sini penulis berharap Anda sudah dapat menerapkan semua hal terkait dalam penyusunan dokumen $\small\LaTeX$, yaitu dengan menggunakan unsur-unsur yang telah dibahas dalam Tutorial No. 1 s.d. Tutorial No. 11. Dengan tutorial ini Anda pun sudah dapat mengkombinasikan corak-corak teks yang Anda susun. Demikian semoga bermanfaat.

$\square$ Adjie Gumarang Pujakelana 2017

Monday, October 2, 2017

Tutorial No. 10: Bekerja dengan Teks - Modus dan Environment (Bagian 2)

  1. Itemize
  2. Lingkup perintah itemize digunakan untuk mengurutkan butir (item) dalam bentuk ``penandaan''. Secara asal (default), $\small\LaTeX$ menandainya dengan bulatan (noktah) sebagai berikut.
    Penandaan tersebut tentu dapat kita ubah sesuai dengan selera. Kita dapat menggunakan paket tertentu yang menyediakan lambang-lambang yang sesuai untuk penandaan butir di dalam itemize. Salah satunya adalah paket pifont. Dalam penggunaaannya kita harus pula mendapat dukungan dari paket enumitem dengan opsi shortlabels. Perhatikan contoh penggunaannya berikut ini.
    Tentu banyak lambang yang dapat kita pilih dari paket pifont untuk digunakan. Untuk mempelajari lebih jauh tentang penggunaan ``lambang-lambang'' tersebut, silakan unduh dan pelajari dokumentasinya.
  1. Minipage
  2. Apa itu minipage? Seperti juga dapat Anda baca di siniminipage adalah suatu lingkup perintah yang menyediakan ``kotak'' paragraf yang merupakan versi mini dari suatu halaman seutuhnya. Secara tersendiri minipage dapat berisi catatan kaki, paragraf, array, tabular, dan lingkup perintah lainnya. Meskipun demikian, minipage tidak dapat memuat perintah float atau ``paragraf di samping halaman'' (marginpar), tetapi (sebaliknya) dapat dimuat di dalam lingkup perintah figure atau table
    Bentuk umum dari suatu perintah minipage tampak sebagai berikut. 
    \begin{minipage}[<pos>][<height>][<inner-pos>]{<width>} 
    <teks>
    \end{minipage}
    dengan
  • <pos> mengatur dalam arah vertikal antara kotak dan alas teks (nilai yang berlaku: c, t, atau b).
  • <height> menetapkan ketinggian kotak.
  • <width> menetapkan lebar kotak.
  • <inner-pos> menetapkan kedudukan teks di dalam ``kotak''.
    Keempat parameter khusus \width, \height, \depth, dan \totalheight (=\height+\depth) menetapkan ukuran alami teks. Minipage sangat membantu ketika kita memerlukan suatu paragraf teks pada ``ruang'' yang ``melarangnya'' dituliskan secara langsung, misalnya pada sel dalam tabel atau pada node dalam gambar tikz. Selain itu, minipage juga sangat membantu ketika kita ingin menampilkan teks dan gambar saling berdampingan, atau ketika kita ingin menampilkan jawaban dari suatu soal Matematika secara bersebelahan (dua ``kolom''). Perhatikan contoh berikut ini.

    yang dihasilkan oleh



    Perhatikan bahwa suatu minipage dapat dimuat hanya pada satu halaman dan pada dasarnya merupakan penempatan satu baris pada halaman itu. Oleh karena itu (selain dengan menggunakan satuan ukuran panjang) ukuran lebar minipage dapat mengacu kepada lebar teks (text width) pada satu baris.
    $\small\LaTeX$ menghitung lebar satu baris sebagai $1$ satuan. Ketika kita menyandingkan dua minipage dalam satu baris maka kita gunakan (idealnya) hanya $0.9$ hingga $.95$ dari lebar teks. Sebagai contoh, dapat Anda lihat pada pengkodean untuk contoh dokumen di atas, kedua minipage itu diatur dalam lebar yang sama masing-masing 0.475\textwidth. Pembagian lebar untuk masing-masing dari kedua minipage tersebut dapat Anda atur sesuai dengan isi naskah yang dimuatnya.
    Lalu, kok ada align*? Apa itu? Itu merupakan salah satu lingkup perintah dalam modus matematis. Penulis akan membahasnya pada tutorial selanjutnya.


Penutup

Demikianlah lingkup-lingkup perintah yang paling pokok yang sering digunakan di dalam modus teks/paragraf di dalam penyusunan dokumen $\small\LaTeX$. Tentu tidak terlalu rinci, sebagiannya (mungkin) menyisakan pertanyaan dari Anda. Bila ada yang ingin disampaikan, Anda dapat menuliskannya pada kotak komentar di bawah ini. Hingga di sini penulis berharap Anda sudah dapat membuat contoh dokumen yang menyertakan penggunaan lingkup perintah itemize dan minipage
Demikian semoga bermanfaat.

$\square$ Adjie Gumarang Pujakelana 2017

Tutorial No. 9: Bekerja dengan Teks - Modus dan Environment

Modus dan lingkup perintah (environment) menetapkan cara $\small\LaTeX$ membentuk dokumen. 


Modus

Perlu diingat bahwa $\small\LaTeX$ "memperhitungkan" karakter yang kita ketikkan dalam tiga modus, yaitu:
  • modus paragraf, $\small\LaTeX$ menganggap masukan Anda sebagai urutan kata-kata dan kalimat yang akan dipecah menjadi baris, paragraf, dan halaman.
  • modus matematis, yang menghasilkan rumus matematis (akan dibahas kemudian).
  • modus kiri-kanan, di mana $\small\LaTeX$ menghasilkan keluaran yang berjalan dari kiri ke kanan.
Hal lain yang perlu diingat adalah perlakuan $\small\LaTeX$ terhadap tanda kurung. $\small\LaTeX$ memiliki sintaksis yang jelas dalam penggunaan tanda kurung.
  • (  ) kurung biasa, tanpa perlakuan khusus.
  • { } kurung kurawal, untuk parameter perintah, misalnya \begin{document}, dan untuk mengelompokkan bagian dari dokumen ke dalam satu kesatuan, misalnya 2^{n+1}.
  • [ ] kurung siku, digunakan sebagai argumen opsional untuk suatu perintah, misalnya \documentsclass[12pt]{article}.


Lingkup Perintah (Environment)

Apa itu environment? Tentu pemaknaannya bergantung pada sistem yang berkenaan dengannya. Di dalam $\small\LaTeX$, environment itu merupakan suatu rangkaian perintah yang diawali oleh \begin{...} dan diakhiri oleh \end{...}. Oleh karena itu penulis mengistilahkannya sebagai lingkup perintah. Cukup banyak lingkup perintah yang tersedia di dalam $\small\LaTeX$, bahkan isi naskah (badan dokumen) pun berupa lingkup perintah karena diawali oleh \begin{document} dan diakhiri oleh \end{document}
Lingkup perintah (environment) $\small\LaTeX$ menetapkan cakupan tempat perintah yang memiliki arti atau bentuk khusus. Dalam beberapa hal, seperti telah Anda baca pada tutorial-tutorial sebelum ini, penulis telah menggunakan lingkup perintah center (lihat contoh-contohnya pada Tutorial No. 4Tutorial No. 7, dan Tutorial No. 8), tabular, table (lihat contohnya pada Tutorial No. 7), dan figure ((lihat contohnya pada Tutorial No. 8). Berikutnya penulis akan lanjutkan dengan lingkup-lingkup perintah lainnya yang sering kita gunakan dalam tulisan, yaitu enumerate, itemize, dan minipage.

  1. Enumerate
  2. Lingkup perintah enumerate digunakan untuk mengurutkan butir (item) dalam bentuk ``penomoran''. Secara asal/bawaan (default), $\small\LaTeX$ menomorinya dengan angka arab sebagai berikut.
    Bila diinginkan penomoran dalam bentuk lainnya, misalnya (1), 1), A., a., (i), dan lain-lain, maka kita memerlukan paket enumitem dengan opsi shortlabels. Pada mukadimah, cantumkan
    \usepackage[shortlabels]{enumitem}
    Perhatikan contoh penggunaannya berikut ini.
    Bagaimana kalau kita ingin mengurutkan butir-butir itu ke arah samping (kanan)? Dalam hal itu 
    kita memerlukan opsi inline pada paket enumitem. Kemudian dalam penggunaannya, argumen perintahnya dibubuhi oleh tanda bintang sebagai enumerate* dan kemudian kerenggangan antarbutir diatur oleh opsi itemjoin=\hspace{...}, sedangkan opsi-opsi lainnya sama berlakunya. Perhatikan contoh berikut ini.
    Sekarang bagaimana kalau kita ingin membuat daftar butir yang penomorannya bukan berawal dari $1$ atau bukan berawal dari $a$? Hal itu dapat kita lakukan dengan mencantumkan opsi start=.... Contoh berikut ini menunjukkan penomoran yang diawali oleh nomor (iv) dan huruf C.
    Perlu diingat bahwa secara bawaan, $\small\LaTeX$ memberikan indentasi (menjorok ke dalam) pada nomor-nomor butir dalam enumerate (maupun itemize). Bila diinginkan nomor-nomor butir menjorok ke dalam sejauh ukuran tertentu dari margin kiri, kita cantumkan opsi leftmargin=.... Bila diinginkan nomor-nomor butir itu rata dengan huruf awal dari teks di atasnya maka kita cantumkan opsi leftmargin=*. Perhatikan contoh berikut ini.
    Demikianlah ada beberapa opsi lainnya yang dapat kita manfaatkan. Untuk mempelajari lebih jauh tentang paket enumitem, silakan unduh dan pelajari  dokumentasinya.


Penutup


Penulis rasa tulisan ini sudah cukup panjang (terutama karena sisipan gambar-gambar tersebut). Oleh karena itu lingkup perintah itemize dan minipage akan diulas pada tulisan berikutnya. Penulis berharap, hingga di sini Anda sudah dapat membuat contoh dokumen yang menyertakan daftar butir dengan menggunakan lingkup perintah enumerate.
Demikian semoga bermanfaat.

$\square$ Adjie Gumarang Pujakelana 2017

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...